Bagus Santoso. (dok)

Senin, 04 September 2017 - 09:51 WIB 2740000

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Share ke BBM

Oleh : Bagus Santoso, Anggota DPRD Provinsi Riau

Pemerintah Republik Indonesia telah mengalokasikan dan mendistribusikan dana desa untuk seluruh kabupaten dengan total Rp 127,6 triliun. Maka dari total anggaran dana desa tersebut, setiap desa mendapatkan rata- rata Rp 1 miliar.

Keseluruhan dana desa disalurkan pada tahun 2015 sebesar Rp.20,7 triliun,kemudian pada tahun 2016 naik menjadi Rp.46,9 triliun dan pada tahun 2017 sebesar Rp.60 triliun.

Dana yang mengucur dan beredar di pelosok desa tersebut bertambah 'tambun' lagi dengan dana desa yang bersumber dari APBD Kabupaten yang besarnya 10 persen dari dana perimbangan di APBD setiap daerah.

Di beberapa Kabupaten dan Provinsi Riau sejak otonomi daerah malahan lebih dulu meluncurkan program pemberdayaan desa ( P2D). Setidaknya kala Gubernur Rusli Zainal dari 1.846 desa/ kelurahan sedikitnya 1.200 desa setiap tahun dikucurkan dana dari APBD Provinsi Rp 500 ribu setiap desa . Jika mau jujur justeru program dana desa pemerintah RI ketinggalan dibandingkan Riau.

Kabupaten Bengkalis, Siak dan Rokhul juga selangkah lebih maju dengan program pemberdayaan desa. Khusus Kabupaten Bengkalis sangat istimewa, dimana setiap desa diberikan anggaran pembangunan yang dikelola langsung setiap desa Rp 1 miliar.

Program Pemberdayaan dana desa oleh Gubernur Riau, Bupati Bengkalis juga mencakup untuk kegiatan dana pendamping desa. Sayang sekali program

hebat yang digagas Rusli Zainal tidak dilanjutkan oleh Gubernur Anas Ma'mun maupun Arsyadjuliandi Rachman.

Bersyukur program pemberdayaan desa Provinsi Riau di contek oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Hanya saja dana desa yang dipegang oleh kementerian banyak memantik penyelewengan dan memakan korban.

Bandingkan kenapa dana desa Gubernur Riau relatif lebih aman dan tenang sementara dana desa dari kementerian yang diharapkan menjadi berkah malah ketiban musibah. P2D Provinsi Riau dikawal oleh pendamping desa yang profesional, berpengalaman, lulusan mahasiswa anak tempatan yang rela mengabdi dan berbakti dengan desanya. Mereka pro aktif memberikan sentuhan pendampingan dengan ikhlas dan penuh tanggun jawab sehingga dana tidak melenceng dari tujuannya. Menarik sekali data terkini pelamar calon pendamping desa di Riau mencapai 4.500, sementara yang diterima hanya 210 orang.

Pendamping desa semestinya tidak hanya menjalankan tugas rutinitas harian, tetapi juga sanggup 'menyemprit' Kades jika menyeleweng. Bandingkan dengan dana dari kementerian terkesan dilepas begitu saja, sehingga membuka celah disimpangkan. Akibatnya ratusan kepala desa terjerat kasus hukum.

Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis ada 110 kasus kasus penyelewengan dana desa dan alokasi dana desa sepanjang 2016 sampai 10 Agustus 2017. Pada kasus tersebut pelakunya rata- rata kepala desa atau kades. Selain itu juga ada pelaku lainnya diantaranya isteri kades. Menurut data dari ICW kerugian negara kasus penyelewengan dana desa mencapai Rp 30 miliar.

Terlepas dari terjadinya kasus penyelewengan desa, sejatinya dengan telah digelontorkannya anggaran Desa yang mengalir deras - baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten plus Anggaran desa itu sendiri . Dengan duit yang berputar mampu mampu merangsang dan memicu kemajuan desa- desa.

Dengan penuh suka cita, sekarang desa memiliki anggaran berkisar Rp 1 miliar hingga 1,5 miliar dalam satu tahun. Pada tataran kerangka positif dan harapan, jika anggaran tersebut dipergunakan dengan benar akan dapat memacu peningkatan pembangunan dan pemerataan sampai 25 kali lipat dibandingkan dengan kondisi sekarang.

Anggaran 'gemuk' hendaknya menjadi berkah bukan sebaliknya membawa musibah. Sebab, seperti catatan ICW mulai banyak kepala desa tersangkut perkara hukum. Jangan sampai anggaran besar justeru para kades menjadi tidak enak makan dan kurang nyenyak tidur. Tidak dipungkiri Jika kasus muncul maka berseliweran oknum- oknum yang mencari keuntungan pribadi dan kelompok mengail di air keruh.

Demi menghindari segala bentuk penyelewengan dan penyalahgunaan yang terjadi diperlukan pengawalan semua pihak . Sehingga menutup peluang yang tak patut. Dengan anggaran sangat besar, semua berharap seiring penerapan UU desa akan terhindarkan dari tindakan oknum yang bermental korup di tingkat desa. Maju dan jayalah desa kita, Amin.‎***

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

Perubahan Iklim Lingkungan

Minggu, 06 Agustus 2017 - 10:18 WIB
Opini

Bangsa Cakap Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 14:09 WIB
Dirgahayu KNPI ke 44

Bangkit Pemuda Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 12:18 WIB
Opini

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00 WIB
Opini

Demokrasi Kita Terancam

Rabu, 19 Juli 2017 - 12:34 WIB
Opini

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Selasa, 18 Juli 2017 - 18:25 WIB
Editorial

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Rabu, 12 Juli 2017 - 10:56 WIB
Editorial

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Senin, 03 Juli 2017 - 11:23 WIB

Mukjizat Terbesar

Rabu, 28 Juni 2017 - 15:03 WIB

Cerita Fiksi KPK

Minggu, 18 Juni 2017 - 18:52 WIB

Rahasia Malam Seribu Bulan

Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:50 WIB

Menjadi Umat Terbaik

Sabtu, 17 Juni 2017 - 08:17 WIB

Dicari Segera Pemimpin yang Kuat Lagi Baik

Kamis, 15 Juni 2017 - 02:12 WIB

Ramadhan Luruskan Fitrah

Selasa, 13 Juni 2017 - 16:30 WIB
OPINI:

KPK dan OTT Recehan

Selasa, 13 Juni 2017 - 15:06 WIB

Dan Rakyat pun Berhak Curiga

Senin, 12 Juni 2017 - 19:28 WIB

Damailah, Jangan Seret Negara Berbuat Aniaya

Senin, 12 Juni 2017 - 15:41 WIB
Opini

Mengurai Kusut Masai RTRW Riau

Senin, 12 Juni 2017 - 10:12 WIB

Ramadan Bulan Kepedulian Sosial

Sabtu, 10 Juni 2017 - 14:12 WIB

Surga yang Teristimewa

Sabtu, 10 Juni 2017 - 11:57 WIB
OPINI

Pancasila Fondasi Rumah Besar "Indonesia"

Jumat, 02 Juni 2017 - 01:09 WIB

Bulan Harus Serakah Bersedekah

Selasa, 30 Mei 2017 - 17:37 WIB

Cara Pemuda Memaknai Bulan Ramadhan

Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:07 WIB
OPINI

Pengorbanan Keniscayaan Jalan Dakwah

Kamis, 25 Mei 2017 - 00:36 WIB

Menjadi Generasi Tangguh

Selasa, 23 Mei 2017 - 22:57 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia