Sampah menumpuk di jalan perawang

Kamis, 15 Juni 2017 - 20:30 WIB 3220000

Menumpuknya Sampah di Perawang, DPRD Siak Janji Akan Panggil DLH

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Terkait menumpuknya sampah di kota Perawang, DPRD Siak akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai Dinas yang menangani masalah kebersihan untuk mempertanyakan permasalahan tersebut.

"Sudah satu bulan ini, kita melihat sampah menumpuk di Perawang. Untuk itu, Komisi II DPRD Siak akan menggelar hearing terkait masalah sampah ini, dengan DLH," kata Anggota DPRD Siak Syamsurijal, Kamis (16/6/17).

Dengan menumpuknya sampah di Perawang membuat masyarakat tidak nyaman, kata Syamsurijal. Selain merusak pemandangan, sampah itu juga membuat aroma yang busuk disekitar tempat pembuangan itu.

"Secara individu saya sudah hubungi, dan secara kelembagaan Komisi II sedang mengagendakan Hearing. Menghadirkan Dinas Pasar untuk meminta keterangan bagaimana kondisi sebelumnya, dan transisi pindah ke DLH. Menghadirkan DLH menanyakan apa masalah yang ada hingga sampah menumpuk, sekaligus Camat," kata Sekretaris Komisi II Syamsurijal.

Politisi Demokrat mendesak DLH untuk segera tanggap, bisa mewujudkan visi Kepala Daerah khususnya dibidang kebersihan dan menjaga lingkungan hidup.

"Kita harus bisa mengoptimalkan potensi dengan segala keterbatasan saat ini, meski APBD menurun, uang lambat cair, namun tidak ada alasan SKPD lamban bekerja. Kami Dewan sudah bekerja maksimal, bahkan mendesak Kementrian Keuangan untuk Tranfer APBD saja kami lakukan, padahal itu bukan seharusnya pekerjaan kami, namun kami ingat masyarakat Siak," kata Syamsurijal.

Selaku wakil rakyat dari Tualang Syamsurijal mengaku, akan memperjuangkan agar masalah sampah ini tidak berkepanjangan. Karena sampah sudah membuat masyarakat tidak nyaman.

Sementara Kabid DLH Adnan saat dikonfirmasi melalui telephon celuler tidak memberikan jawaban.

Sementara Camat Tualang Zalik Effendi saat dikonfirmasi mengaku pihaknya telah berkoordinasi ke DLH, selain meminta BLH menyelesaikan sampah, ia juga meminta penjelasan.

"Pengakuan DLH, armada kurang. Tidak ada uang untuk perbaikan armada. DLH berjanji akan tetap mengankut sampah, namun tidak bisa secepat dahulu," kata Camat.

Dampak rasionalisasi ini bukan hanya ke anggaran Operasional kendaraan, namun penghilangan pekerja UP.

"Dulu ada pekerja UP, kami bisa perintah saja pekerjaan beres, semua bersih. Sekarang UP sudah tidak ada, tidak ada lagi uang untuk menggaji UP," terang Camat. (RB/Agus)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Agus Suhaili

Berita Terkini

Tualang Banjir Lagi, Kali Ini Makin Parah

Rabu, 14 Juni 2017 - 19:09 WIB

Berkah Ramadan, Hujan Hapus Titik Panas

Rabu, 31 Mei 2017 - 12:52 WIB

Waspada, Hujan dan Petir Berpeluang Terjadi di Riau

Selasa, 30 Mei 2017 - 11:25 WIB

Riau Panas, Ancaman Kebakaran Lahan Gambut Tinggi

Minggu, 28 Mei 2017 - 14:09 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia