Kosmetik dan obat-obatan ilegal. (net)

Rabu, 11 Oktober 2017 - 12:30 WIB 2810000

Meranti Rawan Penyeludupan, Badan POM Diharapkan Turun ke Selatpanjang

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Letak wilayah Kepulauan Meranti, Riau, yang berada di daerah pesisir, cukup rawan dimasuki oleh berbagai bahan yang dilarang seperti bahan makanan minuman dan obat-obatan yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah (ilegal).

Untuk itu, pihak terkait diharapkan datang, dengan tidak memberikan aba-aba terlebih dahulu kepada berbagai pihak. Sebab jika kedatangan petugas balai POM itu sudah diketahui, maka tentu saja para pelaku kejahatan tersebut telah duluan ambil ancang-ancang.

Artinya kehadiran petugas Balai POM itu harus tiba-tiba tanpa diketahui oleh siapapun juga. Bahkan kalau perlu harus menyembunyikan identitas terutama untuk mengecek peredaran obat-obat terlarang, maupun berbagai jenis barang makanan dan minuman yang selama ini disinyalir beredar.

Demikian diungkapkan, Aming, warga Selatpanjang kepada Riaubook.com terkait masalah penggunaan obat-obat terlarang yang belakangan ini marak dibicarakan.

Menurut Aming, Selatpanjang sebagai daerah transit yang terhubung langsung dengan negara jiran Singapura dan Malaysia sangat rawan terjadinya berbagai tindak kejahatan.

Mulai dari masuknya obat-obat terlarang, bahkan hingga narkoba. Demikian juga barang makanan dan minuman lainnya seperti ikan laut segar yang datang dari berbagai penjuru Asia. Maka tidak menutup kemungkinan ikan segar yang masuk ke Sepatpanjang telah dicampur dengan bahan pengawet yang berbahaya pada kesehatan tubuh tersebut.

"Tapi kedatangan mereka harus benar-benar dirahasiakan. Sehingga para pelaku dan jaringannya tidak sempat mengelabui petugas," ujar dia.

Diungkapkannya, kejadian beberapa tahun silam adanya indikasi ikan segar berformalin di Selatpanjang, tapi setelah turun Balai POM dan membawa sampel ke Pekanbaru, setelah dua bulan kemudian diketahui bahwa katanya tidak ada penggunaan formalin.

Walaupun sebelumnya salah satu gudang ikan milik tauke di pasar tersebut diduga kuat melakukan pengawetan ikan dengan formalin.

Kenapa tidak ditemukan hasilnya, karena sebelum petugas sampai para tauke sudah mengetahuinya. Apalagi belakangan diketahui semua akomodasi maupun transportasi ditanggulangi para tauke ikan.

Jika mau sidak dan ingin menegakkan aturan yang sebenarnya terutama pihak Balai POM yang akan turun ke daerah jangan sekali-kali memberitahukan kepada siapapun di daerah.

"Tapi kebiasaan lama selalu memberitahukan, tentu saja bagaimana bentuk permainan itu tidak akan bisa ditemukan," sebut Aming. (RB/jos)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Bupati Inhil Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2016

Selasa, 05 September 2017 - 09:42 WIB

Bupati Inhil Lepas Pawai Takbir Idul Adha

Jumat, 01 September 2017 - 08:21 WIB

Olahraga Suatu Kebutuhan Dalam Kehidupan

Selasa, 19 September 2017 - 16:03 WIB

TNI Bangun Toilet di Rohul, Berharap Warga Sehat

Selasa, 10 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Semangat Bupati Inhil Upayakan Penyelamatan Kebun Kelapa

Minggu, 17 September 2017 - 11:22 WIB

Bupati Inhil Narasumber Diskusi Nasional Tentang Kelapa

Jumat, 15 September 2017 - 11:10 WIB

Bupati Wardan Kukuhkan Forum Ulama / Umara' Inhil

Selasa, 12 September 2017 - 10:50 WIB

Field Trip, Bupati Inhil Dan Delegasi APCC

Senin, 11 September 2017 - 10:46 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia