Ketua JPU sidang penistaan agama Ali Mukartono

Kamis, 20 April 2017 - 14:41 WIB 5860000

Kata JPU, Ucapan Ahok tentang Al Maidah 51 tak Penuhi Unsur Menghina Agama

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM-Alasan dituntutnya terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok hanya dengan tuntutan satu tahun penjara, oleh Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono bahwa apa yang diucapkan Ahok tentang Al Maidah 51 tak memenuhi unsur menghina agama, dan Ahok tak dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.

"Mengingat kesengajaan Pasal 156a huruf a KUHP adalah dengan maksud untuk memusuhi dan menghina agama, maka pembuktian Pasal 156a huruf a KUHP tidak tepat diterapkan dalam kasus a quo," ujarnya dalam persidangan di Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Jaksa menjelaskan, penerapan Pasal 156a KUHP berdasar pada UU No 1/PNPS Tahun 1965 di mana hanya bisa diterapkan apabila pelaku memiliki niat. Namun dalam perkara ini, Ahok tak terbukti memiliki niat menghina agama.

"Maka itu, dapat disimpulkan bahwa delik sebagaimana diatur dalam Pasal 156a huruf a KUHP hanya diliputi oleh kesengajaan dengan maksud untuk menghina pada agama, bukan bentuk kesengajaan yang lain," terang dia.

Sementara kasus Ahok berdasarkan fakta-fakta persidangan, kata jaksa, berkaitan dengan pengalamannya sejak bertarung di Pilgub Bangka Belitung 2007 lalu hingga Pilkada DKI 2017.

"Maka terlihat bahwa niat terdakwa adalah lebih ditujukan pada orang lain atau elit politik dalam kontes Pilkada," terangnya.

Dia melanjutkan, pertimbangan Jaksa yang memberatkan, perbuatan Ahok itu membuat keresahan masyarakat dan membuat kesalah pahaman golongan rakyat indonesia.

Sedang yang meringankan, terdakwa mengikuti persidangan dengan baik, sopan, turut andil dalam pembangunan, dan mengaku telah bersikap humanis.

"Timbulnya keresahan di masyarakat juga timbul dari unggahan oleh orang bernama Buni Yani," jelasnya.

Jaksa lantas menyatakan, terdakwa Ahok terbukti bersalah melakukan tindak pidana umum. Melakukan menyatakan permusuhan kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan rakyat indonesia seperti diatur dalam pasal 156 KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan massa percobaan 2 tahun," katanya.(ria/snc/RB)n

Share ke BBM

100000000
Ridho

Berita Terkini

Parade Militer, Korut Pamerkan Pasukan Khususnya

Senin, 17 April 2017 - 17:24 WIB

Long Week End Pangkalan Kerinci Terlihat Sunyi

Sabtu, 15 April 2017 - 16:23 WIB

Berikut Strategi Trump Hadapi Kim Jong-un

Sabtu, 15 April 2017 - 06:11 WIB

Korut Ancam Serang AS Pakai Senjata Nuklir

Rabu, 12 April 2017 - 14:23 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia