Barang bukti OTT Pimpinan DPRD Mojokerto

Sabtu, 17 Juni 2017 - 21:19 WIB 3540000

Saat OTT di Mojokerto, KPK Sita Rp 470 Juta

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Mojokerjo, Jawa Timur, Jumat (16/6/2017) dinihari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap 6 orang.

Selain itu, KPK juga menyita Rp 470 juta yang niatnya diberikan untuk ketua DPRD dari Kadis PUPR.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menjelaskan, Rp 300 juta dari total uang yang disita tersebut diduga merupakan pembayaran atas total komitmen fee Rp 500 juta yang hendak diberikan kepada pimpinan DPRD Kota Mojokerto.

"Diduga senilai Rp 300 juta itu merupakan pembayaran atas total komitmen Rp 500 juta dari Kadis PUPR kepada pimpinan DPRD Kota Mojokerto," kata Basaria, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (17/6/2017).

Selain menjelaskan uang Rp 300 juta dari total sitaan Rp 470 juta, Basaria juga menerangkan bahwa tim KPK berhasil menyita uang Rp 170 juta yang sampai saat ini masih dalam pengembangan.

"Lalu 170 lagi diduga ini terkait dengan komitmen setoran masih dalam pengembangan terus sampai saat ini," terangnya.

Lebih lanjut, Basaria menuturkan uang tersebut masing-masing ditemukan dari orang yang berbeda-beda yang uang itu merupakan untuk komitmen triwulan.

"Setoran ini juga komitmen setoran untuk triwulan yang disepakati. Sebelumnya jadi uang tersebut diamankan dari Asada Rp 140 juta ditemukan di mobilnya WF kemudian yang Rp 300 juta ditemukan di mobil perantara H dan yang Rp 30 juta dari tangan perantara T kemudian barang bukti semuanya saya disegel dan dibawa ke Jakarta," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam operasi tangkap tangan di Mojokerto, Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Pemkot Mojokerto Wiwiet Febryanto sebagai pemberi suap.

Lalu, Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo (PDI-P), Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani (PKB), dan Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Umar Faruq (PAN) selaku penerima suap.

Sedangkan dua orang lain yang juga diamankan karena menjadi perantara suap, H dan T, saat ini masih berstatus sebagai saksi.

Pemberi suap dalam kasus ini dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara penerima suap dalam kasus ini dijerat dengan pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20001 Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (kcm/mdk)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
muhardi

Berita Terkini

KPK OTT 3 Pimpinan DPRD dan Kadis PU Mojokerto

Sabtu, 17 Juni 2017 - 20:56 WIB

Kantor DPRD Mojokerjo Disegel KPK

Sabtu, 17 Juni 2017 - 10:54 WIB

Pesawat Susi Air Ditembak di Puncak Jaya

Jumat, 16 Juni 2017 - 15:39 WIB

12 Orang Tewas dalam Kebakaran Apartemen di London

Kamis, 15 Juni 2017 - 10:34 WIB

Kapal Indonesia Tenggelam di Selat Malaka

Kamis, 15 Juni 2017 - 10:24 WIB

Banjir Terjang Lapas, Puluhan Napi di Jambi Kabur

Rabu, 14 Juni 2017 - 14:51 WIB

Kereta Api Terbakar Setelah Tabrak Mobil

Selasa, 13 Juni 2017 - 22:52 WIB

Iran Kirim Pesawat Berisi Sayur ke Qatar

Senin, 12 Juni 2017 - 19:13 WIB

Gempa 6,3 SR Guncang Sukabumi dan Sekitarnya

Senin, 12 Juni 2017 - 10:23 WIB

Waduh, PSK Dikapak Pelanggannya hingga Sobek

Minggu, 11 Juni 2017 - 21:11 WIB

Bos Koperasi Tewas Ditembak Perampok

Jumat, 09 Juni 2017 - 21:15 WIB

KPK Sita Rp 78 Juta dari Lemari Basuki

Jumat, 09 Juni 2017 - 04:51 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia