Ilustrasi. (net)

Selasa, 03 Oktober 2017 - 23:14 WIB 1350000

Terjadi Inflasi di Riau, Ini Penyebabnya

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis inflasi wilayah tersebut pada September 2017 tercatat sebesar 0,24 persen disebabkan oleh naiknya enam kelompok pengeluaran.

"Inflasi Riau bulan September 2017 terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, kesehatan, sandang, perumahan, bahan makanan dan transportasi," kata Kepala BPS Riau S Aden Gultom di Pekanbaru, Senin (3/10/2017).

S Aden Gultom menjelaskan adapun enam kelompok pengeluaran yang menyebabkan Inflasi Riau bulan September 2017 menjadi sebesar 0,24 persen disumbang masing-masing oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,59 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,45 persen, kelompok sandang sebesar 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,18 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Namun demikian jelasnya masih ada kelompok pengeluaran lainnya yang justru deflasi pada September yakni kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.

Menurut dia dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 131,90 Riau pada bulan September 2017, maka Inflasi Tahun Kalender (Januari - September 2017) sebesar 3,01 persen, dan Inflasi Year on Year (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 5,08 persen. Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau.

"Adapun dua kota mengalami inflasi di Riau yakni Pekanbaru sebesar 0,30 persen dan Dumai 0,05 persen. sedangkan Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,01 persen," katanya.

Ia menambahkan adapun komoditas yang memberikan andil inflasi di Riau antara lain: cabai merah, rokok kretek filter, daging sapi, perhiasan emas, obat dengan resep, paku, dan lain-lain.

Sementara itu komoditas yang menahan inflasi (deflasi) antara lain daging ayam ras, bawang merah, beras, tomat sayur, pepaya, jeruk, dan lain-lain.

"Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 16 kota mengalami inflasi, dengan Inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,08 persen, diikuti oleh Sibolga sebesar 0,93 persen, dan Banda Aceh sebesar 0,62 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 0,05 persen. Deflasi terjadi di tujuh kota, dengan deflasi tertinggi di kota Tanjung Pandan sebesar 0,87 persen," katanya menambahkan. (RB/ver)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Ekspor Riau Terus Naik, Berikut Catatannya

Senin, 02 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Harga Sawit Riau Terus Naik, Ini Sebabnya

Jumat, 29 September 2017 - 10:14 WIB

Lowongan Kerja Perawat di Pekanbaru

Rabu, 27 September 2017 - 23:04 WIB

OJK: Kami Dorong Pemda Riau Terbitkan Obligasi

Rabu, 27 September 2017 - 09:43 WIB

Kepala OJK Riau Diminta Bantu Pak Gubernur

Rabu, 27 September 2017 - 09:30 WIB

Kabar Gembira, Seluruh Bank BUMN akan Turunkan Suku Bunga

Selasa, 26 September 2017 - 09:43 WIB

Persiapan Riau Expo 2017 Semakin Matang

Senin, 25 September 2017 - 02:30 WIB

Minat? Saham Facebook Dilepas untuk Beramal

Minggu, 24 September 2017 - 15:30 WIB

Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi

Kamis, 21 September 2017 - 08:03 WIB

BI Gelar Diskusi Bareng Pemimpin Media di Riau

Rabu, 20 September 2017 - 11:13 WIB

Potensi SDA Riau Besar, Namun Terkendala SDM yang Terbatas

Selasa, 19 September 2017 - 11:43 WIB

Himpunan Alumni IPB Jalin Kerjasama Dengan Bank Riau Kepri

Senin, 18 September 2017 - 21:47 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia