Ilustrasi dana pendidikan. (net)

Selasa, 17 Oktober 2017 - 17:38 WIB 4140000

Fitra: Sudah Tepat Bansos Pendidikan Riau Dicoret, Selama Ini Banyak Nepotisme

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau menyatakan sudah benar Pemerintah Provinsi Riau menyoret bantuan sosial (bansos) pendidikan dalam APBD Perubahan 2017 yang selama ini memang banyak menimbulkan indikasi nepotisme atau tidak tepat sasaran.

"Soal bansos untuk pendidikan, saya kira ada bagusnya juga Biro Kesra mempertimbangkan aspek kehati-hatian," kata Koordinator Fitra Riau, Usman, kepada RiauBook.com di Pekanbaru, Selasa (17/10/2017) sore.

Karena, lanjut Usman, jika dilihat dari kacamata orang atau masyarakat awam, bantuan beasiswa yang selama ini disalurkan banyak yang belum tepat sasaran.

"Tapi apakah ini menjadi problem untuk disalurklannya atau tidak bansos pendidikan, dan apakah tidak tepat sasaran itu juga karena dimotori oleh banyaknya orang dalam yang bermain?" kata dia.

Artinya, demikian Usman, sejauh ini nepotisme pada dana bantuan-bantuan pendidikan termasuk beasiswa, masih terjadi dan ini yang harus dirapikan dulu, sehingga pelaksanaan ke depan jauh lebih baik dan tepat sasaran.

Terpenting menurut Usman, yakni saat ingin menjalankan program beasiswa harus benar, termasuk pendataannya harus maksimal, seperti kategori mahasiswa tidak mampu, harus ada tolok ukur yang jelas.

"Seperti misalkan harus ada surat keterangan dari ketua RT dan RW serta kelurahan, namun kembali, surat keterangan seperti itu bisa saja dibuat oleh siapapun," katanya.

Intinya, lanjut dia, aspek mampu dan tidak mampu calon penerima dana bantuan pendidikan tersebut harus diuji terlebih dahulu secara konferensif sehingga tepat sasaran.

Nah, demikian Usman, ketika hari ini Pemprov Riau membatalkan dana bansos untuk pendidikan itu, tentu ini sudah tepat dan tidak ada masalah, karena harus mempertimbangkan banyak faktor.

Mereka kata Usman, sudah merencanakan akan ada anggaran untuk bantuan untuk beasiswa, tentu sudah ada ancang-ancang anggaran, maka tentu harus dilihat lagi, anggaran pendidikan yang tidak jadi itu kemudian dialokasikan ke mana.

"Mau diarahkan ke mana harus dilihat, ini penting untuk menentukan kebijakan anggaran yang tepat dan harus dilihat lagi, kalau rencananya untuk beasiswa, namun tidak jadi maka itu kemana, ini yang penting dan harus diclearkan," kata Usman.

Jangan pula, kata dia, rencana anggaran tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak tepat.

Baiknya, demikian Usman, dana tersebut dialokasikan untuk program pengawasan atau monitoring pendidikan yang melibatkan publik, karena ini penting.

Tujuannya, kata dia, untuk memastikan program-program pendidikan apakah sudah tepat sasaran, berguna apa tidak.

"Jangan malah untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya, seperti belanja pegawai. Itu tentu tidak ada manfaatnya bagi publik," Usman mengakhiri. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Ini Bandara Paling Tak Berguna di Dunia

Senin, 16 Oktober 2017 - 12:13 WIB

Hukum, Tanah dan Pemerintah

Minggu, 15 Oktober 2017 - 23:00 WIB

Target Meranti 4.000 Haktera Lahan untuk Padi

Kamis, 12 Oktober 2017 - 23:43 WIB

Cegah Korupsi di Inhil, Bupati Wardan Bilang Ini Baik

Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Bupati Inhil Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2016

Selasa, 05 September 2017 - 09:42 WIB

Bupati Inhil Lepas Pawai Takbir Idul Adha

Jumat, 01 September 2017 - 08:21 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia