foto

Amerika Serikat Mulai Hilang Kesabaran, Siapkan Bom Paling Mematikan untuk Korut

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli
Syamsuar-Edy Nasution
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
Lukman Edy-Hardianto

RIAUBOOK.COM - Hubungan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara agaknya tidak lagi bisa diperbaiki seiring suhu panas yang kian meninggi akibat negara komunis terus memberikan ancaman.

Setelah serangan rudal ke Suriah, kini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menatap tajam Korea Utara (Korut). Sejak pertama kali menjabat, Trump dibuat emosi atas tindakan negara komunis itu berkali-kali menggelar uji coba peluncuran rudal balistik dan terus mengancam AS.

Kini, Wakil Presiden AS Mike Pence sudah menyatakan 'kesabaran' negerinya sudah habis. Dia meminta agar pemimpin Korut Kim Jong-un tidak terus memancing masalah, atau akan menghadapi respons yang keras dari negara adidaya itu.

Lupakan soal pengerahan kapal induk ke perairan Korut, yang justru berlayar ke arah yang salah atau latihan pengeboman pesawat siluman F-35 Marinir AS akhir Maret lalu. Termasuk kehadiran 29 ribu pasukan darat Amerika di Korea Selatan saat menyambut kedatangan Pence, sehari setelah uji coba rudal Pyongyang yang gagal.

Ternyata, AS justru telah lama mengembangkan senjata mematikan, terbesar dan terburuk yang bisa meluluhlantakkan Korut dalam sekejap. Senjata itu bukan 'induk dari segala bom' atau yang dikenal senjata peledakan udara besar (MOAB) seberat 11 ton yang dijatuhkan ke benteng Taliban di timur Afghanistan. Bahkan disebut-sebut lebih besar.

Sejak 1990, pemerintah AS sudah mempersiapkan melakukan penyerangan ke Korut yang melindungi secara ketat fasilitas militer mereka, khususnya untuk memperlambat atau menghambat program nuklirnya.

rb

Massive Ordonance Penetrator. ©2017 dingsheng.com

Rencana itu termasuk jarang-jauh, pembom siluman raksasa pengecoh-radar, dan bom penetrasi-bumi. Skema ini sudah dimulai sejak pertengahan 1990-an, saat itu Presiden Bill Clinton bersama anggota parlemen dari Partai Republik berdebar mengenai pakta baru dengan rezim Korut yang tertutup.

Rencana dikembangkan kembali pada awal 2000-an di bawah Presiden George W Bush dengan kebijakannya menggelar serangan militer pendahuluan, sama dengan keputusannya saat menyerbu Irak yang kini sudah berjalan selama 14 tahun.

Pada awal 1990-an, Korut belum memiliki tenaga nuklir apapun, namun terobsesi untuk menjadi salah satunya. Pemerintahan Clinton berencana menghabisi ambisi itu dan beberapa pejabat menyebut serangan sudah dekat, dengan risiko besarnya korban yang berjatuhan, sampai mantan Presiden Jimmy Carter melangkah masuk dan menawarkan dan menawarkan alternatif melalui langkah diplomatik.

Awal 1994, Departemen Lar Negeri AS menandatangani 'Kerangka Persetujuan' dengan Korut. Kesepakatannya sangat simpel. Pyongyang akan menunda pengembangan senjata nuklir, sebagai gantinya, Washington akan membantu negara miskin itu mendirikan reaktor nuklir yang tidak memiliki kemampuan membuat senjata.

Namun, pemerintahan Bush melabeli kerangka itu 'peredaan' dan, pada 2004, mengabaikannya. Dua tahun setelahnya, Korut memulai percobaan ledakan nuklir pertamanya.

Di bawah Bush dan Wakil Presiden Dick Cheney, Pentagon membentuk kebijakan permulaan. Pada November 2001, beberapa pekan setelah serangan teror 9/11, Cheney mengumumkan adanya satu persen bahwa ancaman itu nyata, "kami akan memperlakukan ancaman itu sebagai dengan cara kami meresponnya."

Doktrin satu persen Cheney ini membawa AS terlibat perang dengan Irak dengan alasan tak terbuktikan mengembangkan senjata pemusnah massal. Doktrin ini menutupi pendekatan AS terhadap Korea Utara, sebaik mungkin.

Pertengahan 2002. Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld memerintahkan Pentagon untuk mengubah rencana perang terhadap Korut -OPLAN 5027- yang memberikan kewenangan melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Pyongyang. Tetapi rezim itu sudah menguburnya dalam-dalam.

Memang sejak 1960-an, Pyongyang membangun sebanyak 8.000 fasilitas bawah tanah. Di bawah Bush, angkatan bersenjata AS tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan fasilitas paling dalam.

Pada Perang Gurun 1991, militer telah mengebut produksi bom penghancur bunker seberat 5.000 pon, yang mampu menembus 100 kaki ke dalam tanah atau beton setebal 20 kaki. Beberapa tahun berikutnya, Pentagon mengembangkan bom khusus seberat 2.000 pon termasuk di antaranya 25 persen lebih efektif menghancurkan situs bawah tanah.

Baru beberapa dekade berikutnya, dua munisi ini menjadi senjata terbaik bagi Amerika untuk menghancurkan infrastruktur militer bawah tanah Korut. Tapi ternyata itu tidak cukup.

"Menetralisasi fasilitas bawah tanah ... adalah tugas yang luar biasa," tulis Kolonel AU Russell Hart di surat kabar pada 2012. Untuk menghancurkan seluruh fasilitas bawah tanah 'terkuat', Departemen Pertahanan menyadari akan melewati bom berbobot 10-15 ton ke dalam pintu masuk terowongan dalam meledakkan pintu dan mengirim gelombang kejut di dalam situs itu.

Namun, pemerintahan Bush menginginkan yang lebih tangkas yang disebut 'Penetrasi Nuklir Bumi Terkuat', sebuah senjata taktis nuklir yang lebih kuat dan akan merangsek jauh lebih dalam ke bawah tanah dibandingkan bom atom lainnya. Organisasi The Union of Concerned Scientists meyakini senjata ini akan menyebabkan 'penyebaran radioaktif berbahaya'.

Kongres mendukung serangan nuklir pendahuluan bagi Korut. Namun mereka menginginkan senjata non-nuklir sebagai alternatif. Pada 2004, Pentagon memulai pengembangan Penetrasi Pengeboman Besar (MOP), sebuah bom konvensional berbobot 15 ton yang didesain khusus merubuhkan fasilitas terdalam di Iran dan Korut.

MOP sudah siap diluncurkan sejak 2011. Setiap pesawat siluman B-2 dari Pangkalan Udara Whiteman Air di Missouri bisa membawa dua senjata dengan panjang 21 kaki itu. Jadi lupakan kapal induk, jet tempur siluman atau pasukan darat. Bomber siluman dengan bom tersebut, satu-satunya pilihan bagi Amerika untuk menghancurkan situs persenjataan paling terlindungi.

Abaikan pula Trump ketika dia mengancam akan mengirim armada angkatan laut ke Pyongyang. Tanpa menghormati Pence saat menginspeksi formasi pasukan di sepanjang Zona Demiliterisasi Korea. Jika AS berniat menyerang Korut, memandanglah ke Mossouri dan bomber siluman membawa bom penetrasi bawah tanah terbesar. (RB/merdeka)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Terkait

Foto

12 Mahasiswi Akbid Huge Tembilahan Dilepaskan untuk Mengikuti Transfer Knowledge di Malaysia

RIAUBOOK.COM - Bersama Wakil Ketua Yayasan Husada Gemilang HM Yusuf Said beserta orang tua mahasiswi, 12 orang mahasiswi Akedemi Kebidanan…

Foto

Bupati Inhil Terus Berupaya Makmurkan Masjid dan Semarakkan Syiar Islam

RIAUBOOK.COM - Melalui pelaksanaan program Shalat Subuh Berjama'ah dan Maghrib Mengaji, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyebut, Pemerintah…

Foto

Bupati Wardan Lantik Dua Penjabat Kades di Kecamatan Pulau Burung

RIAUBOOK.COM - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan, melantik dua Penjabat Kepala Desa (Kades) sekaligus, yakni Penjabat Kepala Desa Teluk…

Foto

Inilah 5 Jalur Pendanaan Nuklir Korea Utara

RIAUBOOK.COM - Mendengar nama Korea Utara, sebagian besar orang tentu yang terfikirkan adalah sebuah negara miskin yang terasingkan.Namun siapa sangka,…

Foto

Usai Jenguk Balita yang Sakit, Gubri Sempoatkan Kunjungi Syafii Manas di RSUD Arifin Ahmad

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengunjungi Syafii Manas yang terbaring sakit akibat gagal ginjal dan sempat mengalami koma di…

Foto

Jenguk Balita yang Alami Gangguan Hati di RSUD Aririfn Ahmad, Gubri Doakan Cepat Sembuh

RIAUBOOK.COM - Ditengah kesibukannya yang padat, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyempatkan mengunjungi mengunjungi balita bernama Khairul Asbih yang diduga menderita…

Foto

Begini Aksi Gubri Saat Menggoreng Sagu

RIAUBOOK.COM - Kalau Anda berkunjung ke Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ada oleh-oleh khas daerah yang tak boleh lupa. Apa…

Foto

Inilah Gambaran Wisata Seks Thailand yang Tersohor

RIAUBOOK.COM - Hampir di setiap negara memiliki wisata malam yang erat dengan seks, namun yang tersohor berada di Thailand, citra…

Foto

Gubri Hadiri Seminar Nasional yang Ditaja oleh IKA UR

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman membuka seminar nasional yang ditaja oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Riau dengan…

Foto

Bupati Inhil Soroti Persoalan Sarana Perhubungan Darat di Inhil

RIAUBOOK.COM - Saat ini, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyoroti persoalan perhubungan darat dan lalu lintas darat yang…

Foto

Ini 6 Syarat Media Online Agar Bisa Jadi Anggota SMSI Riau

RIAUBOOK.COM - Provinsi Riau menjadi daerah terbesar untuk "populasi" media online (ciber) dengan jumlah yang saat ini mencapai 323 media,…

Foto

Ini dia Susunan Pengurus SMSI Riau, Siap Awasi Media Ciber

RIAUBOOK.COM - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) telah dibentuk untuk mendata dan mengawasi media berbasis internet, jika di Jakarta terdapat…

Foto

SMSI Riau Deklarasi, Dheni Kurnia: di Riau Jumlah Media Online Terbanyak se Indonesia

RIAUBOOK.COM - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) telah dibentuk dan dideklarasikan serentak dengan dasar perkembangan teknologi informasi yang telah meningkat…

Foto

Izin Gangguan atau HO Tak Berlaku Lagi di Pekanbaru, Ini Permendagrinya

RIAUBOOK.COM - Izin gangguan atau Hinder Ordonantie (HO) resmi tak berlaku lagi seiring terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negri (Permendagri) RI…

Foto

Guna Terselenggaranya Ketertiban dan Ketentraman Umum, Bupati Inhil Berpesan Jaga Semangat "KORPS"

RIAUBOOK.COM - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan memimpin Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional yang disejalankan dengan Hari Ulang…

Foto

Dibuka Gubri, Parade Tari Daerah 2017 Mengambil Tema "Menari di Riak Sungai-sungai"

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara langsung Parade Tari Daerah 2017 yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.…

Foto

Setelah Libur Panjang, Gubri Akan Cek Langsung Absensi ASN

RIAUBOOK.COM - Setelah libur cukup panjang, absensi masuk dan pulang kantor Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Foto

Gubri Minta Bapenda Kerja Keras Raih Pendapatan Rp 3 Triliun

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta kepada UP/UPT di Badan Pendapatan Daerah untuk bekerja keras dalam mencapai target Rp…

Foto

Ini Sebuah Pertanda, Korut Nyatakan Siap Perang Habis-habisan

RIAUBOOK.COM - Perang dunia apakah benar akan segera dimulai? Banyak pihak mengklaim tanda-tanda itu sudah bermunculan dan kali ini Wakil…

Foto

Sisilita Arsyadjuliandi Langsung Berjoget Randai

RIAUBOOK.COM - Begitu turun dari mobil berplat BM 92, Istri Gubernur Riau (Gubri) Sisilita Arsyadjuliandi langsung berjoget randai. Ia masuk…

foto

Pendidikan