Salah satu ruas jalan yakni Jalan Parit Besar Desa Kedaburapat kondisinya cukup parah.(jos)

Minggu, 08 Oktober 2017 - 00:43 WIB 1630000

Masyarakat Meranti Minta Utamakan Bangun Infrastruktur Dasar, Warga: Sudah Sempit, Banyak Pula Lubang

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kondisi jalan poros di berbagai desa di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepualaun Meranti, Riau, masih dalam keadaan rusak parah.

"Sudahlah sempit, tapi juga ditemukan berbagai kondisi parah. Ada yang patah, lobang yang menganga dan lain sebagainya," kata Mansur, warga Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir kepada RIAUBOOK.COM Sabtu sore (7/10/2017).

Kata dia, semua itu sangat menyulitkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas, karena tidak bisa dipungkiri jalan adalah urat nadi ekonomi.

Mansur mengeluhkan kondisi umunnya jalan di Kecamatan Rangsang Pesisir masih belum mendukung kelancaran lalulintas. Jalan yang terdapat di berbagai desa yang saling terhubung itu, sangat dibutuhkan terutama ketika masyarakat hendak memasarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang ada.

Demikian sebaliknya berbagai kebutuhan masyarakat desa, juga harus dibawa menuju desa-desa yang ada. Kondisi jalan yang sangat menyulitkan itu menjadi alasan jika harga barang naik berkisar 30- 40 persen dari harga pasaran di Selatpanjang.

Akibatnya tentu masyarakat desa yang akan menanggung biaya kemahalan harga barang itu. Untuk itulah diharapkan ditahun mendatang, program pembangunan tersebut pertama yang harus dituntaskan adalah mengenai jalan dan jembatan,"sebut Mansur.

Diungkapkannya, sebagai contoh jalan dari Desa Sendaur menuju Desa Kedaburapat melalui parit Kasan atau lebih parah lagi jika melewati parit amat.

Pengendara roda dua apalagi yang duduk diboncengan akan diombang-ambingkan, hingga bisa sakit perut akibat turun usus. Bagi ibu muda yang sedang mengandung, sangat tidak disarankan untuk melewati jalur tersebut, jika ingin ke Desa Kedaburapat maupun ke Desa Tanah Merah.

Ada baiknya melalui jalur Segomeng hingga ke Melai dan Desa Sempian walaupun jalur tersebut toh tidak mudah dilalui, namun akses itu jauh lebih mudah dari pada lewat jalur tengah atau timur.

Jalan yang tiba-tiba patah atau ambrol itu kadang sampai menjatuhkan pengendara, terutama kaum wanita.

"Kami berharap, terhadap ruas jalan yang sempit dan parah itu, hendaknya menjadi prioritas pemerintah desa untuk memperbaikinya. Jika jalan lancar, maka semua urusan termasuk perekonomian akan turut lancar,sebut warga ini.

Kepala Desa Kedaburapat, Sutrisno di desa tersebut menjawab RIAUBOOK.COM mengakui sebagaian ruas jalan yang ada di desa tersebut kondisinya rusak parah.

Diakuinya, kerusakan jalan lebih diakibatkan adanya aktivitas angkutan gerobak yang muatan sarat. Terutama intensitas produksi kelapa yang rata-rata setiap hari dibawa ke Peranggas.

Gerobak yang penuh kelapa, kadang sampai 800-hingga 1.000 kg/ gerobak. Hentakan gerobak yang tidak memiliki sedikitpun daya redam, senantiasa memukul badan yang dibawahnya tanah gambut.

Tanah labil dibawah jalan rabat beton itu, tidak mampu menahan beban dan daya tekan akibat muatan gerobak itu. Sebab angkutan yang ada ke desa untuk mengakut berbagai bahan material juga menggunakan gerobak.

Jadi untuk merusak jalannan yang ada di desa umumnya kendaraan gerobak yang sedang membawa beban berat. Sebaiknya muatan gerobak harus dibatasi sehingga tidak serta merta merusak jalan.

Dalam hal ini pemilik barang juga harus timbang rasa, dan juga memikirkan masyarakat lainnya. Tidak mengedepankan ego melulu, tapi juga memikirkan kepentingan orang banyak, "sebut Sutrisno. (RB/jos)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Ribut-ribu Proyek di Inhu, Ini Jawaban Pejabat PUPR

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 09:00 WIB

Warga Inhu Mengeluh Ada Proyek Siluman

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 08:46 WIB

Jembatan Nyaris Amblas, Inhil Terancam Terisolasi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 21:39 WIB

Konsumsi Gypsun di Riau Rendah, Mengapa?

Selasa, 03 Oktober 2017 - 09:56 WIB

Lampung jadi Pusat Pemerintahan Indonesia?

Sabtu, 30 September 2017 - 21:59 WIB

Desa-desa di Rohul Gunakan Aplikasi Sismiop

Rabu, 27 September 2017 - 13:53 WIB

Sah, APBD Perubahan Meranti Lebih Rp1 Triliun

Selasa, 26 September 2017 - 09:45 WIB

Ranperda RTRW Riau Sudah Sah

Senin, 25 September 2017 - 13:56 WIB

Indonesia Kirim Bantuan Pengungsi Rohingya

Jumat, 22 September 2017 - 12:36 WIB

Defisit Rp1 Triliun, Gubernur Riau Bilang Enggak Apa-apa

Rabu, 20 September 2017 - 08:24 WIB

Pemko Dumai Laksanakan Tiga Proyek dengan Anggaran Besar

Senin, 18 September 2017 - 19:54 WIB

Abrasi Sungai Indragiri, Separuh Badan Jalan Ambruk

Jumat, 15 September 2017 - 14:24 WIB

Kelanjutan Pembangunan Jembatan Siak IV Segera Dimulai

Rabu, 13 September 2017 - 23:51 WIB

Sepakat, Bandara Dumai Dikembangkan karena Menguntungkan

Selasa, 12 September 2017 - 13:44 WIB

Soal Kerusakan Jalan Azki Aris, Ini Jawaban Dinas PUPR Inhu

Minggu, 10 September 2017 - 18:27 WIB

Kerusakan Jalan Azki Aris Rengat Makin Memprihatinkan

Jumat, 08 September 2017 - 14:14 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia