Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin

Senin, 19 Juni 2017 - 15:09 WIB 2930000

Terlanjur Makan Mie yang Mengandung Babi, ini Kata MUI

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Empat jenis mie instan asa Korea telah dinyatakan positif mengandung babi. Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menjelaskan hukum bagi masyarakat yang telah mengonsumsi mie haram tersebut.

"Ya, kalau tidak tahu mudah-mudahan diampuni oleh Allah, tapi kalau sudah tahu, berhenti," ujar KH Ma'ruf saat dihubungi Republika.co.id melalui sambungan telepon, Senin (19/6/2017).

Kiai Ma'ruf menerangkan, bagi masyarakat Muslim yang sudah terlanjur mengonsumsi produk mengandung babi, namun tidak mengetahui jika produk tersebut mengandung babi, maka hukumnya makruh. Namun jika mereka (masyarakat Muslim) telah mengetahui ketidakhalalan produk tersebut, tapi tetap mengonsumsinya maka itu haram hukumnya.

"Sebenarnya enggak boleh dia, makanya masyarakat jangan mengonsumsi sesuatu yang tidak ada logo halalnya," kata Kiai Ma'ruf.

Menurut Kiai Ma'ruf, masyarakat Muslim harus lebih jeli dan selektif dalam memiliki produk makan, dengan memastikan komposisi dan keterangan halal dari produk tersebut. Bagi mayarakat Muslim yang terlanjut mengonsumsinya, diimbau untuk tidak mengulanginya dan harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk yang tidak jelas kehalalannya.

"Okelah ini kan sudah kelewat, mudah-mudahan diampuni oleh Allah. Tapi sudah itu berhenti dan sesudah berhenti, jangan lagi mengonsumsi produk yang tidak bersertifikat halal," ujar dia.

KH Ma'ruf mengatakan, saat ini Indonesia memang belum jelas menetapkan produk yang boleh dan tidak boleh masuk ke pasaran, termasuk produk makanan. Importir, kata dia, tidak dapat disalahkan karena mereka (importir) tidak memberikan logo halal.

"Ini pelajaran buat semua. Kalau nanti makanan Indonesia sudah wajib halal, tidak boleh mereka (produk mengandung babi) masuk ke sini," kata Kiai Ma'ruf.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito menyatakan ada empat jenis produk mengandung babi, yakni Mi Instan U-Dong dengan nama dagang Samyang, Mi Instan (Shin Ramyun Black) dengan nama dagang Nongshim, Mi Instan Rasa Kimchi dengan nama dagang Samyang, dan Mi Instan (Yeul Ramen) dengan nama dagang Ottogi.

Keempat produk ini diimpor oleh PT Koin Bumi. Hal itu tertera dalam surat perintah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor IN.08.04.532.06.17.2432 tertanggal 15 Juni 2017.

"Iya, betul. Saya sudah menginstruksikan Kepala Balai di seluruh Indonesia, Balai POM kan ada di semua provinsi, sudah bergerak semua untuk menarik (produk tersebut)," kata Penny, Ahad (18/6).

BPOM juga melakukan pencabutan nomor izin edar karena produk tersebut tidak sesuai dengan ketentuan. Menurut Penny, pihak importir pada saat registrasi tidak menyampaikan bahwa produk yang mereka edarkan mengandung babi atau turunannya. Untuk keamanan masyarakat, BPOM akan memberikan peringatan publik terkait produk ini. (rep)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Bupati Azis Tanyakan Perkembangan Palestina

Senin, 19 Juni 2017 - 14:14 WIB

BRI Riau Peduli Anak Yatim

Sabtu, 17 Juni 2017 - 23:02 WIB

Belajar dari Hewan dalam Alquran

Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:54 WIB

Masya Allah, Begini Bentuk Rumah Nabi Muhammad

Sabtu, 17 Juni 2017 - 10:33 WIB

Iman yang Membawa ke Surga

Sabtu, 17 Juni 2017 - 08:21 WIB

SRL Berbagi Berkah di Bulan Ramadan

Kamis, 15 Juni 2017 - 12:53 WIB

Kamenag Pelalawan Isi Kultum Ini Katanya

Rabu, 14 Juni 2017 - 17:39 WIB

Kemenag Bantu Anak Yatim Itu merupakan Perintah

Rabu, 14 Juni 2017 - 17:19 WIB

SANLAT 2017 Ciptakan Generasi Muda Bermental Islam

Senin, 12 Juni 2017 - 01:07 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia