Rumah penampungan TKI ilegal digerebek polisi (foto:lip6)

Kamis, 18 Mei 2017 - 14:03 WIB 5680000

Wah! Izin Dicabut, Penyalur TKI ini Masih Saja Beroperasi Secara Ilegal

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sebuah rumah yang menjadi tempat penampungan TKI ilegal di Cawang, Jakarta Timur digerebek polisi. Di lokasi kejadian, petugas mengamankan tujuh orang calon TKi.

Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Herry Nahak mengatakan, rumah penampungan ini milik PT Bidar Timur yang izinnya dicabut sejak awal tahun 2017 ini. Namun pihak perusahaan tetap saja melakukan perekrutan TKI secara ilegal.

"Keterangan dari Kementerian Disnaker yang mendampingi dalam penggeledahan bahwa PT Bidar Timur sudah dicabut izinnya pada tanggal 12 Januari 2017. Akan tetapi sampai dengan saat ini masih melaksanakan kegiatan perekrutan dan pengiriman CTKI," terang Herry dikutip dari detikcom, Kamis (18/5/2017).

Menurut Herry, penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap tersangka AL, yang sudah ditangkap dalam kasus sebelumnya.

"Menurut keterangannya bahwa PT Mushofanah beroperasi menggunakan PT Bidar Timur. Terdapat file kerja sama antara 2 PT tersebut dan dengan saling terkait antara pengurusnya," ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Dittipium Bareskrim Polri Kombes Ferdy Sambo mengatakan di lokasi tersebut petugas gabungan mengamankan 7 calon TKI, yang terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan.

"Empat calon TKI diamankan di penampungan PT Bidar Timur. Sementara 3 CTKI wanita yang diamankan berasal dari PT Putra Pertiwi Jaya Lestari," ungkapnya.

Ferdi menerangkan tiga calon TKI perempuan saat itu hendak menjalani medical check-up di klinik kesehatan Haninah, yang lokasinya berada di sebelah PT Bidar Timur.

"Diamankan juga 1 orang driver dari PT Putra Pertiwi Jaya Lestari yang mengantar CTKI perempuan untuk medical check-up di klinik kesehatan Haninah, yang lokasinya di sebelah PT Bidar Timur," paparnya.

Dari lokasi penggeledahan, polisi menyita tiga lembar tiket pesawat Srilanka Air Lines bertanggal 10 Mei 2017 dengan rute dari Kuala Lumpur ke Kolombo, kemudian ke Riyadh.

Selain itu, disita juga tiga lembar tiket pesawat Lion Air beserta boarding pass tertanggal 9 Mei 2017 dengan rute Jakarta ke Kuala Lumpur. Kemudian, tiga lembar boarding pass Air Asia tertanggal 9 Mei 2017 dengan rute Jakarta ke Kuala Lumpur. Polisi juga menyita sejumlah dokumen milik PT Bidar Timur.

"Semua PPTKIS yang diduga terlibat dalam jaringan TPPO ke Timur Tengah sudah kita geledah dan dilakukan penyegelan," tegas Ferdy. (dtc/kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
muhardi

Berita Terkini

Poster Pelecehan Lambang Negara Muncul di Undip

Kamis, 18 Mei 2017 - 09:07 WIB

Pasangan Gay di Aceh Dihukum Cambuk 85 Kali

Rabu, 17 Mei 2017 - 16:15 WIB

Tiga Rumah Dinas TNI AL Terbakar di Dumai

Rabu, 17 Mei 2017 - 13:07 WIB

Balada Cinta Terlarang Sopir Truk Berujung Maut

Rabu, 17 Mei 2017 - 08:52 WIB

Lagi, Tahanan Kabur dengan Cara Jebol Dinding

Minggu, 14 Mei 2017 - 01:23 WIB

Polisi Selidiki Kematian Pasien Pemilik Ringgit

Sabtu, 13 Mei 2017 - 20:25 WIB

Seorang WNI Tewas Ditembak Polisi Malaysia

Jumat, 12 Mei 2017 - 18:55 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia