ilustrasi korban pelecehan seksual

Jumat, 11 Agustus 2017 - 12:09 WIB 4020000

Bejat! Perkosa Putrinya 640 Kali, Pria di Malaysia Terancam Hukuman Penjara 12.000 Tahun

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Akibat perbuatan bejatnya, seorang pria Malaysia terancama hukuman 12.000 tahun di penjara. Ia diduga melakukan pelecehan seksual 646 kali terhadap putrinya sendiri.

Kejahatan seksual itu diduga dilakukan selama enam bulan saat remaja tersebut tinggal bersama predator yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.

Harian The Independent, Kamis (10/8/2017), melaporkan, sang ayah bakal dijebloskan di penjara selama 12.000 tahun jika terbukti melakukan 646 kali dugaan pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya terhadap anak perempuannya yang masih remaja itu.

Pejabat pengadilan di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia, memberlukan waktu dua hari penuh untuk membacakan semua 646 tuduhan terhadap pria berusia 36 tahun, yang telah bercerai dari istrinya.

Dia didakwa dengan 599 tuduhan sodomi terhadap anak perempuannya yang berusia 15 tahun, serta jumlah inses, perkosaan, dan kejahatan seks lainnya, semua diduga dilakukan dalam periode enam bulan ketika gadis itu tinggal bersamanya.

Terdakwa, yang tidak dapat disebutkan namanya untuk melindungi identitas putrinya, menolak semua tuduhan dan kasus tersebut dalam sidang pada Kamis kemarin.

Pengadilan khusus

"Dia bakal menghadapi hukuman penjara lebih dari 12.000 tahun," kata Aimi Syazwani, seorang wakil jaksa penuntut umum, kepada AFP di sebuah pengadilan khusus, yang baru dibentuk untuk kejahatan seks terhadap anak-anak di ibu kota pemerintahan, Putrajaya.

Untuk setiap tuduhan sodomi, terdakwa bisa dikenai hukuman penjara maksimal 20 tahun, serta hukuman cambuk.

Ayah yang bejat itu juga menghadapi tuntutan pemerkosaan yang dikenai hukuman maksimal 20 tahun, dan 30 tuduhan lainnya yakni melakukan penyerangan seksual, masing-masing dikenai hukuman, hingga 20 tahun penjara.

Jaksa memperingatkan adanya kemungkinan pria tersebut bakal melarikan diri atau mengintimidasi saksi. Namun, hakim Yong Zarida Sazali membantah kemungkinan itu.

Terdakwa, yang bekerja memasarkan produk investasi, ditangkap pada Juli 2017 ini setelah ibu sang gadis korban perkosaan itu melaporkan kekerasan seksual atas anaknya ke polisi.

Terdakwa memiliki anak-anak lain, dan korban adalah anak perempuan tertuanya. Dia dikatakan telah memiliki hak asuh atas anak itu sejak dia dan ibu anak tersebut bercerai dua tahun lalu.

Pengadilan yang didedikasikan khusus untuk kejahatan seksual terhadap anak-anak didirikan di Malaysia pada Juni 2017 setelah serentetan kejahatan seksual yang keji di negara itu.

Pengadilan akan fokus pada pelanggaran seperti pornografi anak, perawatan anak, dan serangan seksual anak bersamaan dengan Undang-Undang Pelanggaran Seksual terhadap Anak yang disahkan awal tahun ini.

Perkawinan anak belum dikriminalisasi di negara berpenduduk mayoritas Muslim. Sebelumnya, seorang anggota parlemen mengklaim, anak perempuan yang berusia sembilan tahun "secara fisik dan spiritual" siap untuk menikah. (kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Wabup Zardewan Pimpin Apel HUT Provinsi Riau Ke-60

Kamis, 10 Agustus 2017 - 10:40 WIB

Siang ini, KPK "Obok-obok" Balaikota Malang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 15:35 WIB

Kapolsek Bangko Datang Anak Panti Asuhan pun Senang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 12:19 WIB

Desa Sido Mukti Punya Gedung Serba Guna

Rabu, 09 Agustus 2017 - 01:06 WIB

Sapi Brahman Cross Cocok Dikembangkan di Kabupaten Siak

Selasa, 08 Agustus 2017 - 15:14 WIB

Ikut Tawuran, Belasan Ondel-ondel Diamankan Polisi

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:37 WIB

Rezim Jokowi, Apa Rezim Anti Kritik?

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:08 WIB

Dor! Polisi Tembak Mati Bos Sabu 17 Kg Asal Malaysia

Senin, 07 Agustus 2017 - 17:40 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia