Ada Lumpur Hidup di Jalan Lintas Meranti, 4.000 Meter Kubik Material 'Ditelan'

Rabu, 04 Oktober 2017 - 12:15 WIB 1750000

Ada Lumpur Hidup di Jalan Lintas Meranti, 4.000 Meter Kubik Material 'Ditelan'

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sekira 4.000 meter kubik bahan material yang dijadikan timbunan dalam pembangunan ruas jalan Alai Mengkikip, ditelan tanah yang berlumpur tanpa bekas.

Bahkan dari bekas timbunan itu justru mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Seakan-akan masih membutuhkan material timbunan yang lebih banyak lagi.

Melihat itu, kontraktor pun menambah timbunan, namun lagi-lagi semua material itu ditelan tanpa berjejak alias lenyap ditelan lumpur bagaikan hidup itu.

"Kami yang menyaksikan termasuk Wakil Bupati H Said Hasyim dan juga Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH, hanya bisa mengerditkan kening usai menyaksikan kondisi tersebut," kata Kabag Humas Setdakab Meranti, Nasruni kepada RIAUBOOK.COM di Selatpanjang Rabu (4/10/17) pagi, setelah melakukan peninjauan pembangunan ruas jalan Alai Mengkikip tersebut pada Selasa siang (3/10/17).

rb

Foto: Kabag Humas Setdakab Meranti, Nasruni.

Nasruni mengungkapkan, dari hasil tinjuan pembangunan jalan itu tampaknya masih butuh rekayasa teknologi dan biaya tambahan.

Sebab di lokasi pekerjaan berkisar 3 Km dari Mengkikip atau dari arah Kampung Balak menuju Desa Kundur dulunya disana terdapat pertemuan sungai. Jadi ada ruang kosong di bawah tanah. Sehingga pas di ruas jalan itu semua material yang diberikan menjadi tertelan habis.

Jadi untuk memperlancar pembangunan jalan tersebut tampaknya harus bergeser atau dibelokkan kalau dari Kampung Balak ke sebelah kiri dan dari arah sebaliknya ke arah sebelah kanan.

"Artinya harus mengelak dengan membuat badan jalan baru sehingga bisa menghidari tanah lumpur yang mengisap tersebut. Namun jika toh mempertahankan garis jalan yang sudah dirintis sebelumnya itu maka pembangunan itu akan mengalami kendala," kata Nasruni.

Diakunya adapun jalan yang berlumpur hidup itu panjangnya berkisar 2.000 meter. Kondisi jalan itu memang sepanjang musim tetap berair dan berawa-rawa.

Sehingga seberapa besarpun material yang akan ditimbun kesana, toh tidak akan muncul ke permukaan. Satu-satunya solusi yang paling aman barangkali harus membelokkan jalan tersebut.

Namun demikian lanjut Nasruni, diharapkan juga tim teknis terkait untuk meneliti kembali atas apa yang terdapat di 2.000 meter ruas jalan Alai Mengkikip itu.

Sebab tampaknya harus ada terobosan baru mengatasi persoalan itu. Sehingga program pemerintah dalam rangka merampungkan jalan darat Alai Mengkikip itu akan bisa terwujud tahun 2017 ini.

Tapi jika masih mempertahankan kondisi yang ada saat ini, kemungkinan besar harapan tuntas ruas jalan yang akan mendukung operasional penyeberangan kapal roro itu, akan terhalang," sebut Nasruni lagi. (RB/jos)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Pemprov Riau Usulkan 80 UPT Baru

Selasa, 03 Oktober 2017 - 01:01 WIB

RAPP Komit Dukung Program Advokasi di Indonesia

Selasa, 03 Oktober 2017 - 21:28 WIB

Jangan Lupa Bawa Mantel, Riau Masih akan Diguyur Hujan

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:09 WIB

Hari Ini ASN Pemprov Riau Diminta Pakai Batik

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:46 WIB

Awas, Media Sosial Bisa Buat Suami Isteri Cerai

Minggu, 01 Oktober 2017 - 19:14 WIB

TNI Lanud Pekanbaru Nonton Bareng Film G30.S/PKI

Minggu, 01 Oktober 2017 - 10:42 WIB

Kejanggalan Foto Setya Novanto yang Sakit

Sabtu, 30 September 2017 - 20:01 WIB

Kesaktian Setya Novanto

Sabtu, 30 September 2017 - 11:12 WIB

Gubri Sudah Wawancara Tiga Pejabat Hasil Assessment

Jumat, 29 September 2017 - 00:11 WIB

Awas Ancaman Tak Berbentuk Bahayakan Generasi Muda

Kamis, 28 September 2017 - 13:40 WIB

Realisasi APBD Pemprov Riau Sudah Capai 52 Persen

Rabu, 27 September 2017 - 11:43 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia