Fahri Hamzah (net)

Selasa, 13 Juni 2017 - 15:06 WIB 4300000

KPK dan OTT Recehan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pada malam ketika kita bisa merenung. Kita wajib memikirkan substansi. Negara adalah entitas rasional. Dan saya senang karena istana tahu posisi untuk tidak terbawa oleh emosi pimpinan KPK yang sedang galau.

Sebab selalu begitu. KPK minta tolong ke istana setelah semua usaha dilakukan. Sekarang dukungan publik tidak sebesar dulu. Saya ingat kelakuan ini sudah berkali.

KPK bertindak sebagai partai politik. Lobby sana lobby sini. Di satu sisi KPK selalu menyebut diri independent (sebagaimana UU menyebutnya demikian). Tetapi KPK terlalu aktif penggalangan. KPK aktif menerima orang yang akan memuji dan memberikan dukungan tetapi menolak kritik dan pengawasan DPR. Ini yang membuat KPK nampak sebagai kekuatan politik dari sekedar penegak hukum. Mental berpolitik ini bahkan turun ke penyidik dan pegawai

Saya belum pernah mendengar di seluruh dunia ada lembaga penegak hukum punya serikat pegawai. Seorang pegawai dihukum oleh pimpinan KPK lalu dilepas kembali karena didemo oleh serikat pegawai. Ini hukum?

Seorang pimpinan KPK mengeluh karena disemprot oleh pegawai, "bapak orang baru di sini, saya sudah 10 tahun." Abraham Samad pernah mengeluh kepada saya bahwa dia disadap. Pimpinan KPK seperti hanya embel-embel karena dosanya disandera. Pimpinan KPK banyak yang gak paham tiba-tiba sudah ada penyadapan atau OTT. Lalu siapa yang pimpin lembaga ini? Siapa yang tanggungjawab?

Ada banyak yang publik belum tahu soal KPK ini dan publik wajib tahu setiap kewenangan dan uang yang dipakai. Ini saat memulai era baru di KPK setelah 15 tahun. Saatnya bersih-bersih. KPK itu sapu yang tidak boleh kotor. Sebab jika KPK kotor maka KPK tidak sedang membersihkan republik ini tetapi sedang mengotorinya. Saya hanya takut kepastian hukum hilang. Dampaknya kepada perekonomian. Dampaknya pada perut rakyat. Jangan lupa!

KPK boleh gagah tangkap sana sini tapi kalau ketidakpastian merajalela. Negara ini berhenti. (RB/yopi)

*Oleh Fahri Hamzah, penulis adalah wakil ketua DPR RI

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Dan Rakyat pun Berhak Curiga

Senin, 12 Juni 2017 - 19:28 WIB

Damailah, Jangan Seret Negara Berbuat Aniaya

Senin, 12 Juni 2017 - 15:41 WIB
Opini

Mengurai Kusut Masai RTRW Riau

Senin, 12 Juni 2017 - 10:12 WIB

Ramadan Bulan Kepedulian Sosial

Sabtu, 10 Juni 2017 - 14:12 WIB

Surga yang Teristimewa

Sabtu, 10 Juni 2017 - 11:57 WIB
OPINI

Pancasila Fondasi Rumah Besar "Indonesia"

Jumat, 02 Juni 2017 - 01:09 WIB

Bulan Harus Serakah Bersedekah

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:37 WIB

Cara Pemuda Memaknai Bulan Ramadhan

Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:07 WIB
OPINI

Pengorbanan Keniscayaan Jalan Dakwah

Kamis, 25 Mei 2017 - 00:36 WIB

Menjadi Generasi Tangguh

Selasa, 23 Mei 2017 - 22:57 WIB
Opini

Menakar Peluang Menang Kalah Petahana

Senin, 22 Mei 2017 - 13:17 WIB
Opini

Merawat Lembaga Anti Rasuah

Kamis, 20 April 2017 - 21:55 WIB
Opini

Adu Kuat Balon Gubernur Riau

Jumat, 07 April 2017 - 22:14 WIB
Opini

Kisah Tersangka yang tak Berujung

Senin, 03 April 2017 - 11:57 WIB

Riau AMANAH 2018?

Selasa, 14 Maret 2017 - 10:37 WIB

Investor Asing, Kawan atau Lawan ?

Jumat, 03 Maret 2017 - 19:06 WIB
Opini

Karena Kita Bersaudara

Selasa, 28 Februari 2017 - 17:02 WIB

Cara Berciuman yang Benar Berdasarkan Zodiak

Senin, 27 Februari 2017 - 02:09 WIB

Satu Masalah yang Belum Terselesaikan

Minggu, 26 Februari 2017 - 13:33 WIB

Beri Komentar, Gimana Jika Ahok jadi Ketua KPK?

Sabtu, 25 Februari 2017 - 10:10 WIB
Opini

Tidak Ada Hukum yang Lebih Baik daripada Hukum Allah

Minggu, 12 Februari 2017 - 17:51 WIB
Opini

Menjaga Marwah Gedung Panglima Ghimbam

Selasa, 07 Februari 2017 - 14:40 WIB

Uji Otak Mu dengan Teka-teki ini

Selasa, 07 Februari 2017 - 10:12 WIB
Opini

Kasus Penyadapan, Presiden Jokowi Juga Pernah Disadap

Minggu, 05 Februari 2017 - 18:16 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia