(RB/RLS)

Sabtu, 08 Juli 2017 - 02:16 WIB 7050000

Solusi Hijau Indonesia untuk Perubahan Iklim pada COP23 UNFCCC 2017 di Bonn

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM -Menuju pelaksanaanConference of the Parties(COP)-23United Nation Framework Convention on Climate Change(UNFCCC) di Bonn tanggal 6-17 November mendatang, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) melaksanakan pertemuan persiapan antarstakeholdersdi Jakarta, (06/07/2017).

Pertemuan ini dikawal oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) sebagaiNational Focal Point(NFP) Indonesia.

Direktur Jenderal PPI, Dr. Nur Masripatin, menyampaikan bahwa pertemuan COP kali ini agak berbeda dengan sebelumnya, yaitu satu konferensi dalam konsep dua zona ("One Conference, Two Zones Concept"). Dua agenda utama COP-23 yaitu perundingan (negosiasi) dan non perundingan.

"Secara umum, misi delegasi Indonesia pada COP-23 yaitumemastikan kepentingan Indonesia terakomodir dalam hasil pembahasan pengaturan rinciModality, Procedure, and Guidelines(MPGs) untuk pelaksanaanParis Agreement,"ujar Nur Masripatin.

Beberapa persiapan yang telah diakukan oleh KLHK antara lain yaitu, pembentukan tim negosiator, tim sekretariat delegasi RI, tim paviliun RI, penyiapan kantor delegasi RI, penyiapanside eventIndonesia dengan tema "Forest and Land Sector", penyusunan dan penyampaian submisi Indonesia, penyusunan posisi delegasi RI dan pedoman delegasi RI, yang telah dimulai sejak Juni 2017.

Tidak kalah penting, persiapan Paviliun Indonesia juga disampaikan oleh Staf Ahli Menteri LHK Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dr. Agus Justianto, yang menyebutkan tema paviliun kali ini yaitu "A Smarter World : Green Solutions for A Changing Climate". Tema ini menggambarkan komitmen, kesiapan, dan kesanggupan Indonesia dalam memberikan solusi untuk perubahan iklim global, melalui aksi nyata dan mendorong masyarakat dunia yang lebih cerdas.

"Tema tersebut dibagi kembali dalam empat sub tema yaitu, strategi (strategy), perencanaan (plan), implementasi (implementation) dan telaahan (review)," jelas Agus.

Agus juga menambahkan bahwa materi paviliun juga akan diperkaya dengan isu-isu dalam pojok iklim yang rutin dilaksanakan oleh KLHK, seperti energi alternatif, ketahanan perubahan iklim, partisipasi publik, instrumen kebijakan, praktek di lapangan, restorasi ekosistem, instrumen ekonomi dan keuangan, danblue carbon.

Menutup pertemuan persiapan ini, Nur Masripatin berpesan agar paviliun diselaraskan dengan misi delegasi Indonesia dalam negosiasi, dan kepada para stakeholder terkait diharapkan dapat berbagi informasi mengenai data dan hasil analisis teknis untuk mendukung negosiasi tersebut.(RB/RLS)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Shinta Sharlindra

Berita Terkini

BMKG: Sejumlah Wilayah Riau Diguyur Hujan

Jumat, 07 Juli 2017 - 13:33 WIB

60 Persen Lahan di Riau Masuk Wilayah Hutan

Selasa, 04 Juli 2017 - 11:09 WIB

Ada 10 Titik Panas Terdeteksi di Provinsi Riau

Jumat, 30 Juni 2017 - 09:51 WIB

NASA Temukan 10 Planet yang Mirip Bumi

Selasa, 20 Juni 2017 - 17:11 WIB

Tualang Banjir Lagi, Kali Ini Makin Parah

Rabu, 14 Juni 2017 - 19:09 WIB