Ilustrasi. (net)

Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:23 WIB 880000

Duh Hati-hati, Ada Apotek di Pekanbaru Jual Obat Kadaluwarsa

Share ke BBM

RAUBOOK.COM - Pihak Balai Besar Obat dan Makanan (BBPOM) mendapati adanya pelanggaran berat oleh apotek di Pekanbaru, Riau, dengan menjual obat-obatan kadaluwarsa dan ilegal sehingga diberikan sanksi tegas yakni penutupan.

"Ada salah satu apotek di Pekanbaru langsung saya tutup karena telah melakukan pelanggaran berat. Karena kedapatan menjual obat kadaluarsa, obat-obat ilegal banyak di sana. Pernah diingatkan tapi kembali kedapatan menjual. Apotek tak boleh seperti itu," kata Kepala BBPOM Pekanbaru Muhammad Masuri, pada acara Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Gedung Daerah, Rabu (4/10/17).

Penutupan tersebut dilakukan akhir September lalu. Tindakan tegas itu sebagai efek jera sekaligus peringatan bagi apotek dan toko obat lainnya. Jika hal serupa terjadi pada toko farmasi lainnya, Masuri mengaku tak akan segan menutup usahanya, demi melindungi masyarakat dari bahaya obat ilegal atau kadaluarsa.

"Harusnya jelas datangnya dari mana, penyalurannya kemana. Kita tutup akhir September lalu. Belum lama kok, saya tutup sendiri," ungkap Masuri.

Selain itu, baru-baru ini juga BBPOM Pekanbaru bekerja sama dengan kepolisian juga telah memproses secara hukum salah satu toko obat, karena kedapatan menjual narkotik, psikotropika, obat keras serta obat ilegal atau tanpa izin edar.

Saat ini menurut Masuri, proses hukum atas pemilik toko obat yang tak disebutkan namanya itu sudah dinaikan statusnya ke tahap penyidikan. Jika terbukti secara hukum, tentu akan ada konsekuensinya sesuai aturan yang berlaku.

Tidak hanya itu, usaha perizinannya juga terancam dicabut karena menyalahgunakan peran dan fungsinya sebagai toko obat. Masuri menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan dan merajia toko-toko farmasi yang menyalahgunakan kewenangannya.

"Ada juga salah satu toko obat yang sudah dinaikan status ke tahap penyidikan. Karena toko obat tersebut menjual narkotik, psikotropika, obat keras, obat ilegal juga. Hasil catatan kami juga sudah dilakukan pembinaan, tapi dilakukannya. Akhirnya sinaikan statusnya untuk diproses secara hukum," kata Masuri.(RB/MC)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Pemprov Riau Usulkan 80 UPT Baru

Selasa, 03 Oktober 2017 - 01:01 WIB

RAPP Komit Dukung Program Advokasi di Indonesia

Selasa, 03 Oktober 2017 - 21:28 WIB

Jangan Lupa Bawa Mantel, Riau Masih akan Diguyur Hujan

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:09 WIB

Hari Ini ASN Pemprov Riau Diminta Pakai Batik

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:46 WIB

Awas, Media Sosial Bisa Buat Suami Isteri Cerai

Minggu, 01 Oktober 2017 - 19:14 WIB

TNI Lanud Pekanbaru Nonton Bareng Film G30.S/PKI

Minggu, 01 Oktober 2017 - 10:42 WIB

Kejanggalan Foto Setya Novanto yang Sakit

Sabtu, 30 September 2017 - 20:01 WIB

Kesaktian Setya Novanto

Sabtu, 30 September 2017 - 11:12 WIB

Gubri Sudah Wawancara Tiga Pejabat Hasil Assessment

Jumat, 29 September 2017 - 00:11 WIB

Awas Ancaman Tak Berbentuk Bahayakan Generasi Muda

Kamis, 28 September 2017 - 13:40 WIB

Realisasi APBD Pemprov Riau Sudah Capai 52 Persen

Rabu, 27 September 2017 - 11:43 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia