Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA (Foto: Humas Universitas Riau)

Minggu, 08 Oktober 2017 - 17:14 WIB 3510000

Sejarah Berdiri dan Target Universitas Riau Menyongsong Akreditasi A

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Berawal dari keinginan dan cita-cita bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah Riau, didirikanlah kampus pertama di negeri Lancang Kuning ini, namanya Universitas Riau.

Di Tanjung Pinang, ibukota propinsi Riau yang pertama ketika itu menjadi tempat berembuk membentuk Panitia Persiapan Perguruan Tinggi Riau (P3TR).

Namun, setelah ibukota propinsi Riau pindah ke Pekanbaru, maka Panitia ini dipindahkan ke kota ini. Kolonel Kaharuddin Nasution yang juga sebagai Gubernur Riau, Datuk Wan Abdurrahman, Soesman Hs. dan Drs. Sutan Balia menjadi pelopor dari pendirian perguruan tinggi tersebut.

Dari usaha keras kepanitian itu dibentuklah Yayasan Universitas Riau, setelah itu didirikan perguruan tinggi.

Perguruan tinggi ini diberi nama dengan Universitas Riau dengan Surat Keputusan Yayasan Universitas Riau No.02/KPTS/JUR/62 Tanggal 25 September 1962, selanjutnya diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No.123 tanggal 20 September 1963 yang berlaku sejak 1 Oktober 1962. Demikian sejarah singkat Universitas Riau yang berhasil dirangkum Riaubook.com dari website resmi unri.ac.id.

Pada saat itu Unversitas ini mempunyai dua fakultas, yaitu Fakultas Ketataniagaan dan Ketatanegaraan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Kemudian pada tahun 1964 didirikan Fakultas Perikanan, sehingga lengkaplah UNRI sebagai sebuah universitas dengan dua fakultas eksakta dan tiga non-eksakta.

Hari ini, usia Universitas Riau sudah genap 55 tahun. Setiap tanggal 1 Oktober pun selalu diperingati sejarah kelahiran kampus kebanggan masyarakat Riau ini.

Berevolusi Kembangkan Kualitas Institusi

Perjalanan Universitas Riau dibawah komando Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, terus berevolusi mengembangkan mutu dan kualitas institusi.

"Pada tahun 2017, UR berusia 55 tahun. Perjalanan UR untuk terus berevolusi mengembangkan mutu dan kualitas institusi untuk mengembangkan dunia pendidikan, merupakan cita-cita UR," kata rektor Universitas Riau, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, saat membuka rangkaian Milad ke-55, di gedung Rektorat UR, Selasa (19/9/2017).

Melalui pembukaan Milad yang ke-55 ini, Aras Mulyadi pun optimis menandai kedinamisan Universitas Riau.

Perkembangan Universitas Riau memang patut diacungi jempol, banyak calon mahasiswa dari berbagai daerah pelosok Indonesia berminat kuliah di kampus yang masih memiliki hutan mini di area kampusnya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-72, Rektor Universitas Riau pun menyerahkan sebanyak 5.962 orang mahasiswa baru ke masing-masing fakultas dan program studi.

Terdepan dalam pergerakan mengelola isu dan gerakan jalanan, aktivis mahasiswa yang berhimpun di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau menjadi barometer pergerakan mahasiswa di pulau Sumatera. Bahkan, sejumlah mahasiswa Universitas Riau juga berprestasi dibeberapa bidang, baik event skala nasional maupun internasional. Baru-baru ini perwakilan mahasiswa Universitas Riau menyabet 2 perunggu di dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXX di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 23-28 Agustus 2017.

"Sebelumnya belum pernah perwakilan mahasiswa Universitas Riau mendapat prestasi bergengsi ini," ujar Toni Era Wijaya, salah satu pegawai rektorat bidang Kemahasiswaan saat berbincang dengan Riaubook.com, Minggu (8/10/2017)

Menyongsong Akreditasi A

Kampus yang memiliki visi menjadi Universitas Riset Unggul Bermartabat di Bidang Sains dan Teknologi di Kawasan Asia Tenggara Tahun 2035 inisudah mendeklarasikan Pencanangan UR menuju Akreditasi A.

Kata Aras Mulyadi, tahapan reviewer oleh tim penilai BAN-PT sangatlah panjang. Oleh karena itu, ia meminta bersama-sama memberikan kontribusi dengan segera melengkapi berbagai kelengkapan data, informasi, maupun berkas pendukung.

"Segala bentuk upaya kita untuk menyongosong UR akreditasi A perlu menjadi perhatian dari kita bersama," terang Aras Mulyadi saat pendeklarasian setelah selesai upacara 17 Agustus di lapangan terbuka depan Fakultas Pertanian.

Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, usaha pasti ada rintanganya. Baru-baru ini, Universitas Riau diterpa peristiwa kericuhan antar mahasiswanya sendiri. Namun kericuhan yang terjadi antara mahasiswa dua fakultas di Universitas Riau (UR) diyakini tidak akan mempengaruhi proses pengajuan Akreditasi A pada tahun 2018.

Pernyataan ini disampaikan oleh rektor Universitas Riau Aras Mulyadi di Gedung Pascasarjana Jalan Patimura, Sabtu (7/10/2017) saat memberi keterangan pers kepada sejumlah awak media.

"Akreditasi ini gambaran dari proses akademis yang ada, menilai dari kinerja komponen pendukung di dalam kampus, kami melihat ini tidak akan berpengaruh terhadap hal akreditasi," kata rektor.

Meski demikian, pihaknya akan terus berjuang agar akreditasi A pada tahun 2018 akan tercapai.

"Kami tetap berjuang agar mendapat akreditasi terbaik di masa yang akan datang bagi UR," kata Rektor optimis.

"Kayaknya gak ngaruh insiden kemarin dengan akreditasi," kata Presiden Mahasiswa Universitas Riau Rinaldi Parepare yang baru saja dilantik ketika menanggapi rumor yang beredar terkait apakah berpengaruh kericuhan mahasiswa dengan target akreditasi A yang dicanangkan rector Universitas Riau.

"Saya optimis bang.Salam kerja bersama wujudkan Unri akreditasi A," ujar mantan Presiden Mahasiswa Universitas Riau Kabinet Biru Langit, Zulfa Hendri, saat membalas percakapan di akun facebook milik @yopipranoto, 7 jam yang lalu.

Dekan Fisip dan Teknik Dukung Universitas Riau Jadi Lebih Baik

Dalam kesempatan konferensi pers ini, Dekan FT Dr Ari Sandiafitri MSc, menyampaikan permohonan maaf kepada civitas akademika FISIP UR. Dekan FT juga mendukung Universitas Riau yang lebih baik.

"Terkait dengan adanya kericuhan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 5 oktober 2017 di kampus universitas riau, kami segenap civitas akademika FT UR meminta maaf kepada civitas akademika FISIP UR, dan kepada almamater serta pihak-pihak yang penuh harapan besar kepada kami. Selaku perwakilan dari civitas akademika FT, kami siap untuk mendukung UR ke arah yang lebih baik," kata Dr Ari Sandiafitri MSc, yang didampingi Gubernur Mahasiswa Fakultas Teknik, Wahyu Ramadan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Syafri Harto MSi, bersama-sama saling bermaafan, serta selaku unsur civitas akademika FISIP UR meminta maaf kepada civitas akademika FT UR.

"Kami segenap civitas akademika FISIP UR meminta maaf kepada civitas akademika FT UR, dan kepada almamater serta pihak-pihak yang penuh harapan besar kepada kami. Selaku perwakilan dari civitas akademika FISIP, kami siap untuk mendukung UR ke arah yang lebih baik," ujar Syafri Harto MSi, yang baru saja membangun fasilitas Pendopo mahasiswa Fisip untuk tempat diskusi dan berkumpul santai.

Menuju UR Godd, mari kita dukung Keberlanjutan Menuju UR yang Unggul, Kepedulian UR yang Responsive dan Keterbukaan Menuju Tata Kelola UR yang Baik. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Berharap APBD Riau Sampai ke Sekolah-sekolah di Meranti

Minggu, 08 Oktober 2017 - 00:58 WIB

Ini Bukti GenBI Peduli Warga Miskin di Riau

Sabtu, 30 September 2017 - 21:29 WIB

Judi Gelper di Pekanbaru, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Jumat, 29 September 2017 - 22:54 WIB

Seperti Apa Sosok Yopi Arianto Dimata Mahasiswa?

Jumat, 15 September 2017 - 14:31 WIB

Seluruh Sekolah di Inhu bakal Didatangi Pusling

Selasa, 12 September 2017 - 12:08 WIB

Jauh Meningkat, OSN XVI Riau Raih 4 Medali Emas

Minggu, 10 September 2017 - 19:02 WIB

Ahmad Hijazi Lantik Pengurus Daerah IKA UR Inhil

Kamis, 31 Agustus 2017 - 12:16 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia