Kota Selatpanjang. (RB)

Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:23 WIB 3870000

Selatpanjang Kota Tanah Jantan yang Mulai Menggeliat

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dari timur selat air hitam terlihat berjajar rapat bangunan-bangunan cukup tinggi, siang itu, Rabu (18/10/2017), Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di pesisir Riau tampak ramai.

Sejumlah kapal termasuk Porti Garuda yang ditumpangiRiauBook.combersandar di dermaga, Tanjung Harapan, salah satu dermaga untuk langsung akses ke kota sagu itu.

Sekira 50 orang penumpang turun dari pintu kiri kapal, dan puluhan orang lainnyapun sudah menunggu di sepanjang jalan sempit, yang lebarnya hanya berkisar2 meter itu.

"Becak bang, ojek-ojek," sejumlah pria berpakaian kumuh berteriak menawarkan jasa angkutan massal yang ada di ibukota tanah jantan itu. Hiruk pikuk pelabuhan dan para penarikbecak siang menyegat itu mewarnai kesibukan pelabuhan Selatpanjang.

Kadang penarik becak dan ojek saling berlomba mempengaruhi calon penumpangnya. Kadang sampai tarik menarik tas, yang bisa saja berujung perkelahian. "Begitulah setiap hari kondisi pelabuhan di Selatpanjang," kata Johanes, warga pendatang yang menetap di Selatpanjang.

Tidak jarang, akibat rebutan penumpang itu, sesama pebecak akhirnya ribut, karena moment kedatangan kapal itu menjadi kesempatan besar untuk mendapatkan penumpang.

Kondisi demikian menjadi hal yang biasa di Kota Tanah Jantan, sebutan untuk kota sagu sebagai gambaran kerasnya dan sulitnya kehidupan yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.

"Sudah banyak contoh persoalan di masa lalu, kasus yang pada akhirnya berujung pada perkelahian. Bermacam faktor karena desakan ekonomi, rebutan perempuan, juga hal lainnya yang dapat memucu perseteruan," kata Johanes.

Kadang akibat mengedepankan otot, demikian Jo, tidak jarang kasus perkelahian berujung pada korban jiwa.

Seperti kasus lalu, kata Jo ketika itu seorang anggota polisi ditikam hingga tewas oleh pria honorer pemkab setempat. Oknum polisi lainnya-pun tidak terima keadaan itu kemudian berakhir dengan kematian tersangka pelaku di rumah sakit.

Peristiwa saling bunuh antara warga dengan oknum polisi itu kata Jo, sempat membuat situasi di Selatpanjang mencekam, untuk waktu relatif panjang.

"Warga yang marah atas kematian warga tersebut juga sempat mengepung Mapolres, kepolisian yang tersudut tiba-tiba salah seorang pendemo kala itu lunglai di depan Mapolres hingga bermandikan darah.

Kamatian warga yang kedua ini membuat suasana semakinmencekam, batu dan berbagai materialpun pelayang ditujukan ke mapolres," kata dia.

Pada peristiwa ini, kata Jo membuat hubungan kepolisian dengan masyarakat langsungrenggang, hingga akhirnya Kapolrespun dicopot dan Kapolda Riau turun tangan untuk mendamaikan suasana.

Kedatangan Kapolda Riau kala itu bahkan turun langsung mengusung keranda korban ke liang lahat sedikit mengobati luka hati masyarakat Meranti.

"Ini hanya satu dari beberapa kasus di Selatpanjang selama ini, dan menjadi pengalaman berharga bagi semua lapisan. Jadi tidak salah kalau Meranti ini dijuluki tanah jantan, sebab jauh sebelum mekar menjadi sebuah daerah otonomi, Selatpanjang memang terkenal dengan kehidupan preman.

Untungdaerah ini menjadi daerah otonomi baru, dengan itu bisa secara perlahan melakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satunya, saat ini kalau umumnya tenaga Satpol PP yang direkrut adalah dari mereka yang menamakan dirinya preman," tutur Jo.

Dampak Otot

Seorang pengusaha perhotelan, Warman, turut mengeluhkan kondisi tersebut, ketidaknyamanan oleh para warga tempatan memberi pengaruh tidak langsung ke para pelaku usaha perhotelan kala itu.

"Tentu, karena jika sambutannya tidak baik akan menjadi catatan buruk bagi para pendatang, apakah itu tamu pemerintahan ataupun wisatawan yang datang ke Selatpanjang," kata Warman.

Maka kemudian, demikian Warman, pihak kemudian berinisiatif melatih para pebecak untuk menjadi profesional dibidangnya.

"Kami latih mereka bagaimana menyambut tamu dengan ramah tanpa harus saling sikut, kemudian memberikan mereka pakaian yang lengkap dengan identitasnya," kata dia.

Mengenai ongkos becak, demikian Warman, para pebecak tidak harus meminta dan tawar menawar ke penumpang, mereka bisa mengambilnya di hotel tempat pengunjung itu menginap.

"Kegiatan melatih para warga tempatan untuk menyambut ramah pendatang, kemudian melatih mereka dengan budaya yang khas dan santun harus didukung oleh pemda setempat. Ini demi Kota Selatpanjang kedepan," kata Warman.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Meranti, Nasruni, mengatakan pihak telah memiliki banyak program untuk menyedot para pendatang ke Meranti.

"Tentunya harus mendapat dukungan juga dari berbagai pihak, termasuk teman-teman di perhotelan," katanya.

Untuk sektor pariwisata, demikian Nasruni, Selatpanjang memiliki sejumlahikonmenarik, termasuk makanan yang khas dari bahan dasar sagu.

"Kemudian juga dilaksanakan berbagai event yang mengundang banyak pejabat di luar daerah, tingkat provinsi maupun nasional. Harapannya tingkat kunjungan ke Selatpanjang terus meningkat. Tentunya ini juga harus didukung dengan budaya sopan, ramah dan khas dari warga setempat," katanya. (RB/Fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru Mulai Bersih

Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:41 WIB

Banyak Legislator yang 'Sakit', Biar Sehat Pakai Sepeda

Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:46 WIB

Ini Bandara Paling Tak Berguna di Dunia

Senin, 16 Oktober 2017 - 12:13 WIB

Hukum, Tanah dan Pemerintah

Minggu, 15 Oktober 2017 - 23:00 WIB

Target Meranti 4.000 Haktera Lahan untuk Padi

Kamis, 12 Oktober 2017 - 23:43 WIB

Cegah Korupsi di Inhil, Bupati Wardan Bilang Ini Baik

Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Bupati Inhil Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2016

Selasa, 05 September 2017 - 09:42 WIB

Bupati Inhil Lepas Pawai Takbir Idul Adha

Jumat, 01 September 2017 - 08:21 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia