Opini

Aditya dan Gelora Gerakan Mahasiswa

Mahasiswa Riau tersentak mendengar kabar tertahannya salah satu mahasiswa Universitas Riau dari jurusan PPKn, Aditya Putra Gumesa (Menteri Sosial dan Politik BEM Unri periode 2017-2018) yang tergabung dalam aksi demonstrasi evaluasi 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Massa aksi yang tertangkap sekitar 12 orang. Mereka adalah, Yogi Ali (IPB), Aditia (Unriau), Ardi (IPB), Wafiq (UB), Taufiq (UB), Golbi (IPB), Yahya (IPB), Susilo (IPB), Fauzan (Tazkia), Ramdhani (Unpak), Rifki abdul (akpi bogor), Gustri (Untirta). Alhamdulillah dikabarkan massa Aksi yang tertahan sudah dilepaskan.

Hal ini tentu menuai kontroversi mengingat kejadian ini bukan untuk yang pertama kalinya, khusus mahasiswa Riau tentu masih terlintas dikepala kita peristiwa pengeroyokan RRI ditahun 2014, Tragedi Pemukulan Gedung Srindit Kantor Gubernur Riau ditahun 2016 dan masih banyak kasus-kasus pemukulan yang menunjukkan sikap Represifnya aparat keamanan dalam menjaga serta mengamankan aksi dari Mahasiswa. Ini bukan masalah Pribadi Aditya saja, prinsip seorang mahasiswa bahwa kita bagaikan satu tubuh apabila salah satu sisi kita terluka maka seluruh tubuh akan merasakannya. Tidak heran muncul inisiatif lahirnya gerakan aksi solidaritas sesama mahasiswa.

Kalau kita tarik secara analitis bahwa ada suatu formula yang hilang, kepingan puzzle yang tidak lengkap sehingga kasus tindakan represif pihak keamanan terus saja terjadi. Bak kata pepatah tentu tidak ada asap kalau tidak ada api."Pemerintah" menjadi kunci akan ketidakstabilan dan ketidaktegasan sehingga kita terus disuguhi tontonan-tontonan yang memilukan, yang memaksa mahasiswa dan polisi menjadi Korban Kegaduhan, masyarakat tidak kunjung sejahtera, penegakan hukum menjadi amburadul dan iklim politik terus dalam posisi "sakit" yang entah kapan sehatnya. Tentu kita harus berterimakasih kepada Mahasiswa yang sampai hari ini tidak berhenti bersuara dan masih menjaga "kemurnian" gerakannya semata-mata untuk menyampaikan Aspirasi Masyarakat.

Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dapat kita soroti dengan berhasilkah terciptanya tujuan hukum yang berlandaskan keadilan, kebermanfaatan dan kepastian hukum. Tentu salah satu dari kita akan berasumsi bahwa tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Jokowi (eksekutif) dalam melakukan penegakan Hukum, kita harus mengingat bahwa Presiden memiliki posisi yang fundamental sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Sangatlah penting untuk memahami hakikat bernegara dan mekanisme dalam menjalankan negara, meminjam kata Prof Yusril Ihza Mahendra bahwa kalau tidak, maka Negara itu akan menjadi "amatiran".

Presiden harus memiliki suatu kewibawaan yang besar, memang presiden memiliki keterbatasan-keterbatasan seperti yang diatur konstitusi dan undang-undang. Presiden tidak bisa mengintervensi penegakan hukum tetapi presiden mempunyai "kebijakan" bagaimana harus melakukan penegakan hukum. Presiden harus aktif dalam menyikapi permasalahan hukum dan memecahkan masalah yang beredar di seluk beluk kehidupan masyarakat. Jangan diam. Seperti mistik karena mengurus negara ini harus dengan rasional karena ini nyata. Solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa ini ialah menggunakan pisau hukum yang tentu berkeadilan, berkemanfaatan dan berkeadilan. Maka benar pemikiran filsafat hukum mengatakan "No one is able to do a thing, unless be can do it law fully (tidak seorang pun yang mampu melakukan sesuatu, tanpa ia melakukannya sesuai hukum).

Kegaduhan-kegaduhan seperti ini sebenarnya hanya menghabiskan energi saja. Kalau kita menyelam lebih dalam kajian hukumnya maka benar yang dikatakan oleh O.W.Holmes bahwa "kehidupan hukum tidak hanya menuruti logika, melainkan juga menuruti pengalaman". Seharusnya Pemerintah memelihara dan justru memanfaatkan lembaga-lembaga yang ada seperti lembaga Infrastruktur politik yaitu Mahasiswa, LSM, Tokoh Masyarakat dan Akademisi. Mahasiswa yang sejatinya menjadi mitra strategis mengkritisi Pemerintah dapat menjadi acuan dalam pembenahan struktur dan pengoptimalan tujuan bernegara yang dilaksanakan pemerintah. Mahasiswa harus bertahan dalam derasnya gerakan pembungkaman terhadap suara-suara aspirasi rakyat yang menjadi amanah mahasiswa.

Presiden harus berani muncul dan membuka tangan dengan lebar akan kritikan dan masukan dari masyarakat karena sejatinya itu untuk kebaikan bangsa Indonesia juga. Sisa Masa jabatan yang tinggal dua tahun ini harus segera dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena sejatinya segala amanah dan perbuatan akan diminta pertanggungjawabannya. Kalau sejatinya tidak bisa, segera undur diri dan mencari alternatif pengganti. Mahasiswa teruslah menjadi pelita dalam kemurnian kita semata-mata hadir untuk masyarakat. (RB/yopi)

*Oleh: Triandi Bimankalid S.H, mantan Menteri Hukum dan Advokasi Bem Universitas Riau periode 2015-2016


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi - JK, Menagih Nawacita di Bidang Pendidikan

Sebelum melenggang menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengungkapkan visi misinya jika terpilih…

Foto

Fokuslah pada Isu-isu Besar, Jangan Terkecoh dengan Isu Kecil

Strategi perang Cina kuno dalam buku memancing Harimau turun gunung, 36 Strategi Perang Cina Kuno GAO YUAN yakni 'Mengecoh…

Foto

Niat KPK Memang Merusak Citra Peradilan

Ijinkan saya menyampaikan fakta tentang peradilan kita pasca reformasi. Jangan percaya KPK dan antek-anteknya soal keadaan pengadilan kita karena memang…

Foto

Propaganda Anti Korupsi Seperti Cara Kerja PKI

Mereka menyerang orang yang mengkritik cara mereka bekerja sebagai koruptor.Buat mereka, lebih baik Anda korup tetapi memuji cara kerja mereka…

Foto

Organ-organ Jaringan Narkoba di Riau, Mana Jantungnya?

Menjadi topik hangat, kabar tentang Badan Narkotika Nasional menembak mati satu dari dua tersangka yang berkonvoi membawa sabu 25 kilogram…

Foto

Apa dan Siapa yang Salah dari Lahirnya Oknum Mahasiswa Brutal

Millenial ini, perkembangan teknologi, sains dan ilmu pengetahuan berkembang pesat. Di Universitas, Lembaga Penelitian, dan Komunitas Mandiri (swasta). Perkembangan teknologi,…

Foto

Bangsa Paling Dermawan

Membanggakan, Indonesia kembali masuk dalam jajaran negara paling dermawan di dunia. Dalam daftar World Giving Index 2017 yang baru saja…

Foto

Polemik E-KTP dan Licinnya Setya Novanto

Polemik berkepanjangan kasus korupsi dalam proyek E-KTP semakin berlarut-larut. Upaya mengungkap tabir misteri di balik kasus ini seakan mustahil dilakukan…

Foto

Manusia yang Mencipta Sejarah

An idea starts to get interesting when you get scared of taking it to its logical conclusion. (Nassim Nicholas Taleb).…

Foto

Tips Memilih Pengacara Biar Enggak Rugi

RIAUBOOK.COM - Hampir setiap orang tentu memiliki masalah, tidak sedikit yang kemudian berhadapan dengan hukum atau melakukan gugatan secara perdata…

Foto

Sunnah Sedirham Surga

RIAUBOOK.COM - Adalah Imam Abu Dawud, penulis Kitab Sunan, demikian Al-Hafidz Ibnu Hajar menukil riwayat dari Ibnu 'Abdil Barr. Berada…

Foto

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Benarkah PKI itu ada? Siapa saja orang-orangnya kini, dan Apa tujuan akhir mereka? Ini adalah pertanyaan dasar…

Foto

Nasib 300 Desa Pasca-Perda RTRWP Riau Diketok Palu

Agenda Rapat paripurna pengesahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Provinsi sempat tertunda 2 kali. Bersyukur, akhirnya bisa bernafas…

Foto

Gagasan Konstruktif Lembaga DPR Ditinjau Sebagai "The People's Representatives"

Gagasan parlemen sebagai badan atau lembaga yang menjalankan fungsi legislatif bervariasi penerapannya di berbagai negara. Dalam beberapa konstitusi, parlemen disebut…

Foto

Kedaulatan Ekonomi Digital

Belum lama ini, aplikasi photo dan video sharing Instagram merilis kota paling popular di fitur Insta Story. Siapa yang jadi…

Foto

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Meski Pemilihan Gubernur baru akan di selenggarakan pada bulan Juni tahun 2018, tetapi hingar bingar, propaganda, dan suhu politik di…

Foto

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Provinsi Riau hingga detik ini, menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang belum memiliki Rencana Tata Ruang (RTRWP). Mengapa terjadi,…

Foto

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Oleh : Bagus Santoso, Praktisi Politik, Anggota DPRD Provinsi Riau.Mendekati tahapan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri ), angin semakin kencang menerpa…

Foto

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Oleh : Bagus Santoso, Anggota DPRD Provinsi RiauPemerintah Republik Indonesia telah mengalokasikan dan mendistribusikan dana desa untuk seluruh kabupaten dengan…

Foto

Menghayati 'Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas'

Di hari jadi ke-60 tahun Provinsi Riau kabar menghebohkan muncul. Pada Selasa (8/8/2017) Kantor Bupati Bengkalis digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi…

foto

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Ulu Kasok dan Gulamo Akan Diresmikan Sebagai Objek Geo-Wisata

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) akan meresmikan Puncak Ulu Kasok dan Sungai Gulamo sebagai…

Foto

Fakhrunnas MA Jabbar Bakal Tampil di 'Banda Fiesta 2018', Persiapan Menuju Ivent Sastra Internasional

RIAUBOOK.COM - Dua sastrawan Riau, yakni Husnu Abadi dan Fakhrunnas MA Jabbar menghadiri acara sastra ''Banda Fiesta 2018'' di Banda Neira,…

Foto

Rupat, Pulau Harapan Pariwisata Riau Gelar Festival di Pantai Pesona, Ribuan Orang Hadir

RIAUBOOK.COM - Festival Pantai Rupat yang ditaja Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis dihadiri ribuan warga pada Sabtu…

Pendidikan