Ilustrasi tahanan. (net)

Kamis, 18 Mei 2017 - 20:40 WIB 6020000

Akibat Aksi Unjuk Rasa, Pendemo Dipenjara dan Dipaksa Makan Kotoran Manusia

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Venezuela dianggap bertanggung jawab dalam pelanggaran hak asasi manusia dengan cara memukuli dan menyiksa para pengunjuk rasa yang ditangkap lalu menjebloskan mereka ke penjara.

Lembaga pembela hak asasi Human Right Watch yang menuding pemerintah Venezuela atas peristiwa itu.

Di antara penyiksaan yang dialami para tahanan itu, sungguh mengejutkan, mereka dipaksa makan pasta dicampur kotoran manusia.

Dalam pernyataan bersama HRW dan lembaga swadaya masyarakat Venezuelan Penal Forum (VPF), dinyatakan sedikitnya 275 warga sipil yang berunjuk rasa ditangkap dan dijebloskan ke penjara militer pada akhir Maret lalu, seperti dilansir laman Breitbart, Kamis (18/5/2017).

Gelombang unjuk rasa di Venezuela dimulai ketika Mahkamah Agung yang dikuasai partai sosialis pengusung Presiden Nicolas Maduro berupaya membatalkan keberadaan lembaga Majelis Nasional dan mengubah institusi menjadi lembaga legislatif.

Maduro kemudian mengumumkan pembentukan kongres konstitusi yang bertugas merancang undang-undang dasar baru yang nantinya akan memperluas kekuasaan eksekutif dan membatasi wewenang majelis nasional yang dikuasai oposisi.

Dari 275 demonstran yang ditangkap, 159 di antaranya masih dipenjara dan pemerintah Venezuela tidak punya dokumen terkait kesalahan mereka.

Setelah mengumpulkan bukti dari mereka yang sudah dibebaskan dan keluarga demonstran yang masih dipenjara, kedua lembaga pembela hak asasi itu menemukan pelanggaran HAM yang terjadi di balik jeruji besi.

Di antara pelanggaran HAM itu adalah tentara Garda Nasional Bolivar (GNB) memukuli tahanan dengan tongkat alumunium serta menggunduli rambut.

"Sedikitnya ada 15 tahanan yang mengaku dipaksa makan pasta bercampur kotoran manusia," kata pernyataan HRW dan VPF.

Ketua VPF Alfredo Romero dalam wawancara di Radiao Caracas mengatakan mereka memperkirakan ada sekitar 1500 tahanan politik yang saat ini dibui di Venezuela.

"Ada banyak kasus penyiksaan dan kami melihat sendiri seseorang disundut rokok di tangannya. Apa yang terjadi sangat parah," kata Romero. (RB/merdeka)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Bandara Changi Singapura Ditutup

Selasa, 16 Mei 2017 - 22:45 WIB

Berikut Daftar Nama 4 Kapolres yang Baru

Selasa, 16 Mei 2017 - 14:13 WIB

Donald Trump Sedang Cari Direktur FBI Baru

Minggu, 14 Mei 2017 - 07:31 WIB

Korut dan AS Berdamai?

Sabtu, 13 Mei 2017 - 18:31 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia