Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman)

Senin, 04 September 2017 - 14:10 WIB 9130000

Sepak Terjang Andi Rachman, Cagub Petahana Golkar

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kader Golkar satu ini telah digadang-gadangkan sebagai "nakhoda" perahu partai beringin untuk Pilgub Riau tahun depan.

Pria yang akrab disapa Andi Rachman ini memiliki power politik luar biasa setelah menetap sebagai Gubernur Riau menggantikan Annas Maamun yang kini meringkuk di bui akibat kasus korupsi.

Sepak terjang Andi Rachman di dunia politik tidak diragukan, namun hal itu didapat tidak dengan mudah dan melalui proses yang panjang.

Andi juga dikenal sebagai pengusaha sukses, jabatan penting yang pernah dipercayakan kepadanya adalah menjadi Ketua Hiswana Migas Riau, Ketua Hipmi Riau, dan Ketua Kadin Riau.

Ia juga terpilih menjadi Wakil Ketua Sekretaris Nasional Kerja Sama Eko Sub Regional dan Direktur Nasional IMT-GT Indonesia Business Council.

Sampai pada akhirnya Andi terpilih menjadi Wakil Ketua Kadin Indonesia pada tahun 2009. Tak heran jika KPU Riau pada Pilgub Riau sebelumnya menyatakan bahwa Andi merupakan Calon Wakil Gubernur Riau terkaya pada pemilihan 2014 lalu. Hal ini merupakan cerminan kesuksesan yang diraihnya selama ini.

Kiprah Politisi Senayan yang pernah duduk di Komisi VII DPR RI ini, membuatnya dipercaya juga memegang tampuk Wasekjen DPP Partai Golkar.

Lebih dari itu, Ia dipercaya menjadi Koordinator Wilayah Sumatera yang meliputi lima provinsi yakni Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Ia ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 122.14/5280/S.kep/2014, perihal penunjukan Wakil Gubernur Riau sebagai Plt Gubernur Riau.

Sebagai Plt Gubernur Riau, Andi Rachman memiliki kewenangan setara dengan gubernur. Ia boleh mengambil berbagai kebijakan strategis termasuk melakukan mutasi jabatan.

Tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Andi pun berjanji agar proyek di lingkup Pemprov Riau berjalan sesuai aturan, dan itu dilakukan hingga setahun jelang habisnya masa jabatan sebagai gubernur definitif.

Berebut Perahu Golkar

Sebagai kader elite Partai Golkar, bukan berarti Andi Rachman secara mudah mendapatkan perahu beringin itu menuju pertarungan memperebutkan Takhta Gubernur Riau tahun depan.

Melihat dari sejarah, partai berlambang pohon beringin ini memang pantas menjadi rebutan elite politik di daerah ini. Hal itu mengingat sudah empat periode di era demokrasi, Golkar selalu menang.

Sejumlah nama yang pernah diantarkan meraih mahkota Gubernur Riau adalah: Saleh Djasit (1998-2003), kemudian Rusli Zainal (2003-2013) dilanjutkan Annas Maamun dan terakhir Andi Rachman.

Hal itu menjadi bukti, bahwa dinasti beringin telah mengakar di Bumi Melayu, kader-kader 'satu keluarga' partai tersebut bergantian untuk menduduki takhta jelang penabalan Datuk Seri Setia Amanah.

Bahkan mengakarnya Golkar di Riau dibuktikan dengan keberhasilan yang dominan di tiap kabupaten/kota dengan merebut kekuasaan daerah sebagai bupati.

Sejumlah nama kader Golkar yang menjabat sebagai kepala daerah yakni: Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, Bupati Pelalawan M Harris, Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman/Sukiman, dan yang terakhir adalah Bupati Siak Syamsuar.

Perebutan perahu Partai Golkar dikabarkan datang dari sejumlah nama kader terbaik yang telah menduduki jabatan sebagai kepala daerah itu.

Sejumlah nama yang muncul bersaing dengan Andi Rachman untuk mengambil simpatik para petinggi DPP Golkar antara lain: Syamsuar, M Harris, Yopi Arianto, dan Irwan Nasir.

Banyak kepala daerah yang turun gunung untuk maju di Pilgub Riau tahun depan disebabkan kekuatan partai yang memang terbukti.

Ditambah lagi ketentuan yang menguntungkan bagi bupati, wali kota - cukup mengajukan cuti tidak perlu mengundurkan diri dari jabatannya. Sebagaimana Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 Tahun 2016 Pasal 4.

Kekuatan partai beringin yang telah mengakar di Riau memang menjadi jaminan untuk merebut Takhta Gubernur Riau. Namun, perebutan perahu yang maruk diprediksi akan mengacaukan arah dan dapat merusak mesin politik partai tersebut.

Dibutuhkan energi baru yang mampu menghasilkan tenaga kuat lewat kebersamaan para kader untuk mendukung keputusan DPP Golkar. Tentu saja. (RB/fazar)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

SK DPP-Golkar untuk Cagub Riau di Tangan Andi Rachman?

Senin, 04 September 2017 - 13:22 WIB

HM Wardan dan SU Berpasangan di Pilkada 2018 Mendatang?

Kamis, 31 Agustus 2017 - 13:22 WIB

Rapat Paripurna DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda

Senin, 28 Agustus 2017 - 16:22 WIB

Tim Eddy Tanjung Ambil Formulir Pendaftaran di PPP Riau

Jumat, 25 Agustus 2017 - 13:32 WIB

Pilgubri 2018, Syamsuar Ambil Formulir di PPP

Selasa, 22 Agustus 2017 - 15:10 WIB

Penting ya? Bangun Apartemen untuk Anggota DPR RI

Selasa, 15 Agustus 2017 - 17:46 WIB

4 Camat di Inhil Ikut Dilantik, Berikut Nama-namanya

Jumat, 11 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Wartawan Liputan Inhil Bentuk Organisasi IWO

Rabu, 02 Agustus 2017 - 23:30 WIB

Hidayat Hamid Serahkan SK DPK KNPI Kemuning Inhil

Rabu, 02 Agustus 2017 - 22:51 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia