Kobaran api melalap sejumlah mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi berlangsungnya KTT G20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7/2017)

Sabtu, 08 Juli 2017 - 21:42 WIB 8130000

KTT G20 Berlangsung di Tengah Kerusuhan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Aksi unjuk rasa mewarnai pertemuan puncak KTT G20 yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (7-8/7/2017). 20 ribu polisi Jerman pun disiagakan untuk menghalau ribuan demonstran di Kota Hamburg. .

Personel polisi dalam jumlah besar turun tangan ketika sekitar seribuan demonstran yang berpakaian hitam-hitam menolak melepas penyamaran mereka.

Bentrokan pun tak bisa dielakkan. Polisi menggunakan meriam air dan semprotan merica, sementara para pengunjuk rasa melemparkan botol minuman dan benda-benda lain.

Sementara itu, di bagain lain di Hamburg dilangsungkan berbagai unjuk rasa yang secara umum berlangsung damai. Pemerintah kota dan aparat keamanan sudah mengantisipasi kerusuhan.

Toko-toko mulai ditutup dengan lapisan kayu, juga lobang yang memungkinkan orang masuk ke arena KTT.

Seperti pada KTT-KTT G20 sebelumnya, para pemrotes akan menggelar aksi yang diperkirakan akan diwarnai kekerasan. Laporan-laporan menyebutkan sekitar 100.000 para pengunjuk rasa antikapitaslime dari berbagai negara akan ikut meramaikan pertemuan di Hamburg dan ketika para pemimpin belum tiba saja, sudah marak beberapa aksi kekerasan.

Awal pekan ini, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa dan sempat terjadi bentrokan ketika pihak berwenang ingin membersihkan tenda-tenda yang didirikan para pengunjuk rasa.

Rabu (06/07) malam, satu bengkel mobil Porsche yang dibakar dan Kamis (07/07) malam para pengunjuk rasa rencananya akan menggelar aksi dan berupaya menggagalkan pertemuan yang akan dibuka Jumat (08/07).

Sebuah bengkel Porsche dibakar oleh para pengunjuk rasa antikapitalisme. Di kantor pusat polisi Hamburg, ketegangan amat terasa. Aparat dengan minibus dan mobil barang serta meriam air tampak disiapkan.

"Beberapa militan akan sangat agresif," kata Ralf Martin Meyer, Kepala Kepolisian Hamburg. "Dalam beberapa hari belakangan, kami menyita beberapa senjata yang dicanggihkan seperti katapel, pelempar bola, dan alat pemadam kebakaran yang diisi dengan bahan yang mudah terbakar yang akan digunakan untuk melawan polisi."

"Jumlah peralatan dan senjata itu membuat kami amat prihatin."

Bagaimanapun operasi besar-besaran polisi ini mengundang pro dan kontra di Jerman. Sejumlah pihak berpendapat terlalu banyak aparat yang dikerahkan dan terlalu keras.

Mereka juga melihat penutupan kota dan upaya untuk menahan para pengunjuk rasa tidak masuk ke dalam kota merupakan pelanggaran hak-hak untuk menggelar unjuk rasa damai yang dijamin di Jerman.

Sebagian pihak juga mempertanyakan pertimbangan untuk melaksanaan dari peristiwa ini di pusat kota yang padat.

Meski aksi penolakan terus berlangsung, KTT G20 tetap berlangsung. Kelompok G20 terdiri dari 19 negara, baik negara maju maupun berkembang, ditambah dengan Uni Eropa.

Kesembilan belas negara itu adalah Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Inggris Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan dan Turki.

Memang, yang agaknya akan menjadi pusat perhatian adalah Presiden Trump, yang untuk pertama kalinya pula akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (RB/bbc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Obama Percaya dengan Masa Depan Indonesia, Apa Itu?

Sabtu, 01 Juli 2017 - 23:49 WIB

Onta dan Domba Qatar Dilarang 'Merumput' di Arab

Rabu, 21 Juni 2017 - 10:52 WIB

Gerakan Berjamaah Melawan Korupsi!

Minggu, 11 Juni 2017 - 22:49 WIB

Ketua DPR RI Bagi-Bagi Uang di Kantor Golkar Dumai

Minggu, 11 Juni 2017 - 12:52 WIB

Ahok Harus Jalani Hukuman di Lapas!

Sabtu, 10 Juni 2017 - 18:14 WIB

Setelah Syamsuar, Kini Harris yang Daftar ke Nasdem

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:40 WIB

Turki Siap Pasok Makanan dan Air Bersih untuk Qatar

Kamis, 08 Juni 2017 - 09:32 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia