ilustrasi siswa SD (net)

Rabu, 14 Juni 2017 - 14:32 WIB 2310000

Mendikbud Bantah Pendidikan Agama Dihapus

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menerapkan kebijakan sekolah 8 jam sehari 5 hari sepekan atau full day school).

Seiring dengan kebijakan ini, tersiar juga kabar adanya penghapusan untuk mata pelajaran agama.

"Judul pemberitaan tersebut tidak tepat. Ada konteks yang terlepas dari pernyataan Mendikbud usai raker dengan Komisi X tadi siang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Ari Santoso dikutip dari okezone.com, Rabu (14/6/2017).

Ia mengatakan, bahwa upaya meniadakan pendidikan agama tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Menurut dia, konteks pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy kepada wartawan soal pendidikan agama merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

Dalam Permendikbud itu mengamanatkan sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai karakter utama religiositas atau keagamaan.

"Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan makin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler," kata dia.

Ari mengatakan bahwa Mendikbud mencontohkan penerapan penguatan pendidikan karakter telah dilakukan di beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Siak.

Di kabupaten tersebut memberlakukan pola sekolah sampai pukul 12.00, lalu dilanjutkan dengan belajar agama bersama para ustaz. Siswa di Siak mendapatkan makan siang dengan dana yang diambil dari APBD. Kemudian, lanjut dia, Mendikbud menyampaikan pola yang diterapkan Kabupaten Pasuruan dengan siswa sekolah akan belajar agama di madrasah diniah.

Ia mengatakan bahwa pernyataan Mendikbud telah sesuai dengan Pasal 5 Ayat (6) dan Ayat (7) Permendikbud tentang Hari Sekolah yang mendorong penguatan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler.

"Termasuk di dalamnya kegiatan di madrasah diniah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, retreat, katekisasi, baca tulis Alquran dan kitab suci lainnya," katanya. (okz)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Satu Rumah Satu Sarjana, Demi Pemerataan SDM Kampar

Jumat, 02 Juni 2017 - 05:03 WIB

Nasib Guru Rohul

Selasa, 30 Mei 2017 - 13:33 WIB

Luar Biasa, 2 Bocah SD Indonesia Terbaik di Dunia

Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:04 WIB

Delapan Orang Siswa SD Ikuti Ujian Nasional Susulan

Selasa, 23 Mei 2017 - 18:09 WIB

Convocation ke IX, 298 Mahasiswa UNISI Diwisuda

Sabtu, 20 Mei 2017 - 06:37 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia