Ilustrasi. (net)

Jumat, 04 Agustus 2017 - 10:17 WIB 3900000

Kasak-kusuk hingga Posisi Basah-Kering (Rencana Mutasi) Pejabat Pemprov Riau

Share ke BBM

Ibarat bola salju yang menggelinding kencang. Begitulah perumpamaan derasnya kabar menyeruak tentang rencana mutasi pejabat eselon di lingkup Pemprov Riau.

Rencana mutasi bukan lagi sekadar isu tapi sesuatu yang hampir pasti dilakukan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Hanya tinggal menunggu waktu saja, ratusan posisi akan mendapat pejabat barunya, mulai dari jabatan eselon IV hingga eselon II.

Tak pelak di arus bawah, rencana mutasi kian hangat diperbincangkan. Tak cuma diperbincangkan, bahkan aparatur sipil negara (ASN) sudah banyak yang mulai melakukan berbagai 'ikhtiar' agar bisa masuk dalam mutasi tahun ini.

Jurus lobi sana, lobi sini pun mulai digunakan. Ya, apalagi kalau tidak untuk satu asa, 'kursi basah' dan menampik kekawatiran tak dapat kursi basah atau naas posisi nonjob.

Yang saat ini duduk di kursi basah tentu akan berusaha untuk mendapatkan posisi basah di tempat lain yang lebih tinggi. Atau paling tidak bisa bertahan di (atau seperti) posisi basah yang sekarang diduduki.

Sementara bagi yang saat ini tak mendapat kursi tentu akan berusaha bisa meraih kursi. Basah tak basah tak jadi soal yang penting dapat kursi. Tapi, kalau bisa dapat kursi basah mengapa tidak.

Berbagai rumor tentang rencana mutasi ini pun bermunculan. Mulai dari yang menyebut kalau mutasi kali ini hanya rotasi hingga ada pula yang menyebut tak mungkin hanya rotasi, promosi pasti sebuah keniscayaan hal ini jika melihat kebutuhan Organisasi Perangkat Derah (OPD).

Selain menciptakan suasana kasak-kusuk, mutasi sekaligus menjadi peluang bagi ASN. Maklum, bukan rahasia umum lagi banyak manfaat yang akan didapat ASN jika mendapat posisi. Mulai dari segi prestasi, jenjang karir sampai ke soal penghasilan.

Meski dalam dogmanya, ASN itu harus siap ditempati di posisi mana saja, termasuk bila tak kebagian kursi basah, ya harus terima dengan lapang dada. Tapi, tetap tak bisa dipungkiri, menjadi pejabat di lingkup Pemprov Riau adalah prestise yang prestisius. Jadi wajar, ASN akan berebut dan berusaha 'sekuat tenaga'.

Jika merunut ke aturan, yang pasti penempatan, promosi (mutasi) pejabat adalah hak prerogratifnya seorang kepala daerah, tidak terkecuali bagi Gubernur Andi Rachman asal sesuai aturan yang berlaku.

Mutasi kali ini memiliki nuansa agak berbeda. Ini karena pada tahun 2018 mendatang Riau akan menyelenggarakan pemilihan gubernur di mana salah satu kandidat yang akan ikut bertarung adalah Andi Rachman selaku petahana.

Tak ayal banyak kalangan menilai inilah momentum yang paling tepat bagi seorang Andi Rachman melakukan mutasi dengan formasi skuat yang bisa menyokognya pada Pilkada mendatang. Terbantahkah penilaian ini? Hanya Andi Rachman yang bisa menjawab pasti pertanyaan yang satu ini.

Namun yang jelas, bagi masyarakat Riau berharap, nantinya penempatan seorang pejabat seyogianya benar-benar didasari pada pertimbangan profesionalitas atau penyegaran dan bukan atas pertimbangan kepentingan politik semata. Pergeseran dan promosi hendaknya dilakukan atas pertimbangan kemampuan bukan karena pertimbangan suka atau tidak, dekat atau tidak, pertimbangan kedaerahan, atau mungkin karena 'dil-dil' tertentu.

Ini perlu menjadi penekanan karena bagaimanapun juga ASN harus bebas dari intervensi dan kepentingan politik. ASN harus berjalan dalam koredornya sesuai dengan undang-undang tentang ASN itu sendiri.

Intervensi politik terhadap dunia ASN justru melahirkan pragmatisme, pengkotakan dan menyebabkan timbulnya disorientasi profesionalisme yang pada akhirnya melahirkan pola penilaian, prestasi ASN tidak lagi diukur atas kemampuan, kualitas dan kecakapan, tapi pada kedekatan dan kecekatannya meraih simpatik penguasa. Semoga.***

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Doni Rahim

Berita Terkini

Perubahan Iklim Lingkungan

Minggu, 06 Agustus 2017 - 10:18 WIB
Opini

Bangsa Cakap Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 14:09 WIB
Dirgahayu KNPI ke 44

Bangkit Pemuda Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 12:18 WIB
Opini

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00 WIB
Opini

Demokrasi Kita Terancam

Rabu, 19 Juli 2017 - 12:34 WIB
Opini

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Selasa, 18 Juli 2017 - 18:25 WIB
Editorial

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Rabu, 12 Juli 2017 - 10:56 WIB
Editorial

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Senin, 03 Juli 2017 - 11:23 WIB

Mukjizat Terbesar

Rabu, 28 Juni 2017 - 15:03 WIB

Cerita Fiksi KPK

Minggu, 18 Juni 2017 - 18:52 WIB

Rahasia Malam Seribu Bulan

Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:50 WIB

Menjadi Umat Terbaik

Sabtu, 17 Juni 2017 - 08:17 WIB

Dicari Segera Pemimpin yang Kuat Lagi Baik

Kamis, 15 Juni 2017 - 02:12 WIB

Ramadhan Luruskan Fitrah

Selasa, 13 Juni 2017 - 16:30 WIB
OPINI:

KPK dan OTT Recehan

Selasa, 13 Juni 2017 - 15:06 WIB

Dan Rakyat pun Berhak Curiga

Senin, 12 Juni 2017 - 19:28 WIB

Damailah, Jangan Seret Negara Berbuat Aniaya

Senin, 12 Juni 2017 - 15:41 WIB
Opini

Mengurai Kusut Masai RTRW Riau

Senin, 12 Juni 2017 - 10:12 WIB

Ramadan Bulan Kepedulian Sosial

Sabtu, 10 Juni 2017 - 14:12 WIB

Surga yang Teristimewa

Sabtu, 10 Juni 2017 - 11:57 WIB
OPINI

Pancasila Fondasi Rumah Besar "Indonesia"

Jumat, 02 Juni 2017 - 01:09 WIB

Bulan Harus Serakah Bersedekah

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:37 WIB

Cara Pemuda Memaknai Bulan Ramadhan

Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:07 WIB
OPINI

Pengorbanan Keniscayaan Jalan Dakwah

Kamis, 25 Mei 2017 - 00:36 WIB

Menjadi Generasi Tangguh

Selasa, 23 Mei 2017 - 22:57 WIB
Opini

Menakar Peluang Menang Kalah Petahana

Senin, 22 Mei 2017 - 13:17 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia