Barang bukti pelaku permurnian emas ilegal di Inhu. (RB/san)

Senin, 09 Oktober 2017 - 12:56 WIB 1410000

Diduga Olah dan Murnikan Emas Tanpa Izin, Polisi Inhu Tangkap 5 Orang Pelakunya

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Polisi menangkap lima orang laki-laki yang diduga melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin di Jalan Dusun Tua Pelang, Desa Dusun Tua, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.‎

Mereka langsung ditahan di Polres setempat untuk penyidikan lanjutan.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Arif Bastari mengatakan, kelima tersangka yang ditangkap masing-masing inisial SP (38), AF (35), KM (36), HS (30), NR (58).‎‎ Mereka memiliki peran yang berbeda dalam kegiatan ilegal tersebut.

"Para tersangka dijerat dengan pasal 161 juncto pasal 158 Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," ujar Arif kepada riaubook.com, Senin (9/10).

Kasus ini terungkap berkat informasi yang diperoleh anggota Satuan Reskrim dari masyarakat, yang menyebutkan adanya kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin di Desa Dusun Tua, Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu.

Dipimpin oleh Ipda M Aditya, petugas mendatangi lokasi tersebut pada Minggu (8/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah sampai di lokasi, petugas menemukan kelima pelaku sedang melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin.

"Petugas juga mengamankan barang bukti, 1 gunting kecil, 50 mangkok kecil yang terbuat dari tanah, 1 kalkulator , 1 korek api mancis, 6 pentolan emas yang berwarna kuning, 2 pentolan emas warna putih," ucap Arif.

Barang lainnya juga diamankan, seperti 1 martil, uang tunai Rp 1.945.000, 1 sanam atau penjepit, 1 alat pembakaran berupa pompa kayu, tabung minyak dan kepala pompa, 1 toples plastik, serta 2 botol berisi air raksa.

‎Dijelaskan Arif, untuk tersangka SP, warga Desa Dusun Tua, berperan sebagai orang yang mengolah dan memurnikan emas. Sedangkan tersangka AF, warga Desa Polak Pisang perannya menjual pentolan emas untuk diolah dan dimurnikan.

"Tersangka KM, juga sebagai penjual pentolan emas untuk dimurnikan, begitu juga dengan tersangka HS yang ikut menjual pentolan emas tersebut. Sementara itu, tersangka NR perannya sebagai warga sekitar yang ikut melihat proses pemurnian emas ilegal tersebut, namun tak melapor ke polisi," kata Arif. (RB/san)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Curi Onderdil Mobil Truk Elpiji, Iis di Polisikan

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 09:15 WIB

Mantan Kadispenda Riau Diperiksa Jaksa Terkait Korupsi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:30 WIB

BNN Tembak Mati Bandar 25 Kilogram Sabu di Riau

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:08 WIB

Ini Dia Postingan Jonru yang Buat Dia Ditangkap Polisi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 21:30 WIB

Seorang Nenek Diduga Dibunuh Perampok, Simak Kisahnya

Rabu, 04 Oktober 2017 - 07:41 WIB

Sah, Setya Novanto Bisa Jadi Tersangka Lagi di KPK

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:06 WIB

Polisi Lakukan Operasi Cipkon Tekan Pekat di Masyarakat

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:43 WIB

Belum 24 Jam Bawa Kabur Mobil, Eh... Diciduk Polisi

Sabtu, 30 September 2017 - 22:29 WIB

Awas Huru-hara, Begini Cara Polisi Inhu Mengatasinya

Sabtu, 30 September 2017 - 21:36 WIB

Di Kuansing, Narkoba sudah Masuk Desa

Sabtu, 30 September 2017 - 21:24 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia