Pemisahan gelas untuk Muslim dan Nonmuslim di sebuah sekolah di Malaysia

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:19 WIB 1240000

Di Sekolah ini, Gelas Siswa Muslim dan non-Muslim Dipisahkan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sebuah sekolah di Malaysia kedapatan memisahkan cangkir minuman untuk siswa Muslim dan non-Muslim. Sekolah di Taman Puteri, Hulu Langat itu diketahui memisahkan cangkir untuk dispenser air minum.

Seperti dikutip dari vivanews.com, Sabtu (12/8/2017), pemisahan ini terlihat pada cangkir dengan label tulisan "Muslim" dan "non-Muslim" beredar di media sosial.

Seorang anggota sebuah organisasi non-pemerintah G25, yang mempromosikan moderasi dan kohesi nasional, mengatakan bahwa isu tersebut sangat mengganggu dan mencerminkan bagaimana Islam dalam beberapa waktu mendatang di Malaysia.

"Hal seperti ini hanya akan menciptakan perpecahan di kalangan orang Malaysia atas nama apa yang disebut praktik keagamaan. Ini menunjukkan betapa kita telah kehilangan akal kita, terutama nilai toleransi," kata Johan Arriffin, anggota G25.

Seperti diketahui, dalam Islam mengonsumsi hewan haram seperti daging babi sangat dilarang. Pemisahan gelas di sekolah tersebut diyakini didasarkan pada kekhawatiran bahwa non-Muslim akan mencemari cangkir dengan unsur nonhalal.

Tapi Johan membantah argumen itu. Ia mengatakan yang lebih penting adalah kebersihan cangkir dan bukan oleh siapa yang menggunakannya. "Dengan cangkir, Anda mencucinya dan bersih. Tidak masalah apakah itu digunakan oleh seorang Muslim atau tidak. Memisahkan seperti itu adalah hal bodoh," ujarnya.

Kementerian Pendidikan Malaysia belum mengomentari masalah ini. Namun, pendiri Parent Action Group for Education Malaysia (PAGE) Noor Azimah Abdul Rahim mengatakan bahwa praktik tersebut serupa dengan pemisahan era apartheid.

"Ini (apartheid) adalah kata yang kuat untuk menggambarkan kasus tersebut. Namun negara akan menuju ke arah itu jika kita tidak mengatasinya," katanya.

"Pada waktu apartheid, restoran dan bus dipisahkan dan kejadian ini mungkin merupakan permulaan dari itu. Jika kita tidak menghentikannya, itu akan menjadi lebih buruk dan akan mencapai titik di mana akan ada restoran dan toilet terpisah untuk Muslim dan non-Muslim. Itu bisa menyebabkan ekstremisme," ujarnya. (RB/viva)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Dua Perwira Berkelahi, Panglima TNI: Itu Tidak Etis!

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:00 WIB

Dua Mahasiswa Indonesia Ditahan Otoritas Mesir

Jumat, 11 Agustus 2017 - 21:18 WIB

Panglima TNI: Anggota yang Pukul Polisi Pasti Dihukum!

Jumat, 11 Agustus 2017 - 21:14 WIB

Harris Hebat, Kembali Terima Penghargaan

Jumat, 11 Agustus 2017 - 18:10 WIB

GP Anshor Gelar Silaturahmi Beserta TNI dan Polri

Jumat, 11 Agustus 2017 - 15:29 WIB

Wabup Zardewan Pimpin Apel HUT Provinsi Riau Ke-60

Kamis, 10 Agustus 2017 - 10:40 WIB

Siang ini, KPK "Obok-obok" Balaikota Malang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 15:35 WIB

Kapolsek Bangko Datang Anak Panti Asuhan pun Senang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 12:19 WIB

Desa Sido Mukti Punya Gedung Serba Guna

Rabu, 09 Agustus 2017 - 01:06 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia