Editorial

Kasak-kusuk hingga Posisi Basah-Kering (Rencana Mutasi) Pejabat Pemprov Riau

Ibarat bola salju yang menggelinding kencang. Begitulah perumpamaan derasnya kabar menyeruak tentang rencana mutasi pejabat eselon di lingkup Pemprov Riau.

Rencana mutasi bukan lagi sekadar isu tapi sesuatu yang hampir pasti dilakukan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Hanya tinggal menunggu waktu saja, ratusan posisi akan mendapat pejabat barunya, mulai dari jabatan eselon IV hingga eselon II.

Tak pelak di arus bawah, rencana mutasi kian hangat diperbincangkan. Tak cuma diperbincangkan, bahkan aparatur sipil negara (ASN) sudah banyak yang mulai melakukan berbagai 'ikhtiar' agar bisa masuk dalam mutasi tahun ini.

Jurus lobi sana, lobi sini pun mulai digunakan. Ya, apalagi kalau tidak untuk satu asa, 'kursi basah' dan menampik kekawatiran tak dapat kursi basah atau naas posisi nonjob.

Yang saat ini duduk di kursi basah tentu akan berusaha untuk mendapatkan posisi basah di tempat lain yang lebih tinggi. Atau paling tidak bisa bertahan di (atau seperti) posisi basah yang sekarang diduduki.

Sementara bagi yang saat ini tak mendapat kursi tentu akan berusaha bisa meraih kursi. Basah tak basah tak jadi soal yang penting dapat kursi. Tapi, kalau bisa dapat kursi basah mengapa tidak.

Berbagai rumor tentang rencana mutasi ini pun bermunculan. Mulai dari yang menyebut kalau mutasi kali ini hanya rotasi hingga ada pula yang menyebut tak mungkin hanya rotasi, promosi pasti sebuah keniscayaan hal ini jika melihat kebutuhan Organisasi Perangkat Derah (OPD).

Selain menciptakan suasana kasak-kusuk, mutasi sekaligus menjadi peluang bagi ASN. Maklum, bukan rahasia umum lagi banyak manfaat yang akan didapat ASN jika mendapat posisi. Mulai dari segi prestasi, jenjang karir sampai ke soal penghasilan.

Meski dalam dogmanya, ASN itu harus siap ditempati di posisi mana saja, termasuk bila tak kebagian kursi basah, ya harus terima dengan lapang dada. Tapi, tetap tak bisa dipungkiri, menjadi pejabat di lingkup Pemprov Riau adalah prestise yang prestisius. Jadi wajar, ASN akan berebut dan berusaha 'sekuat tenaga'.

Jika merunut ke aturan, yang pasti penempatan, promosi (mutasi) pejabat adalah hak prerogratifnya seorang kepala daerah, tidak terkecuali bagi Gubernur Andi Rachman asal sesuai aturan yang berlaku.

Mutasi kali ini memiliki nuansa agak berbeda. Ini karena pada tahun 2018 mendatang Riau akan menyelenggarakan pemilihan gubernur di mana salah satu kandidat yang akan ikut bertarung adalah Andi Rachman selaku petahana.

Tak ayal banyak kalangan menilai inilah momentum yang paling tepat bagi seorang Andi Rachman melakukan mutasi dengan formasi skuat yang bisa menyokognya pada Pilkada mendatang. Terbantahkah penilaian ini? Hanya Andi Rachman yang bisa menjawab pasti pertanyaan yang satu ini.

Namun yang jelas, bagi masyarakat Riau berharap, nantinya penempatan seorang pejabat seyogianya benar-benar didasari pada pertimbangan profesionalitas atau penyegaran dan bukan atas pertimbangan kepentingan politik semata. Pergeseran dan promosi hendaknya dilakukan atas pertimbangan kemampuan bukan karena pertimbangan suka atau tidak, dekat atau tidak, pertimbangan kedaerahan, atau mungkin karena 'dil-dil' tertentu.

Ini perlu menjadi penekanan karena bagaimanapun juga ASN harus bebas dari intervensi dan kepentingan politik. ASN harus berjalan dalam koredornya sesuai dengan undang-undang tentang ASN itu sendiri.

Intervensi politik terhadap dunia ASN justru melahirkan pragmatisme, pengkotakan dan menyebabkan timbulnya disorientasi profesionalisme yang pada akhirnya melahirkan pola penilaian, prestasi ASN tidak lagi diukur atas kemampuan, kualitas dan kecakapan, tapi pada kedekatan dan kecekatannya meraih simpatik penguasa. Semoga.***

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Terkait

Foto

Perubahan Iklim Lingkungan

MANUSIA dan bumi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta. Bumi merupakan tempat hidup dari komunitas kehidupan yang unik.…

Foto

Catatan Penting dari Kedatangan Jokowi ke Riau

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Riau pada Minggu (23/7/2017) lalu menyisakan sejumlah catatan penting yang patut kita cermati.Pertama,…

Foto

Bangsa Cakap Indonesia

Jika kita diminta untuk membicarakan tentang Negara "Indonesia" apa yang terlintas dalam benak pikiran kita. Tentunya pertama kalinya ketika kita…

Foto

Bangkit Pemuda Indonesia

Dirgahayu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke 44. Mengelola anak muda adalah PR besar kabinet Jokowi, anak muda saat ini…

Foto

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Rasanya perlu memberikan pemahaman kepada presiden PKS Sohibuliman tentang negara hukum. Sebab pernyataan yang bersangkutan tentang status saya di partai…

Foto

Demokrasi Kita Terancam

Kelak, Kita akan menyimpulkan bahwa kompleksitas demokrasi ini memerlukan akumulasi kearifan. Bukan tangan besi atau tirani. Kearifan itu buah dari…

Foto

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Ketika Fokus saat ini terkuras dengan Pro-Kontra kasus diterbitkannya Peraturan Pemerntah Pengganti Undang-Undang (PERPU) tentang Ormas oleh Pemerintah, rakyat dikejutkan…

Foto

Konferprov PWI Riau; Asa Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Wartawan

Perhelatan Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (Konferprov PWI) Riau telah usai. Pesta demokrasi wartawan Riau yang berlangsung di Pangkalan Kerinci,…

Foto

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Pemotongan anggaran kembali menghantui daerah dalam penyusunan APBD Perubahan 2017. Kondisi ini terjadi salah satunya karena kebijakan pemerintah pusat yang…

Foto

Surat Terbuka untuk Para Guru Besar Pendukung KPK

RIAUBOOK.COM - Ingin mengirim surat terbuka kepada Guru Besar KPK sebut saja demikian namanya. Sebagian mereka memakai Forum Rektor :Para…

Foto

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Setelah merayakan suasana Idul Fitri 1438 H, kini tiba saatnya kita semua menjalankan aktivitas keseharian seperti biasa.Berdasarkan Keputusan Presiden RI,…

Foto

KPK, Supermen dan Mitos Orang Pacaran

RIAUBOOK.COM - Lebih baik kita percayakan. Bahwa jika lembaga negara dibedah akan banyak peluang perbaikan kita lakukan.Jangan percaya lagi doktrin…

Foto

Pemberantasan Korupsi Harus Bersanding dengan Perlindungan Hak-hak Sipil

RIAUBOOK.COM - Saya cicil sedikit tulisan kecil soal Indonesia, Korea Selatan dan Korea secara umum. Setelah itu saya akan menceritakan…

Foto

Mukjizat Terbesar

RIAUBOOK.COM - Alquran sebagai mukjizat terbesar melewati tantangan para penyair, ahli retorika dan sastrawan Arab, seperti Musailamah, Lubaid bin Rabiah…

Foto

Sepandai-pandai Sembunyikan Kotoran Akan Bau Juga

RIAUBOOK.COM - Soal terbukanya borok KPK adalah hitungan hari. sepandai-pandai sembunyikan kotoran pasti bau juga. Lebih baik KPK dari awal…

Foto

Triliunan Kasus di Depan Mata Tak Tampak, OTT Recehan di Seberang Lautan Tampak

RIAUBOOK.COM - Setiap DPR RI akan membuat pansus angket maka pasti sebuah skandal besar akan terungkap. Itulah yang terjadi pada…

Foto

Cerita Fiksi KPK

RIAUBOOK.COM - Kita lagi menunggu cerita 14 anggota DPR yang katanya mengembalikan uang ektp. Siapa mereka ya? Kenapa dilindungi ya?Kenapa…

Foto

Rahasia Malam Seribu Bulan

RIAUBOOK.COM - Ramadhan adalah bulan yang sarat keutamaan. Salah satu keutamaannya adalah adanya malam kemuliaan atau yang disebut dengan malam…

Foto

Menjadi Umat Terbaik

RIAUBOOK.COM - Secara teologis, kita semua yakin bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik karena Allah SWT menyebutkannya dalam surah…

Foto

Yang tidak Mau Terbuka Pasti Punya Agenda Rahasia

RIAUBOOK.COM - Cek kosong kepada KPK jangan lagi diberikan. Sebab KPK pun bisa jadi tempat para pelindung korupsi. Bukti-bukti saya…

foto

Pendidikan