ilustrasi pengungsi

Jumat, 19 Mei 2017 - 19:40 WIB 4290000

Kekejaman Rutan Imigrasi Malaysia Terbongkar! Lusinan Imigram Meninggal Dunia

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Lusinan imigran dilaporkan meninggal di Pusat Rumah Tahanan Imigrasi Malaysia sejak tahun 2015 hingga 2017. Data yang dirilis Komisi Pemantau Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini pun menguak perlakukan kejam rutan imigrasi Malaysia.

Menurut laporan dilansir dari laman The Guardian, Jumat (19/5/2017), para pencari suaka dan pengungsi dipaksa tinggal dengan kondisi serba terbatas, ruangan yang terlalu penuh, dan mereka juga kekurangan air, makanan, dan obat-obatan.

Dari beberapa orang yang dibebaskan dan berhasil diwawancara, mereka mengaku melihat secara langsung setidaknya ada seorang rekan meninggal saat ditahan. Menurut mereka kebanyakan karena penyakit, tetapi ada juga yang disiksa.

"Mereka cuma memberi kami air dalam gelas kecil bersamaan dengan makanan diantarkan. Kalau kami haus terpaksa minum air dari toilet," kata seorang pengungsi Rohingya, Mouyura Begum (18).

Mouyura ditahan selama lebih dari setahun di Detensi Imigrasi Belantik. Dia lantas membeberkan bagaimana sikap para penjaga di sana.

"Penjaga itu datang cuma kalau ada tahanan yang mau meninggal. Kalau kami protes atau minta izin ke rumah sakit, mereka malah memukuli kami," ujar Mouyura.

Kebanyakan dari mereka yang meninggal itu berasal dari Myanmar. Namun, jumlah itu bukan berasal dari satu detensi imigrasi saja. Namun dari 17 lokasi penahanan imigrasi.

"UNHCR hanya diberitahu cuma kalau pengungsi kami catat meninggal. Sedangkan ada juga yang tidak terdata oleh kami," kata perwakilan UNHCR di Malaysia, Richard Towle.

Mantan penghuni detensi mengaku mereka bisa mendekam berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sambil menunggu permohonan status pengungsi mereka terbit dan menghindari deportasi. Rata-rata mereka dibui sekitar 16 bulan.

"Kematian ini sulit dicegah. Cara menanganinya mudah saja. Malaysia harus berhenti memperlakukan pengungsi seperti penjahat," kata Direktur Eksekutif lembaga nirlaba Fortify Rights, Amy Smith.

Sedangkan menurut Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan ada 161 orang meninggal sepanjang 2014 sampai 2016 di tahanan imigrasi.

"Hal ini yang ditutupi pemerintah," kata Wakil Ketua Dewan Komite Hak Asasi Manusia Malaysia, Andrew Khoo.

Kebanyakan memang pengungsi dan pencari suaka di Malaysia berasal dari etnis muslim Rohingya di Myanmar. Sayangnya, hukum di Malaysia membolehkan pendatang asing ilegal ditahan tanpa batas selama diperlukan.

Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia, SUHAKAM, menyatakan telah mengajukan permintaan otopsi buat orang-orang dicurigai meninggal tak wajar di detensi imigrasi. [mdk)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Taruna Akpol Tewas Diduga Dianiaya Belasan Senior

Jumat, 19 Mei 2017 - 10:36 WIB

Poster Pelecehan Lambang Negara Muncul di Undip

Kamis, 18 Mei 2017 - 09:07 WIB

Pasangan Gay di Aceh Dihukum Cambuk 85 Kali

Rabu, 17 Mei 2017 - 16:15 WIB

Tiga Rumah Dinas TNI AL Terbakar di Dumai

Rabu, 17 Mei 2017 - 13:07 WIB

Balada Cinta Terlarang Sopir Truk Berujung Maut

Rabu, 17 Mei 2017 - 08:52 WIB

Lagi, Tahanan Kabur dengan Cara Jebol Dinding

Minggu, 14 Mei 2017 - 01:23 WIB

Polisi Selidiki Kematian Pasien Pemilik Ringgit

Sabtu, 13 Mei 2017 - 20:25 WIB

Cari Judul Berita





Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize