Bentrokan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fisip Universitas Riau (RB)

Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:06 WIB 6420000

Apa dan Siapa yang Salah dari Lahirnya Oknum Mahasiswa Brutal

Share ke BBM

Millenial ini, perkembangan teknologi, sains dan ilmu pengetahuan berkembang pesat. Di Universitas, Lembaga Penelitian, dan Komunitas Mandiri (swasta). Perkembangan teknologi, sains, dan ilmu pengetahuan sangat membantu Manusia dalam kehidupannya.

Di sisi lain, ada ruang yang luput dari perhatian, itulah ruang-ruang batin, tempat bersemayamnya Adab, kepribadian, karakter, emosional dan religiusitas manusia.

Perkembangan Teknologi, Sains dan Ilmu pengetahuan harusnya berbanding lurus dengan Adab Manusia. Orang yang berilmu, ahlul ilmi disebut juga Alim. Adab adalah parameter utama dari kedalaman ilmu seorang Alim.

Tragedi memilukan sekaligus memalukan dari sekelompok ahlul ilmi alias Mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Riau tadi malam menambah deretan panjang bukti dari bobroknya wajah pendidikan kita, ironi sekali, mengingat tawuran itu dilakukan oleh kakak tertua dari ahlul ilmi, mereka adalah siswa yang maha. Lucunya, tawuran itu di pancing oleh hal-hal sepele, moment selebrasi Wisuda Sarjana yang terlampau bahagia mengusik daun telinga tetangga.

Saya bukan hakim yang berhak memutuskan siapa benar dan siapa salah, saya hanya berharap kawan-kawan mahasiswa mengingat muara dari jalan yang kita tempuhi sekarang, yakni Adab, mampu mengontrol emosi satu diantaranya. Ah, toh kalah jadi abu menang jadi arang!

Lalu muncul pertanyaan. Apa dan Siapa yang salah dari lahirnya oknum Mahasiswa seperti ini? Sistem, Orang Tua, ataukah Guru/Dosen.

Izinkan Saya berpendapat secara subjektif experience, dengan memohon maaf terlebih dahulu kepada orang tua dan guru-guru sekalian.

Pertama, Sistem

Sistem SKS terhadap komponen mata kuliah pengembangan kepribadian, dan kehidupan bermasyarakat yang rata-rata hanya 2 sks dirasa tidaklah cukup, biasanya mahasiswa yang peka akan mencari guru atau pun memasuki Halaqah diluar kampus. Dosen yang sering telat, memadatkan 2,3 pertemuan menjadi satu waktu, mengganti tatap muka dengan lembaran tugas makalah, standar penilaian dari kertas pilihan ganda dan esai tanpa memperhatikan implementasi keilmuan dilapangan, menjadi PR yang mesti dikaji dan diuji kembali.

Orang Tua

Dari Keilmuan saya sebagai Mahasiswa Psikologi, orang tua hendaklah memperhatikan, dan mendidik anak di masa golden age, dengan perhatian 100 persen. Dimasa inilah penanaman nilai pertama kali dibentuk.

Guru/Dosen

Saya hanya hendak menyampaikan bahwa, Kampus yang megah penting, tapi pelajaran lebih penting, pelajaran penting, tapi guru lebih penting, guru penting, namun ruh seorang guru jauh lebih penting.

Demikianlah, semoga ada kabar baik kedepannya. (RB/yp)

*Oleh Hanif Muis Mahmud, penulis adalah mahasiswa Psikologi UIN Susqa Riau juga Mantan Ketua umum HIMAPASBAR-RIAU periode 2014-2015. Tulisan ini dikutip langsung dari akun facebook pribadi milik Hanif Muis Mahmud, 6 jam yang lalu.

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Bangsa Paling Dermawan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:55 WIB

Polemik E-KTP dan Licinnya Setya Novanto

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:12 WIB

Manusia yang Mencipta Sejarah

Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:17 WIB

Tips Memilih Pengacara Biar Enggak Rugi

Rabu, 04 Oktober 2017 - 08:22 WIB

Sunnah Sedirham Surga

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:55 WIB

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:26 WIB
Opini

Nasib 300 Desa Pasca-Perda RTRWP Riau Diketok Palu

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:17 WIB

Kedaulatan Ekonomi Digital

Kamis, 28 September 2017 - 09:54 WIB

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Kamis, 21 September 2017 - 22:53 WIB
Opini

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Kamis, 14 September 2017 - 11:29 WIB
Opini

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Selasa, 12 September 2017 - 12:26 WIB

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Senin, 04 September 2017 - 09:51 WIB

Perubahan Iklim Lingkungan

Minggu, 06 Agustus 2017 - 10:18 WIB
Opini

Bangsa Cakap Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 14:09 WIB
Dirgahayu KNPI ke 44

Bangkit Pemuda Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 12:18 WIB
Opini

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00 WIB
Opini

Demokrasi Kita Terancam

Rabu, 19 Juli 2017 - 12:34 WIB
Opini

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Selasa, 18 Juli 2017 - 18:25 WIB
Editorial

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Rabu, 12 Juli 2017 - 10:56 WIB
Editorial

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Senin, 03 Juli 2017 - 11:23 WIB

Mukjizat Terbesar

Rabu, 28 Juni 2017 - 15:03 WIB

Cerita Fiksi KPK

Minggu, 18 Juni 2017 - 18:52 WIB

Rahasia Malam Seribu Bulan

Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:50 WIB

Menjadi Umat Terbaik

Sabtu, 17 Juni 2017 - 08:17 WIB

Dicari Segera Pemimpin yang Kuat Lagi Baik

Kamis, 15 Juni 2017 - 02:12 WIB

Ramadhan Luruskan Fitrah

Selasa, 13 Juni 2017 - 16:30 WIB
OPINI:

KPK dan OTT Recehan

Selasa, 13 Juni 2017 - 15:06 WIB

Dan Rakyat pun Berhak Curiga

Senin, 12 Juni 2017 - 19:28 WIB

Damailah, Jangan Seret Negara Berbuat Aniaya

Senin, 12 Juni 2017 - 15:41 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia