Satgas pangan Pemda Kampar yang diwakili sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Muhammad saat meninjau harga sembako di Pasar Kuok. (RB/RI)

Selasa, 20 Juni 2017 - 22:52 WIB 3490000

Satgas Pangan Kampar Pantau Harga Sembako, Alhamdulillah Kenaikan Harga Tidak Signifikan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya kebutuhan barang pokok melonjak naik. Untuk mengetahui harga barang, tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Kampar turun langsung di Pasar Kuok, Selasa (20/6).

Pemantauan tim satgas pangan dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar yang diwakili Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar Muhammad, didampingi Sekretaris Diskominfo dan Persandian Kampar Afdal.

Setelah peninjauan, Muhammad menyampaikan sembako yang telah dipantau seperti beras, kacang tanah, cabai merah kriting, cabe rawit, bawang merah jawa, bawang merah sumbar, gula pasir, tepung terigu, telur ayam ras dan telur ayam kampung, minyak goreng curah dipusaran pasar Kuok tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan.

"Hanya harga daging yang mengalami kenaikan, yang biasanya harga daging kerbau dan sapi Rp 120 ribu/kg naik menjadi 130 ribu/kg, sedangkan daging ayam juga mengalami kenaikan, yang semula hanya Rp 25 ribu/kg, sekarang menjadi Rp 30 ribu/kg,"katanya.

Ditambahkannya, Satgas pangan pun kedepannya sangat berharap harga sembako di Kabupeten Kampar tidak begitu mengalami kenaikan, hal ini perlu dilihat begitu terpuruknya ekonomi masyarakat belakangan ini, apalagi sumber pencarian masyarakat kebanyakan masih menggantungkan hidup dengan menyadap karet. Harga karet pun sekarang harganya tidak stabil dan selalu mengalami penurunan.

Sementara itu, salah seorang penjual daging kerbau, Alim, mengungkapkan kenaikan harga daging ini terpaksa dilakukan. Ia mengatakan, harga daging ini dibelinya dengan harga jual sama saat raya qurban. Untuk itulah kami sedikit menaikkan harganya.

Hal berbeda diungkapkan Nurdiati, penjual telur ayam ras. Disampaikannya, sejauh ini belum ada kenaikan barang dagangannya.

"Dengan harga biasa saja, konsumen tidak begitu ramai yang beli, apalagi harganya kita naikkan. Ia pun sadar, kurangnya daya beli konsumen disebabkan perekonomian masyarakat yang begitu anjlok belakangan ini," ungkapnya dengan lesu. (RB/RI)


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

Gubri Optimis Pertumbuhan Ekonomi Riau Terus Membaik

Selasa, 20 Juni 2017 - 11:49 WIB

Bupati Kampar: Bank Riaukepri Mitra Paling Favorit

Sabtu, 17 Juni 2017 - 23:12 WIB

Investor Lirik Industri Hilir Sagu di Meranti

Sabtu, 17 Juni 2017 - 22:51 WIB

Ekspansi Bisnis, Blibi.com Akuisisi Tiket.com

Jumat, 16 Juni 2017 - 11:17 WIB

Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan Polisi

Jumat, 16 Juni 2017 - 10:12 WIB

Qatar Borong Puluhan Jet Tempur F-15 dari AS

Jumat, 16 Juni 2017 - 07:31 WIB

Lebaran kian Dekat, Harga Sawit Turun

Selasa, 13 Juni 2017 - 13:30 WIB

Luar Biasa, Impor Pupuk Riau Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:00 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia