HM Wardan saat turun langsung memegang kelapa. (Diskominfo)

Sabtu, 09 September 2017 - 10:22 WIB 3630000

Kabupaten Inhil, Negeri Hamparan Kelapa dan International Coconut Exhibitio

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kabupaten berjuluk 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia' ini dinobatkan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional (International Coconut Exhibition) tahun 2017 secara konsensus oleh sejumlah Negara produsen Kelapa yang tergabung dalam Asean and Pacific Coconut Community (APCC).

Hamparan areal perkebunan kelapa seluas 429.694 hektare yang tersebar di 20 Kecamatan Kabupaten Inhil membuat sektor tersebut menjadi sektor unggulan untuk menopang dan menggerakan roda perekonomian masyarakat hingga daerah

Hijaunya lahan perkebunan kelapa rakyat itu terhampar luas dari Hulu hingga ke Hilir. Barisan pepohonan berjajar rapi dibawah birunya cakrawala. Daerah Kecamatan yang memiliki hamparan areal perkebunan kelapa terluas di Kabupaten Inhil ialah Kecamatan Mandah dengan luas 55.216 hektare diikuti oleh Kecamatan Enok dan Kateman dengan luas masing - masing 44.753 hektare dan 37.739 hektare.

Luasnya areal perkebunan kelapa itu seakan menjadi sebuah 'legitimasi' bagi Daerah yang dipimpin HM Wardan untuk menggelar perhelatan akbar dan prestisius bertaraf Internasional dalam rangka memperingati Hari Kelapa Dunia.

"Ada banyak manfaat yang akan kita peroleh pasca penyelenggaraan International Coconut Exhibition 2017 ini, salah satunya ialah, penguatan identitas dan promosi daerah sebagai 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia," ungkap Bupati Inhil, HM Wardan beberapa waktu lalu.

Hari Kelapa Dunia yang diperingati setiap tanggal 2 September, pertama kali digagas dalam sesi rapat di Vietnam pada tahun 1998. Tujuannya ialah untuk menghasilkan lebih banyak kesadaran akan pentingnya kelapa dan untuk menarik lebih banyak investasi di sektor ini demi kesejahteraan petani kelapa.

Dalam perspektif ekonomi, sebagai sebuah komoditas, penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional diyakini akan mampu menarik dan mendatangkan investor ke Kabupaten Inhil yang pada akhirnya akan memberikan proteksi harga atas persaingan harga karena permintaan yang meningkat.

Hingga saat ini, diketahui produksi kelapa dari perkebunan kelapa rakyat, yang terdiri atas Kelapa Dalam dan Kelapa Hibrida mencapai 337.982.858 Kilogram. Jumlah tersebut berpuluh kali lipat banyaknya jika dibandingkan dengan daerah Kabupaten lainnya di Indonesia.

"Kita memiliki banyak persediaan kelapa untuk mengakomodir permintaan pelaku bisnis di bidang perkebunan kelapa. Dengan tujuan itu pula, kita berkomitmen untuk menjadi Tuan Rumah peringatan Hari Kelapa Se - Dunia ini,".

Namun, banyaknya persediaan Kelapa, dirasa masih belum berimbang dengan kehadiran industri di sektor hilir. Industri pengolahan kelapa menjadi produk bernilai ekonomis jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan produktifitas kelapa. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran bagi para petani kelapa yang beresiko memperoleh harga jual kelapa yang cenderung rendah.

"Maka, dari itu, tidak hanya terhenti pada kegiatan keprograman di hulu oleh Pemerintah Kabupaten saja. Kita juga berupaya melakukan hilirisasi di bidang perkebunan kelapa ini melalui penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional," terang Bupati Wardan.

Berbicara soal manfaat, pohon kelapa yang telah digunakan begitu luas memiliki banyak kegunaan, seperti untuk bahan konsumsi yang mengandung gizi maupun untuk obat tradisional. Pantas saja kalau buah Kelapa menyandang predikat sebagai buah kehidupan.

Bahkan, baru - baru ini, buah kelapa juga diakui oleh Ilmu Kedokteran Modern memiliki manfaat positif dalam lemak jenuh yang terkandung didalamnya.

Di Indragiri Hilir, dimulai beberapa waktu lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Inhil mengambil langkah pengembangan produk turunan kelapa. Terdapat, berbagai macam produk turunan kerajinan dan keterampilan berbahan dasar kelapa yang dapat dikreasikan, baik secara perorangan maupun kelompok masyarakat Inhil.

Dari sisi kuliner, kelapa juga dapat menjadi bahan baku dalam komposisi masakan. Secara umum, kaum ibu, khususnya melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil juga tak kalah dalam hal menciptakan inovasi masakan berbahan dasar kelapa.

"Jadi, begitu banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari setiap bagian Buah Kelapa," tukas Bupati.

Dalam Festival Kelapa Internasional 2017, sejumlah karya seni dan keterampilan serta kuliner berbahan baku kelapa tersebut akan dipajang dan disajikan dihadapan delegasi negara anggota APCC, tamu undangan juga masyarakat Kabupaten Inhil secara luas dengan harapan akan muncul minat untuk pengembangan melalui investasi, baik skala besar maupun kecil.

"Selain harapan akan adanya industrialisasi komoditas kelapa. Dengan diselenggarakannya International Coconut Exhibition 2017 ini juga diharapkan mampu menjadi sarana menuju pengembangan produk turunan berupa karya seni dan keterampilan serta kuliner berbahan dasar kelapa," tandas Bupati. (Adv/Diskominfo)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul |BeritaRiau

Share ke BBM


100000000
habibie

Berita Terkini

Pemprov Riau Siapkan Anggaran untuk Tes Urin ASN

Kamis, 05 Oktober 2017 - 01:35 WIB

Panglima TNI Akui juga Berpolitik, Kontras Sayangkan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:28 WIB

Pemprov Riau Usulkan 80 UPT Baru

Selasa, 03 Oktober 2017 - 01:01 WIB

RAPP Komit Dukung Program Advokasi di Indonesia

Selasa, 03 Oktober 2017 - 21:28 WIB

Jangan Lupa Bawa Mantel, Riau Masih akan Diguyur Hujan

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:09 WIB

Hari Ini ASN Pemprov Riau Diminta Pakai Batik

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:46 WIB

Awas, Media Sosial Bisa Buat Suami Isteri Cerai

Minggu, 01 Oktober 2017 - 19:14 WIB

TNI Lanud Pekanbaru Nonton Bareng Film G30.S/PKI

Minggu, 01 Oktober 2017 - 10:42 WIB

Kejanggalan Foto Setya Novanto yang Sakit

Sabtu, 30 September 2017 - 20:01 WIB

Kesaktian Setya Novanto

Sabtu, 30 September 2017 - 11:12 WIB

Gubri Sudah Wawancara Tiga Pejabat Hasil Assessment

Jumat, 29 September 2017 - 00:11 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia