ilustrasi tahanan KPK

Sabtu, 08 Juli 2017 - 15:04 WIB 11860000

Terungkap, KPK Lakukan Kekerasan Terhadap Para Tersangka

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM - Tim Pansus Hak Angket KPK baru-baru ini menjumpai para koruptor yang menjalani tahanan di Lapas Sukamiskin Bandung. Dalam kunjungan tersebut, terungkap beberapa cerita terkait penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap para tersangkanya.

"Mereka menunjuk perwakilan dari seluruh penghuni lapas. Ada belasanlah," kata Diungkapkan anggota Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu dikutip dari detik.com, Sabtu (8/7/2017).

Namun Masinton enggan membeberkan siapa saja napi yang bercerita soal pengalaman mereka menjadi tersangka oleh KPK.

Masinton mengaku ada napi yang pernah diborgol selama 23 jam. Lalu napi tersebut dibawa dari satu kota ke kota lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk proses pemeriksaan.

"Ya, itu diborgol, terus dibawa dari satu kota ke kota lain. Itu pas pemeriksaan," beber Masinton.

Selain itu, ada napi yang mengaku pernah diberi obat selama menjalani pemeriksaan. Setelah diberi obat, napi tersebut mengaku tidak sadarkan diri. Lalu napi itu kembali menyebut dibawa entah ke mana sampai pukul 5 pagi.

"Dikasih obat. Karena dia merasa sakit, sedang tak fit, terus sama KPK dibawain dokter KPK. Terus sama KPK katanya ya dikasih obat. Ya udah, dia merasa nggak sadar. Nggak tahulah dibawa ke mana," paparnya.

"Kemudian dia tanpa sadar dibawa-bawa sampai jam lima pagi," lanjutnya.

Namun, menurut politikus PDIP itu, Pansus Hak Angket KPK tidak langsung percaya begitu saja pada kesaksian para napi. Masinton mengatakan Pansus akan melakukan cross-check kebenaran cerita tersebut bersama KPK. Mereka akan mengecek seperti apa sebenarnya prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK.

"Ya, kita melihat bila itu benar, peristiwa itu ada yang diceritakan, ya kita tinggal melihat SOP KPK seperti apa. Hukum acara seperti apa. Bertentangan atau tidak," ucapnya.

"Nggak boleh dong (semena-mena). Masak penegakan hukum semena-mena. Berarti ada kejahatan dalam penggunaan jabatan, dong," imbuhnya. (dtc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 44.3 %
Syamsuar-Edy Nasution 8.6 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 21.9 %
Lukman Edy-Hardianto 25.1 %
Hasil berdasarkan dari 43860 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
muhardi

Berita Terkini

Kotak Hitam Heli Basarnas Dikirim ke Perancis

Rabu, 05 Juli 2017 - 14:23 WIB

Gubri Hadiri 'Hari Rayo Onam'

Senin, 03 Juli 2017 - 12:32 WIB

Nama Unik Lagi, Ramadan Dorojatun Putra Fly Over

Senin, 03 Juli 2017 - 09:48 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia