ilustrasi aliran sesat

Sabtu, 15 Juli 2017 - 21:02 WIB 2600000

MUI Sudah Mediasi Aliran Sesat 'Salat Menghadap Matahari'

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumedang turun tangan terkait aliran salat menghadap Matahari. MUI sudah memediasi antara pimpinan aliran salat hadap matahari, Elah dengan orang tua murid warga Kampung Bojong, Desa Cipacing, Sumedanng.

Pertemuan berlangsung 3 Juli 2017 lalu di kantor Kecamatan Jatinangor yang dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, Koramil, Polsek, MUI Kecamatan, dan warga.

"Penanganannya sudah sampai surat keputusan, pemberhentian kegiatan pembaiatan (syahadat), pemberhentian aktivitas mengajar. Kalau mau dakwah terbuka, jangan tertutup," kata anggota Majelis Fatwa MUI Sumedang Dadang Wahyudi dikutip dari detikcom, Sabtu (15/7/2017).

Dadang menyebut ajaran yang diperintahkan Elah diindikasi sesat. Poin yang diindikasikan menyimpang yaitu adanya pembaiatan syahadat, salat boleh menghadap ke timur, dakwah lebih penting dari pada salat, dan ada aspek politik yang menyangkut Pancasila dan thogut.

"Mengindikasi aliran sesat, itu indikasi gerakan radikal. MUI menolak ajaran seperti itu," ujar Dadang menegaskan.

MUI baru memberi keputusan atas hasil permusyawarahan antara warga dan MUI Sumedang. Sejauh ini MUI belum mengeluarkan fatwa.

"Jika dia (Elah) masih melakukan pengajian dan meresahkan warga, kami akan mengambil langkah tegas," ucap Elah.

Sementara itu, Elah, perempuan yang mengajari belasan remaja di Sumedang salat menghadap matahari, telah angkat kaki dari rumahnya. 'Markas' Elah kini terkunci dan sepi.

Elah bersama suami dan anak-anaknya menghuni sebuah rumah yang beralamat di Kampung Bojong RT 02 RW 15 Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Seorang warga bernama Dede menceritakan suami Elah terkadang datang menengok kondisi rumah itu. "Kalau Elah-nya sepertinya sekarang tinggal di rumah mertuanya," ujar Dede.

Elah dan keluarga meninggalkan rumah sejak beredarnya berita dugaan penyebaran aliran sesat. Sejak 1 Juli 2017, warga menyebut rumah Elah aktif digunakan sebagai tempat pengajian.

Namun, setelah terjadi konflik yang diduga Elah menyebarkan paham aliran sesat, kampung tersebut menjadi heboh dan aktivitas pengajian dihentikan mulai 2 Juli 2017.

"Permasalahan sebenarnya sudah terjadi tanggal 2 Juli lalu dan sudah ditangani oleh MUI Kabupaten Sumedang dan perangkat kecamatan, dari mulai polsek, koramil, dan lainnya," kata Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata.

Menurut dia, isu ini ramai lagi setelah menjadi buah bibir di media sosial. "Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing karena masalah ini sudah ditangani pihak-pihak terkait," ujar Hari.

Dia menambahkan aktivitas warga sekitar juga telah kembali normal. (RB/dtc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

424 Calon Haji Inhil, 'Insya Allah Semua Berangkat'

Jumat, 14 Juli 2017 - 09:49 WIB

Empat Makna Ketupat, Hidangan Lezat di Hari Raya

Senin, 26 Juni 2017 - 07:23 WIB

Polisi Meranti Berbagi Bingkisan Lebaran

Sabtu, 24 Juni 2017 - 09:01 WIB

Lakukan Empat Sunah ini Sebelum Salat Ied

Kamis, 22 Juni 2017 - 12:41 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia