Online Shop

Sabtu, 17 Juni 2017 - 11:01 WIB 10260000

Ternyata, Konsumen Indonesia Suka Belanja Online Saat...

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Perilaku belanja online atau online shop kian marak seiring pesatnya perkembangan teknologi. Termasuk di Indonesia, konsumen pun makin banyak yang beralih ke pola ini karena dirasa lebih mudah dan efisien.

Berdasarkan penelitian dari iPrice group pada bulan puasa ini banyak dihabiskan masyarakat untuk belanja online. Mereka membandingkan 400.000 pengunjung website iPrice pada periode dua minggu sebelum Ramadan (22 April—4 Mei) dan dua minggu awal Ramadan (27 Mei—8 Juni).

Dari hasil analisa tersebut terdapat tiga hal menarik mengenai konsumen online Indonesia.

1. Masyarakat Indonesia menggunakan waktu sahur untuk belanja online

Pada bulan Ramadan masyarakat muslim di Indonesia bangun lebih awal sekitar pukul 4 pagi untuk mempersiapkan dan menyantap sahur. Setelah sahur, mereka memiliki beberapa jam senggang yang bisa digunakan untuk bersiap-siap aktivitas lainnya.

Menurut data iPrice salah satu kegiatan yang dilakukan masyarakat pada pagi hari adalah mencari barang, promosi dan juga diskon dari toko-toko online. Kegiatan ini dilakukan pada pukul 05.00-06.00. Namun jumlah konsumen online pria lebih banyak 4 — 5 persen dari wanita. Terlihat bahwa pria cendrung menggunakan waktu paginya untuk mencari produk dan juga penawaran dari toko online.

2. Jam istirahat siang digunakan untuk belanja online

Selain jam pagi, lonjakan yang cukup signifikan belanja online terjadi pada jam istirahat siang yaitu sekitar pukul 12.00—13.00. Jika dibandingkan dengan periode dua minggu sebelum lebaran, ada peningkatan cukup tinggi di waktu tersebut sebesar 50 persen.

Jika pada periode sebelumnya, masyarakat menggunakan waktu istirahat siang untuk makan dan minum, namun tidak pada bulan Ramadan. Salah satu aktivitas yang dilakukan masyarakat ketika istirahat siang hari adalah mencari produk atau promosi dari toko-toko online. Pada jam siang, jumlah konsumen wanita lebih banyak 5 persen dibandingkan pria.

3. Pertumbuhan konsumen baru pria lebih tinggi dari wanita

Dari data iPrice, pertumbuhan jumlah konsumen baru pria lebih besar dari wanita pada periode Ramadan. Dibandingkan dengan periode dua minggu sebelum, konsumen baru pria meningkat 45 persen, sedangkan peningkatan konsumen baru wanita hanya sebesar 33 persen.

Mark Gungor menjelaskan bahwa ada perbedaan antara otak wanita dan pria. Salah satu poin yang ia sampaikan ketika menjelaskan perbedaan pria dan wanita adalah 'Men on a mission, women on a journey'. Hubungannya dengan belanja online adalah pria cendrung berorientasi pada misi dan juga tugas, sedangkan wanita lebih berorientasi pada pencarian.

Konsumen pria mengetahui bahwa akan banyak diskon dan juga promosi khusus dari toko-toko online pada bulan Ramadan. Sehingga, para pria yang memiliki 'misi' atau ingin membeli sesuatu, memanfaatkan momentum Ramadan untuk berbelanja online. Hal ini yang menyebabkan jumlah pertumbuhan konsumen baru pria lebih tinggi dari wanita.

Jika dibandingkan pada periode biasa, jumlah pertumbuhan konsumen baru wanita lebih tinggi tinggi dari pria. Wanita 5 persen dan pria 3 persen. (mdk)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
muhardi

Berita Terkini

Ekspansi Bisnis, Blibi.com Akuisisi Tiket.com

Jumat, 16 Juni 2017 - 11:17 WIB

Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan Polisi

Jumat, 16 Juni 2017 - 10:12 WIB

Qatar Borong Puluhan Jet Tempur F-15 dari AS

Jumat, 16 Juni 2017 - 07:31 WIB

Lebaran kian Dekat, Harga Sawit Turun

Selasa, 13 Juni 2017 - 13:30 WIB

Luar Biasa, Impor Pupuk Riau Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:00 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia