Aparat Radikal, Kepalanya Penuh Doktrin yang Tak Sejalan dengan Kesatuan

Riau Book - Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov ditembak mati saat sedang berpidato. Pembunuhnya, Mevlut Mert Aydintas, anak muda 22 tahun yang anggota polisi anti-huru-hara Ankara. Sebuah serangan yang tak mungkin ditangkal dan di luar wilayah kewaspadaan yang menjadi standar pengawalan. Maklum, pelakunya aparat keamanan negara tapi hatinya terikat pada ideologi lain entah di mana.

Itulah bahaya aparat keamanan yang memegang senjata tapi tunduk pada kekuatan lain yang mengambil alih kesadaran dan hatinya, yang kepalanya penuh dengan doktrin yang tak sejalan dengan kesatuan.

Saya ingat suasana kelam konflik Maluku. Di tiga kerusuhan besar yang memakan korban jiwa di Ambon, saya hadir di sana. Tinggal di satu wisma kecil yang panas di Jalan Sultan Baabullah, setiap hari saya datang ke Masjid Al Fattah, pusat pengungsi, dan sesekali ke Markas Kepolisian Resor Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk mengikuti kabar resmi.

Konflik Ambon menjadi panjang dan lama salah satunya karena keterlibatan aparat keamanan. Kehadiran lima batalyon petugas keamanan TNI dan polisi di sana juga tak mempan meredam perang. Sebagian (oknum) aparat keamanan sendiri malah menjadi bagian dari konflik Ambon. Ada yang tampak patuh dalam barisan, tapi di luar jam dinas aktif menggalang warga sipil untuk berperang.

Ada pula yang meninggalkan kesatuannya. Sampai-sampai, pada 29 Juni 2000, Panglima Kodam Pattimura ketika itu, Brigjen I Made Yasa, memerintahkan penarikan seluruh pasukan yang diperbantukan dan mengumpulkannya di sebuah markas tentara untuk dihitung. Di kota Ambon berhembus isu adanya pasukan liar yang gentayangan. Sejak itu, kabar burung soal tentara desersi pun meruap.

Selama empat tahun konflik Maluku, sebanyak 57 anggota TNI dan 32 orang polisi tewas. Sebagian besar di antaranya tewas dengan luka tembak oleh senjata organik, dan sebagian oleh tembakan sesama aparat.

Jusuf Kalla, sang juru damai konflik Ambon, Poso dan Aceh yang saat ini mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden tahu benar, tak ada yang bisa mendeteksi radikalisme di tubuh militer. "Paham ideologi tak mungkin dideteksi dengan metal detector. Tak mungkin digeledah oleh polisi. Pikiran dan hati sangat sulit dideteksi. Yang bisa memperbaikinya adalah kita semua: para cendekiawan, para ulama, para ustadz," katanya suatu ketika.

Saya menduga, ini juga jadi alasan Presiden Jonowi melakukan safari ke markas-markas pasukan bersenjata beberapa waktu lalu. Sebagai Panglima Tertinggi TNI dan juga kepolisian, ia harus memastikan kepatuhan aparatnya yang bersenjata kepada negara.

Di dunia yang sedang dikepung nafsu angkara, kita hanya bisa berdoa agar negeri ini tak jatuh ke dalam konflik saudara. Terlalu mahal tebusannya. Anak dan cucu taruhannya. (RB/habir)

(dikutip dari FB Bang Tomi Lebang https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209491337894975&id=1072002562)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Menghakimi yang Zahir: Lagi Pula Niat Ahok Siapa yang Tahu?

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati..."…

Foto

Masyarakat Padati Halaman Kantor Gubernur Riau, Nobar dengan Gubri

Riau Book - Ribuan masyarakat memadai halaman kantor Gubernur Riau untuk menyaksikan laga panas antara Timnas Indonesia melawan Thailand di…

Foto

Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai NKRI

Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi kesan…

Foto

Perdamaian Lintas Agama Menyatu dalam Bineka Tunggal Ika

SEPERTI dalam agama-agama Abrahamik lainnya, perdamaian adalah konsep dasar dalam pemikiran Islam. Istilah bahasa Arab "Islam" itu sendiri biasanya diterjemahkan…

Foto

Allah Berikan Hadiah Melalui Al-Maidah 51

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Kajian Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)Umat Muhammad itu…

Foto

Mar'ie Muhammad, Berpulangnya 'Mr. Clean'

Riau Book - Saya masih menyimpan foto dari upacara kecil tiga belas tahun lalu ini, akad nikah saya di pagi…

Foto

Saatnya Pejabat Profesional di OPD Baru

RENDAHNYA serapan anggaran belanja daerah Provinsi Riau dibawah 70 persen pada tahun 2015, 2016 sehingga mencatat silPa Rp 3 triliun…

Foto

Perginya George Junus Aditjondro

Riau Book - Perginya George Junus Adidjondro mengingatkan kembali tulisannya yang merangkai aneka fakta berjudul ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK TRAGEDI…

Foto

30 Jam Menanti Cahaya Listrik PLN, Padam Tak Berkesudahan

Riau Book - Pulau Kijang bagai kota mati, terlihat gelap gulita di malam hari. Ya ibukota dari Kecamatan Reteh (salah…

Foto

Mengupas Aksi 4 Desember: Sebuah Aksi Tandingan

Oleh: Wira Atma HajriSeusai aksi damai umat Islam tertanggal 2 Desember lalu, aksi lainpun tak ketinggalan yaitu parade budaya kita…

Foto

Ini Terkait Ahok, Hukum Adil Demi Persatuan Bangsa

Riau Book - Nusantara Bersatu yang digelar di Lapangan Blang Padang ini bertujuan untuk menjaga Nusantara tetap Bersatu, kita bangga…

Foto

Catatan Gagalnya Ketuk Palu APBD Riau Tahun 2017

Oleh : Bagus Santoso, anggota DPRD Provinsi RiauRabu, tanggal 23, minggu keempat bulan November, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama 4…

Foto

Islam dan Indonesia Butuh FPI

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang…

Foto

Kejamnya Politik, Semakin Tinggi Jabatan Bisa Berarti Meninggikan Tempat Jatuh!

Riau Book - Ade Komaruddin berencana tak hadir di rapat badan musyawarah pimpinan DPR dan fraksi yang digelar hari ini.…

Foto

Belajar Kedamaian Lewat Tari Kecak di Pulau Dewata

LEBIH 71 tahun umur bangsa ini, berbagai terpaan masalah telah dilalui, dan kini kembali dihadapkan dengan kondisi politik yang carut…

Foto

Musim Interupsi di Masa Septina Primawati

ADA dua hal yang perlu dicermati sekaligus juga menarik untuk disimak kalau membuka catatan sejak dilantiknya Septina Primawati sebagai ketua…

Foto

Opini - Mimpinya Kesejahteraan, Diskriminasi dalam Kenyataan

Riau Book - Di sebuah koran harian ternama pada tahun 2009, Kunjana Rahardi (2012) menulis sebuah artikel opini dengan tema…

Foto

Gajah Datang Bertarung, Pelanduk Mati Terjepit!

Riau Book - Gajah-gajah yang bertarung, pelanduk yang mati terjepit. Itulah nasib 63 pekerja pasukan oranye Jakarta Pusat yang dihukum…

Foto

Beda Jokowi dan Tito dengan Umar bin Khattab

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)"Wahai masyarakat! Orang-orang sebelum kita telah melakukan kekeliruan…

Foto

Pokir Buat Getir, Reses Bikin Stres

Oleh : Bagus Santoso(Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Riau, email: kang.bagus@gmail.com)ISTILAH Pokir (pokok pikiran) dan Reses yang…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan