Novel Baswedan saat menjalani perawatan pasca teror penyiraman air keras (foto:bbc)

Rabu, 14 Juni 2017 - 17:10 WIB 2620000

Novel Curiga Ada Oknum Petinggi Polisi yang Terlibat

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan seakan-akan tak ada kemajuannya. Padahal, kasus tersebut menjadi sorotan hingga media internasional.

Sampai-sampai, Novel disebut sebagai penyidik perkara korupsi papan atas oleh TIME. Hal ini tertuang dalam hasil wawancara TIME dengan Novel dari ruang perawatannya di Singapura.

Novel pun buka-bukaan terkait teror yang menimpanya itu. Novel merasa 2 bulan penyelidikan kasusnya yang tanpa hasil membuatnya mengafirmasi akan informasi awal terkait siapa dalang atas teror yang menimpanya itu.

"Sebenarnya saya sudah menerima informasi bila seorang jenderal polisi -- seorang pejabat polisi tingkat atas -- telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan bila informasi itu bisa saja salah. Namun kini ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar," ucap Novel kepada TIME seperti dilansir time.com, Rabu (14/6/2017).

Wawancara itu dilakukan TIME pada 10 Juni lalu. Proses penyembuhan mata Novel pun masih dilakukan, tetapi TIME mengatakan bila Novel duduk di ranjangnya dengan mata terbuka tetapi penglihatannya kabur.

Novel diserang pada 11 April 2017 seusai menunaikan salat subuh di masjid di dekat kediamannya di Jakarta Utara. Setelah itu, polisi terus mencari pelaku penyiraman air keras itu dan berhasil mengamankan setidaknya 4 orang.

Namun tidak ada satu pun terduga pelaku itu dijerat dengan pidana lantaran mereka dinyatakan tidak terbukti terlibat. Polisi pun sampai saat ini masih melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku belum membaca tentang hal itu. Namun, dia meminta nantinya Novel bisa menerangkan tentang hal itu dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Sejauh ini, Novel belum pernah diperiksa berkaitan dengan hal itu.

"Saya belum baca itu. Jadi begini, Novel itu kalau ada informasi, tolong dituangkan di dalam BAP, diceritakan di dalam BAP. Karena jika tidak, percuma saja, tidak ada nilainya di mata hukum. Tidak projusticia," kata Setyo dikutip dari detik.com.(dtc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Patrialis Akbar Jalani Sidang Perdana Kasus Suap

Selasa, 13 Juni 2017 - 12:05 WIB

Buni Yani Didakwa Sengaja Menyebarkan Fitnah

Selasa, 13 Juni 2017 - 11:44 WIB

Hary Tanoe Diperiksa Polisi Terkait 'SMS Gelap'

Senin, 12 Juni 2017 - 10:40 WIB

Akhirnya...Banding Vonis Ahok Resmi Dicabut

Kamis, 08 Juni 2017 - 19:56 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia