Protes pembunuhan di Suriah. (net)

Minggu, 01 Oktober 2017 - 18:38 WIB 1610000

September Menyakitkan, 3.000 Orang Tewas di Suriah

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - September tahun ini menjadi sangat menyakitkan, lembaga pemantau Observatorium untuk Pengawasan Hak Asasi Manusia di Suriah, Minggu (1/10/2017) mengungkapkan, ada 3.000 orang yang tewas sepanjang September lalu.

Mereka adalah korban dari perang berkepanjangan di Suriah, di mana 955 korban tewas itu adalah warga sipil.

"Lebih dari 70 persen warga sipil yang terbunuh itu menjadi korban dari serangan udara Rusia, dan serangan udara koalisi internasional."

Hal itu dikatakan Kepala lembaga yang berbasis di Inggris tersebut, Rami Abdel Rahman, seperti dikutip kantor berita AFP.

Sebelumnya Rahman pun mengungkapkan informasi terbaru, di manan Gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS), telah merebut Kota Al-Qaryatain, di Suriah bagian tengah.

Kota itu selama ini dikenal sebagai simbol koeksistensi religius (berdampingan secara damai) di pusat Provinsi Homs.

Jatuhnya Kota Al-Qaryatain ke tangan para teroris terjadi dalam sebuah serangan mendadak terhadap pasukan rezim Suriah.

Bentrokan terjadi setelah para teroris menyelinap masuk dan melakukan serangan mendadak.

Rahman mengatakan, selama ini pasukan pemerintah mengepung dan menjaga kota tersebut. Sebab, ada pula warga Suriah beragama Kristen yang hidup di dalam kota itu.

Sebelum perang berkecamuk di tahun 2011, Al-Qaryatain menjadi rumah bagi sekitar 30.000 orang, 900 di antaranya adalah warga Kristen.

Pasukan rejim Suriah merebut kembali Al-Qaryatain pada bulan April 2016, setelah delapan bulan dikendalikan oleh para teroris.

Pada awal Agustus 2015, ISIS menculik 270 warga Kristen dari kota tersebut. Ratusan warga itu dibawa sejauh 90 kilometer ke kawasan gurun di Suriah, dan menguncinya di sebuah penjara bawah tanah.

Mereka baru dibebaskan 25 hari kemudian.

Dilansir RiauBook.com dari kompas, pada bulan yang sama, ISIS pun menghancurkan sebuah vihara di kota tersebut, dan juga sebuah gereja peninggalan abad ke-5 hingga menjadi puing-puing.

Para teroris itu memakai bahan peledak dan buldoser untuk menghancurkan rumah-rumah ibadah peninggalan bersejarah tersebut.

Awal pekan ini, para teroris juga melancarkan serangan terhadap posisi pemerintah di gurun Badiya di Suriah, hingga menewaskan sedikitnya 128 tentara. (RB/kpc)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Mantan Pegawai Google Sebarkan Agama dan Tuhan Baru

Minggu, 01 Oktober 2017 - 16:23 WIB

KB FKPPI dan PPM Kabupaten Pelalawan Gelar Nobar G30S PKI

Sabtu, 30 September 2017 - 19:56 WIB

IBI Mitra Pemerintah, Itu Kata Bupati Yopi

Jumat, 29 September 2017 - 13:12 WIB

Penuh Haru, Pisah Sambut Kapolres Kepulauan Meranti

Jumat, 29 September 2017 - 11:30 WIB

Meranti Tuan Rumah MTQ Riau 2018, Ini Harapan Bupati Irwan

Kamis, 28 September 2017 - 11:11 WIB

Warga Meranti Apresiasi Dana Desa

Kamis, 28 September 2017 - 11:06 WIB

RTRW Bukan Hukum Newton, Ketika Ada Aksi Baru Ada Reaksi

Senin, 25 September 2017 - 12:15 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia