Gugatan dari seorang penumpang Lion Air

Rabu, 17 Mei 2017 - 14:27 WIB 2620000

Dituduh Edit Tiket Online, Penumpang Layangkan Gugatan ke Lion Air

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Octa Verius Tamba mengajukan gugatan terhadap maskapai Lion Air ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017). Isi gugatannya, Octa merasa dirugikan karena Lion Air telah membatalkan keberangkatan penerbangannya secara sepihak.

Octa menjelaskan, pada 22 Maret 2017, ia membeli sebuah tiket dengan tujuan Balikpapan-Banjarmasin melalui situs resmi Lion Air untuk penerbangan pada 23 Maret 2017. Sebelum waktu pembayaran habis, Octa mengatakan telah membayar harga tiket seharga Rp 512.000.

Hari itu juga Octa mendapatkan kiriman email berisi tiket dan jadwal penerbangan dari situs resmi Lion Air dengan nomor penerbangan IW 1385. Keesokan harinya, Octa tiba di Bandara Sepinggan, Balikpapan untuk melakukan perjalanan menuju Banjarmasin.

Saat check-in, petugas loket Lion Air mengatakan bahwa tiket penerbangan milik Octa tidak berlaku.

Octa mengatakan petugas itu tidak secara jelas menjelaskan mengapa tiket yang ia miliki tak bisa digunakan. Malah, Octa mengaku dicurigai oleh petugas itu bahwa tiket yang ia miliki adalah palsu atau hasil editan.

"Ketika saya datang ke cabang Lion Air (di bandara), mereka bilang saya belum bayar atau saya telat bayar. Padahal saya tunjukin kopiannya (tiket) melalui HP," ujar Octa dikutip dari kompas.com.

"Mereka bilang itu bisa saja edit-editan saya kan. Kalau memang benar saya dipersilakan urus saja di Jakarta," ujar Octa.

Saat kejadian itu, Octa mengaku panik. Ia telah mencoba untuk mencari penerbangan menggunakan maskapai lain untuk hari yang sama. Namun, seluruh jadwal penerbangan menuju Banjarmasin penuh.

Ia mengatakan telah membuat janji kerja dengan rekan kerjanya. Mau tidak mau, janji itu harus dibatalkan. Octa memutuskan untuk kembali ke Jakarta untuk mengurus ulang jadwal pertemuannya.

Setelah sampai di Jakarta, Octa belum mempermasalahkan hal itu. Ia masih menunggu niat baik manajemen Lion Air untuk menghubungi dia. Namun, niat baik Lion Air tak kunjung didapatkan. Akhirnya Octa memutuskan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.

"Saya gugat karena saya merasa diterlantarkan di Sepinggan. Saya panik, otomatis saya reschedule. Ada kerugian, kepercayaan saya dengan konsumen saya. Jadi bagaimana ya, jadi turun harga diri saya," ujar Octa.

Kuasa Hukum Octa, Reindra Jasper H Sinaga mengatakan, hari ini pihaknya telah mengajukan gugatan.

Octa menggugat Lion Air untuk membayar kerugian materil sebesar Rp 512.000 atau sesuai kerugian harga tiket, dan Rp 20 juta karena kerugian dari bisnis Octa yang harus tertunda. Adapun kerugian immateriil sebesar Rp 3 miliar.

"Nanti mediasi kalau Lion Air mau melaksanakan segala macam, maka enggak harus diteruskan ke sidang. Yang penting ada pembelajaran publik, ketika ada hak-hak publik dilanggar jangan diam. Harus merebut hak-hak itu," ujar Reindra. (kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Tiga Rumah Dinas TNI AL Terbakar di Dumai

Rabu, 17 Mei 2017 - 13:07 WIB

Balada Cinta Terlarang Sopir Truk Berujung Maut

Rabu, 17 Mei 2017 - 08:52 WIB

Lagi, Tahanan Kabur dengan Cara Jebol Dinding

Minggu, 14 Mei 2017 - 01:23 WIB

Polisi Selidiki Kematian Pasien Pemilik Ringgit

Sabtu, 13 Mei 2017 - 20:25 WIB

Seorang WNI Tewas Ditembak Polisi Malaysia

Jumat, 12 Mei 2017 - 18:55 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia