Korban penembakan di AS. (net)

Selasa, 03 Oktober 2017 - 10:17 WIB 3870000

Penembakan Massal Terbesar dalam Sejarah AS Hanya Terjadi di Masa Kepemimpinan Donald Trump

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Peristiwa penembakan saat dilaksanakannya acara konser musik country di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat mengakibatkan 58 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka.

Penembakan yang diyakini dilakukan oleh seorang pria bersenjata, Stephen Paddock (64), menjadi penembakan massal terbesar dalam sejarah modern AS, dan itu hanya terjadi saat kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Jumlah korban tewas melampaui jumlah korban penembakan di kelab malam Florida tahun lalu, yang merenggut 49 nyawa.

Paddock yang adalah seorang warga setempat, ditembak mati oleh aparat keamanan di hotel, di mana dia melakukan penembakan brutal.

Berbagai reaksi muncul atas penembakan yang dilaporkan dilancarkan oleh pelaku tunggal tersebut.

Dikutip RiauBook.com dari kompas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada para korban dan keluarga mereka.

rb

Sejumlah orang yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan bersenjata di tengah konser musik di Mandalay Bay, Texas, Amerika Serikat, Minggu malam. (VIA NEW YORK TIMES)

Gubernur Nevada, Brian Sandoval, mengeluarkan pernyataan lewat Twitter.

"Aksi kekerasan yang tragis dan mengerikan telah mengguncang #Nevada family. Doa kami untuk para korban dan semua orang yang terkena dampak akibat tindakan pengecut ini."

Terduga penembak dilaporkan melancarkan aksinya dari lantai 32 di Mandalay Bay Resort dengan memberondong tembakan ke arah penonton konser.

"Perhatian dan doa kami berikan kepada para korban peristiwa tragis tadi malam."

"Kami berterima kasih atas tindakan segera yang dilakukan oleh pihak-pihak yang pertama kali memberikan respons."

Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh manajemen Mandalay Bay Resort.

Senator dari Negara Bagian Nevada Dean Heller, menyebut, penembakan tersebut sebagai aksi kekerasan yang tak berperikemanusiaan dan mengerikan.

Kecaman juga muncul dari luar AS.

Di London, Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, juga mengatakan serangan dalam festival musik itu mengerikan.

Ditambahkan Johnson, Inggris berdiri bersama rakyat AS dalam menentang hal yang disebutnya kekerasan tak pandang bulu.

Kepolisian Las Vegas mengatakan, pihak berwenang menemukan dua kendaraan yang mungkin bisa dijadikan alat bukti.

Mereka juga menemukan seorang perempuan, Marilou Danley, yang diduga bepergian bersama terduga penembak sebelum serangan. (RB/kpc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

TNI AL Tangkap 15 Perompak, Begini Kronologisnya

Senin, 02 Oktober 2017 - 12:12 WIB

Ibu-ibu Temukan Perwira TNI Meninggal di Kamar Kos

Senin, 02 Oktober 2017 - 11:13 WIB

Seorang Kakek Ditemukan Tewas Membusuk di Pinggir Jalan

Jumat, 29 September 2017 - 21:35 WIB

Telantarkan Janda, Ketua DK PERADI Pekanbaru Bantah Menipu

Selasa, 26 September 2017 - 10:40 WIB

Foto-foto Kebakaran Maut di Meranti, 3 Orang Tewas

Minggu, 24 September 2017 - 14:22 WIB

Kebakaran Maut di Meranti, 3 Orang Tewas Terpanggang

Minggu, 24 September 2017 - 14:08 WIB

PNS Pemilik Satu Paket Sabu-Sabu Ditangkap Polisi

Kamis, 21 September 2017 - 14:23 WIB

Saat Ditangkap Polisi, Pelaku Sedang Makan Daging Manusia

Selasa, 19 September 2017 - 16:22 WIB

Bentrokan YLBHI, Sejumlah Personel Kepolisian Terluka

Senin, 18 September 2017 - 11:38 WIB

Geger Temuan Bom di Kampar

Senin, 18 September 2017 - 09:04 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia