Ilustrasi. (net)

Selasa, 03 Oktober 2017 - 23:09 WIB 1560000

Anak Buah Wali Kota Pekanbaru Firdaus jadi Tersangka Korupsi Lampu Jalan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kejaksaan Tinggi Riau mengumumkan identitas empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerangan jalan di Pemerintahan Kota Pekanbaru, salah satunya inisial M, yang merupakan anak buah Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.

"Keempat tersangka yakni M, selaku penanggung jawab proyek, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Pemkot Pekanbaru, serta tiga orang broker atau makelar proyek inisial A, MJ dan MHR," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, Selasa (3/10).

Tiga tersangka sebagai makelar proyek itu juga merupakan pegiat LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) anti korupsi. Tapi, mereka malah diduga terlibat kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 1,3 Miliar itu.

Kejaksaan menjadwalkan untuk memeriksa keempatnya sebagai tersangka hari ini. Namun, mereka kompak untuk tidak memenuhi panggilan pertama penyidik pidana khusus tersebut.

"Hari ini mereka kita panggil untuk diperiksa tapi tak datang. Ada 3 yang tidak memberikan keterangan, dan satu mengirimkan surat bahwa dia tak bisa hadir," kata Sugeng.

Tersangka M, A dam MHR tidak memenuhi panggilan jaksa penyidik tanpa memberikan alasan. Sementara tersangka MJ mengirim surat pemberitahuan tidak hadir.

Menurut Sugeng, dalam kasus itu, terjadi mark up dalam pembelian lampu jalan tersebut. Modusnya, anggaran satu rekening kegiatan, malah dilakukan pemecahan hingga Penunjukan Langsung (PL) oleh pejabat di Pemko Pekanbaru itu. Proses PL dilakukan tidak dengan benar, bahkan direkayasa dan fiktif.

"Jadi, ada 29 orang penyedia barang, sudah ditentukan terlebih dahulu oleh PPK.

Ternyata yang ditunjuk hanya pinjam bendera. Yang digunakan oleh 3 tersangka sebagai makelar proyek itu," jelas Sugeng.

Kemudian, mereka membeli barang pada satu tempat di sebuah toko di Jakarta. Dalam pembelian itu, mereka juga merekayasa harga hingga terjadi penggelembungan yang tidak semestinya.

"Dari awal, soal harga sudah dikondisikan di toko itu. Ternyata harga sudah digelembunglan, proses harganya saja sudah melanggar hukum," kata Sugeng.

Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa 40 orang saksi, satu saksi ahli dan dua saksi lain yang akan dipanggil. Selain itu juga sudah diamankan 156 surat atau petunjuk terkait korupsi tersebut. Jaksa juga sudah menyita uang Rp146 juta.

Berdasarkan hasil perhitungan dari penyidik dan alat bukti, ditemukan kerugian Rp1,3 miliar dalam pengadaan proyek lampu jalan tersebut.

Meski begitu, penyidik juga berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau. Ternyata barang yang dibeli tidak sesuai spek.

Pengadaan lampu jalan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp6,7 miliar lebih. Kegiatan masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru.

Salah satu proyek dalam kegiatan itu adalah pengadaan lampu jalan LED di Kota Pekanbaru.. Kendati telah selesai dikerjakan, sejumlah lampu tak kunjung menyala. Bahkan kabel yang sudah dipasang malah dicopot oleh pihak supplier.

Untuk mengetahui permasalahan tersebut, DPRD Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu mencari tahu perusahaan yang melakukan pekerjaan proyek tersebut. Hasil di lapangan ditemukan ternyata banyak sekali perusahaan yang terlibat salah satunya PT ACS.

Perusahaan tersebut diketahui melakukan pekerjaan pemasangan lampu LED di Jalan Semangka sebanyak 17 unit, Jalan Fajar Ujung 17 unit dan Jalan Bahagia 17 unit. Kuat dugaan pencopotan lampu-lampu itu dikarenakan pihak rekanan masih memiliki utang kepada suplier.

Selaian PT ACS, DKP Pekanbaru juga menunjuk perusahaan PT OMG untuk melakukan pekerjaan pemasangan. Kedua perusahaan itu menggunakan jasa PT SSJ yang dipimpin AS sebagai penyedia kabelnya.

Dalam kasus ini, sejumlah kepala dinas telah dimintai keterangannya. Di antaranya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.‎ (RB/san)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Sah, Setya Novanto Bisa Jadi Tersangka Lagi di KPK

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:06 WIB

Polisi Lakukan Operasi Cipkon Tekan Pekat di Masyarakat

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:43 WIB

Belum 24 Jam Bawa Kabur Mobil, Eh... Diciduk Polisi

Sabtu, 30 September 2017 - 22:29 WIB

Awas Huru-hara, Begini Cara Polisi Inhu Mengatasinya

Sabtu, 30 September 2017 - 21:36 WIB

Di Kuansing, Narkoba sudah Masuk Desa

Sabtu, 30 September 2017 - 21:24 WIB

Memalukan, Oknum Polda Riau Malah Menjambret

Selasa, 26 September 2017 - 21:10 WIB

Mobil Angkut Ratusan Paket Ganja, Pas Razia Ketangkap

Selasa, 26 September 2017 - 08:18 WIB

Kompak, Bapak sama Anak Curi Motor di Inhil

Minggu, 24 September 2017 - 20:08 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia