Salash satu spesies Bunga Rafflesia

Selasa, 16 Mei 2017 - 05:21 WIB 5730000

Fakta Mengejutkan, Ternyata Raffles Bukan Penemu Bunga Rafflesia

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Selama ini kita mengenal bahwa penemu pertama kali bunga bangkai raksasa alias Rafflesia adalah Thomas Stamford Raffles. Sehingga seperti dalam aturan penemuan spesies baru, nama peneliti kemudian dilekatkan sebagai bentuk penghargaan atas jerih payahnya.

Namun, fakta mengejutkan ini terkuak, Rafflesia ternyata bukan ditemukan pertama kali oleh Thomas Stamford Raffles. Seperti dikutip dari Kompas Sains, Selasa (16/5/2017), Buku "Rafflesia of the World" tulisan Jamili Nais mengungkap bahwa penemu pertama Rafflesia Louis Auguste Deschamps.

Ia adalah ilmuwan dari Perancis yang meneliti selama 11 tahun di Indonesia. Dalam kurun waktu 1792 - 1794, ia tinggal di Jawa. Ia membuat banyak catatan, ilustrasi, dan koleksi dari ragam tumbuhan dari berbagai daerah.

Dalam proyek penelitian itulah, Deschamps menemukan Rafflesia. Jenis yang ditemukan bukan Rafflesia arnoldii tetapi R.patma.

Malang bagi Deschamps. Saat itu, Inggris tengah berperang dengan Perancis. Pada 1803, saat ingin kembali ke Perancis, kapal yang ditumpanginya diambil alih oleh angkatan laut Inggris.

Semua spesimen, catatan, dan ilustrasi dari penelitian selama 11 tahun disita dan dijadikan rampasan perang. Kerja Deschamps dibawa oleh John Reeves ke India House, London, dan didonasikan ke British Museum pada 1816.

Dunia ilmiah baru mengetahui bahwa Deschamps yang pertama menemukan Rafflesia pada tahun 1954. Seanadainya para ilmuwan tahu sebelumnya, mungkin bunga beraroma busuk itu tak bernama Rafflesia.

Meski dinyatakan bukan penemu pertama Rafflesia, Raffles tetap punya jasa besar. Ia menemukan jenis Rafflesia lain yang kini dikenal sebagai bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii.

Raffles menemukannya bersama Joseph Arnold, seorang ilmuwan, saat melakukan ekspedisi ke Bengkulu pada 19-20 Mei 1818.

Karena itulah, bunga yang ditemukan dinamai Rafflesia arnoldii, gabungan dari nama Raffles sebagi nama genus dan arnoldi sebagai nama spesies.

Raffles meminta istrinya, Sophia, membuat ilustrasi. Spesimen dan ilustrasi lantas dikirimkan ke Sir Josep Banks di London melalui Thomas Horsfield, doktor yang bekerja untuk Belanda di Jawa.

Banks lantas memberikan semua material kepada Robert Brown dan Franz Bauer yang membuat ilustrasi dengan rinci.

Selanjutnya, nama genus tanaman baru itu dinamai Rafflesia dan dipublikasikan pada the Transaction of the Linnean Society tahun 1821.

Arnold sendiri meninggal akibat malaria di Bengkulu sebelum penemuan dipublikasikan. Sementara, penamaan spesies diusulkan oleh Brown.

Begitulah sekelumit cerita Rafflesia. Hingga kini, sudah ada sekitar 28 spesies Rafflesia yang ditemukan, mayoritas terdapat di Indonesia. (kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
muhardi

Berita Terkini

MSI Bersama PKPU HI Riau Mengedukasi Anak Negeri

Selasa, 09 Mei 2017 - 11:57 WIB

Kawasan Sekolah di Dumai Kembali Terendam Banjir

Jumat, 05 Mei 2017 - 08:56 WIB

Siswa Lulusan UN Terbaik di Riau

Kamis, 04 Mei 2017 - 06:38 WIB

UN di Inhu Sukses Walau Sedikit Kendala

Rabu, 03 Mei 2017 - 18:06 WIB

Peringatan Hardiknas, Ini Pesan Gubri

Selasa, 02 Mei 2017 - 16:38 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia