RIAUBOOK.COM- Untuk melihat sejauh mana pencapaian keberhasilan visi misiKepala Daerah dan Wakil Kepala Dearah periode 2011-2016 yang tertuang dalam dokumen RPJMD, Bappeda Kabupaten Kampar melakukan ekpose Evaluasi Kinerja PembangunanDaerah (EKPD) RPJMD 2011-2016 di depan Tim LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB), di ruang rapat utama Kantor Bupati Kampar, Kamis (15/06/2017).
Bupati Kampar pada kesempatan itu diwakili Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Azwan, tampak juga Ketua Tim LPPM IPB Arief Rahman, Kepala Subbid Litbang Bappeda Eka Anggara dandiikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Pemda Kampar dan undangan lainnya.
Dalam paparannya, Azwan menyampaikan bahwa tujuan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah dalam satu periode kepemimpinan Kepala Daerah tahun 2011-2016 harus berdasarkan pencapaian visi dan misi dengan melihat tingkat capaian pembangunan daerah dan RPJMD Kabupaten Kampar tahun 2011-2016.
"Hasil Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah berguna untuk Pencapaian Visi Dan Misi Pencapaian Kebijakan Makro Ekonomi (Perkembangan Ekonomi, Pembiayaan Daerah) serta Pencapaian Pembangunan Daerah (Indikator Sasaran, IKU dan IKD). Hal ini sesuai dengan Visi Kabupaten Kampar yakni'Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Kampar yang Madani, Berakhlak dan Bermoral, Menuju Kehidupan yang Sehat, Sejahtera, serta Berdaya Saing pada Tahun 2016'," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan status pencapaian visi belum sepenuhnya terwujud, sebab dari 106 indikator sasaran, yang mencapai target sebesar 71,7 persen. Misi dengan pencapaian paling tinggi pada misi keempat.
Secara keseluruhan mulai dari indikator sasaran. Indikator kinerja daerah dan indikator kinerja utama tingkat pencapaiannya adalah sebanyak 58,5% berstatus hijau, 26,4% berstatus merah dan 15,5 persen berstatus abu-abu.
Sementara Ketua LPPM IPB Arief Rahman mengatakan, bahwaterdapat satu isu strategis daerah untuk dijadikan perhatian, yaitu soal kebocoran daerah (regional leakage) yang disebabkanpotensi nilai tambah yang tidak dapat dimanfaatkan karena ketimpangan antar wilayah.
Menyikapi hal tersebut kepala Bappeda mengatakan bahwa Bupati Kampar H. Azis Zaenal mempunyai concern (kepedulian) yang sama dengan tim IPB terhadap isu kebocoran wilayah .
"Untuk itu Azwan mengharapakan tim LPPM IPB dapat membantu dan bekerja keras dengan OPD dalam penyusunan RPJMD periode 2017-2022 untuk menambal kebocoran dengan membuat program-programyangstrategis sehingga Kabupaten Kampar menjadidaerah destinasi dan bukan jalur transit lagi,"pungkasnya.(RB/RI)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…