potongan video oknum TNI pukul polantas di Pekanbaru

Jumat, 11 Agustus 2017 - 21:14 WIB 3580000

Panglima TNI: Anggota yang Pukul Polisi Pasti Dihukum!

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akhirnya angkat bicara terkait peristiwa pemukulan terhadap polisi satuan lalu lintas oleh anggota Komando Resor Militer Pekanbaru. Gatot menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Menurut dia, pelaku pemukulan sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru.

"Anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru," ujar Gatot seperti dikutip dari keterangan pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Jumat (11/8/2017).

Gatot pun memastikan bahwa anggota TNI berinisial WS itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Yang bersangkutan tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tutur Gatot.

Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang menampilkan pria berseragam TNI membentak anggota polantas yang juga sedang mengendarai motor. Tidak jelas apa yang dikatakan anggota TNI itu, namun nada suaranya tinggi.

Sementara, anggota polisi terlihat berbicara dengan tenang. WS, anggota TNI tersebut, kemudian menghampiri anggota polisi lebih dekat dan memukul bagian belakang helmnya.

Anggota polisi bernama Yoga itu langsung turun dari motornya dan masih mencoba berbicara dengan tenang. Akan tetapi, WS itu masih emosi dan menendang motor putih Yoga.

Peristiwa ini menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Sambil masih terbalut emosi, WS naik ke motornya dan meninggalkan lokasi. Yoga juga menjalankan motornya kembali.

Tak lama berselang, WS berhenti lagi dan turun dari motornya. Ia kembali memarahi Yoga yang berada di belakangnya. Kemudian anggota polisi lain datang dan merangkul WS untuk menenangkannya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Bukit Barisan Kolonel Edi Hartono membenarkan saat Kompas.com mengkonfirmasi foto WS yang nampak diborgol tangannya dan dirantai kakinya.

"Karena ada gangguan kejiwaannya, tentunya sebagai langkah antisipasi agar tidak ada korban berikutnya," kata Edi.

Menurut Edi, WS bertindak seperti itu karena mengalami gangguan kejiwaan. WS pernah menjalani pemeriksaan di rumah sakit militer. Hasilnya menyebutkan bahwa WS mengidap skizofrenia.

Setelah itu, WS menjalani pengobatan instensif dan sudah kembali bekerja. Namun, belakangan, penyakitnya kambuh.

"Dalam seminggu ini yang bersangkutan seperti orang bingung, ke sana kemari enggak jelas apa yang dikerjakan," kata Edi. (kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Harris Hebat, Kembali Terima Penghargaan

Jumat, 11 Agustus 2017 - 18:10 WIB

GP Anshor Gelar Silaturahmi Beserta TNI dan Polri

Jumat, 11 Agustus 2017 - 15:29 WIB

Wabup Zardewan Pimpin Apel HUT Provinsi Riau Ke-60

Kamis, 10 Agustus 2017 - 10:40 WIB

Siang ini, KPK "Obok-obok" Balaikota Malang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 15:35 WIB

Kapolsek Bangko Datang Anak Panti Asuhan pun Senang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 12:19 WIB

Desa Sido Mukti Punya Gedung Serba Guna

Rabu, 09 Agustus 2017 - 01:06 WIB

Sapi Brahman Cross Cocok Dikembangkan di Kabupaten Siak

Selasa, 08 Agustus 2017 - 15:14 WIB

Ikut Tawuran, Belasan Ondel-ondel Diamankan Polisi

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:37 WIB

Rezim Jokowi, Apa Rezim Anti Kritik?

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:08 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia