Nasib Arief Cuba, 2 Tahun Penantian Perkara Tanah di Polda Riau yang Muncul SP3

RIAUBOOK.COM - Arief Cuba tidak muda lagi, umurnya sudah lebih 60 tahun, pandangan matanya sudah kabur, fikirannya kini terpaku pada penyelesaian tanah miliknya yang diserobot orang-orang tak bertanggung jawab.

"Tanah inilah yang harusnya menjadi warisan dari saya untuk anak-anak saya," kata Arief, ditemui di rumahnya di Jalan Kapau Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.

Pria tua berambut gondrong itu sudah sakit-sakitan, penyakit itu datang saat kondisi fisiknya mulai renta.

"Masya Allah," Arief Cuba selalu menyebut nama tuhan setiap kali bertemu seseorang. Mengumbar persoalan tanah miliknya yang tak kunjung tuntas, sudah lebih dua tahun di Polda Riau.

Penderitaan Arief diawali ulah sekelompok orang yang juga membawa-bawa nama Tuhan untuk memanfaatkan kelemahan hukum. Kata mereka; "tanah ini milik tuhan, dan bukan milik siapa-siapa".

Dengan "menjual" nama Tuhan, mereka lantas melakukan upaya bertentangan dengan hukum, melakukan penyerobotan tanah hak orang lain dengan "membabi buta".

Lihat saja, kawasan di Jalan Gunung Salak, Kelurahan Kulim, Tenayan Raya, Pekanbaru. Di sepanjang jalan yang terlihat hanyalah pepohonan kelapa sawit.

Para pelaku atas nama Tuhan itu menanaminya sejak belasan tahun silam, tanpa ada perlawanan penegak hukum.

"Hukumnya sudah buta," kata Arief Cuba.

Memasuki Jalan Gunung Salak lewat kawasan Parit Indah, di pinggir jalur sepanjang lebih 6 kilometer, hanya tampak perkebunan sawit.

Di sela-selanya terdapat beberapa kedai papan dan beberapa rumah yang telah ditinggal penghuninya.

Pinggir kanan, tertanam plang kepemilikan tanah atas nama Yayasan Muhammadiyah. Di plang tersebut juga dituliskan bakal ada rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah.

Berjarak sekitar 300 meter berikutnya, masih di pinggir jalan sebelah kanan, juga terpampang plang kepemilikan tanah atas nama Herman Abdullah. Dia adalah mantan Wali Kota Pekanbaru dua periode.

Di atas tanah tersebut, rencananya keluar Herman Abdullah akan mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Tepat di seberangnya, juga ada gubuk yang tekah dikelilingi bagar beton, dahulu di dalamnya adalah lokasi pemakaman umum.

Sejumlah tanah berplang nama dan tempat pemakaman umum tersebut adalah kawasan yang menjadi sasaran penyerobotan lahan. Para pelaku menjualnya ke Yayasan sekelas Muhammadiyah dan bahkan mantan Wali Kota Pekanbaru dua periode Herman Abdullah.

Yang mengejutkan, malah tanah yang tadinya tempat pemakaman umum, kini telah diratakan oleh para pelaku dan dijual ke pihak yang kini menjadi korban perselisihan umat.

Berjalan lagi sekitar 200 meter dari kawasan tanah korban penyerobotan, baru tampak sejumlah bangunan yang mulai ramai penduduk, bahkan sudah berdiri sejumlah rumah toko bertingkat tersebut dikabarkan juga berdiri di atas tanah milik orang lain.

Tepat di belakang ruko bertingkat sebelah kiri milik Janter Siahaan, mantan Ketua RW setempat, adalah Jalan Sipiso-piso yang di dalamnya, masuk sekitar 300 meter, ada tanah seluas 9.000 meter persegi milik Arief Cuba.

Sebagian besar di atas tanah itu telah ditanami sawit dengan perkiraan umur 5 hingga 10 tahun. Di seberang Jalan Sipiso-piso terdapat juga rumah permanen. Di dalamnya ada satu keluarga. Kepala rumah tangganya adalah Tobok Limbong, mantan Ketua RT setempat.

Rumah papan di atas tanah Arief Cuba itu memang tak berpenghuni. Namun setiap senja, lampu yang tergantung di bagian luar selalu menyala. Listriknya dialiri lewat kabel hitam yang tersambung ke rumah Tobok Limbong.

"Dialah yang selalu menghalangi saya untuk menguasai lahan milik saya. Masya Allah," kata Arief Cuba, pria sangar itu tampak murka.

Kasus penyerobotan lahan yang dialami Arief Cuba sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada kepastias hukum.

Terakhir, dia juga sudah melaporkannya ke Polda Riau. Proses di kepolisian telah berjalan lebih 2 tahun sejak 2015.

Parahnya, setelah penantian lebih 2 tahun, kabar buruk diterima Arief. Tanpa mengundang Arief saat gelar perkara terakhir, pihak kepolisian menerbitkan Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara (SP3).

Ketika itu, terlapor Sondik Manulang, tidak mampu menunjukkan bukti yang kuat. "Dia hanya pegang SKD (Surat Keterangan Desa) yang legalitasnya tidak jelas," kata Arief.

Demi tuhan, demikian Arief, ini adalah murni kasus penyerobotan tanah dari mereka yang kerap mengatasnamakan tuhan sebagai dalih, memebangun rumah-rumah ibadah di atas tanah yang mereka 'curi'.

Korban penyerobotan lahan di sekitar kawasan Jalan Gunung Salak atau Jalan Pesantren tidak hanya Arief Cuba.

Sudah ada ratusan orang lainnya yang mengadukan nasib ke aparat berwenang, termasuk satu perusahaan, PT Panca Belia.

Modus para pelaku dalam upaya tindakan pelanggaran hukum tersebut dilakukan dengan cara menumpang berkebun, kemudian menguasai dan lantas menjualnya.

Sebagian juga membangun rumah-rumah ibadah di atas tanah yang diduga milik orang lain.

Sebagian dari korban adalah mereka yang membeli tanah tersebut lewat para pelaku yang telah mengurus surat di tingkat kecamatan (SKGR).

Pihak Kecamatan Tenayan Raya telah menerbitkan puluhan SKGR atas tanah yang bukan milik pelaku. Perdagangan tanah secara ilegal tersebut berlangsung selama belasan tahun.

Saat ini ada ratusan bangunan di hamparan lahan sekitar kawasan Gunung Salak yang terancam penggusuran. Kebanyakan dari mereka adalah para korban yang membeli tanah atas perampasan yang dilakukan kelompok Jaunur Simanjuntak dan Limbong.

Jaunur dan Limbong, keduanya dikabarkan merupakan ketua kelompok penyerobotan tanah dengan membawa-bawa nama Tuhan. Dia bahkan telah beberapa kali keluar masuk sel tahanan atas kasus perampasan hak tanah milik orang lain.

"Tanah ini milik tuhan, bukan milik siapa-siapa," kata seorang dari kelompok Jaunur Simanjuntak dan Tobok Limbong.

Bahkan dilaporkan, telah ada puluhan korban dari kelompok ini, mereka menjual tanah tersebut dengan harga miring dan hasil keuntungan itu dibawa mereka ke kampung halaman.

Diperkirakan sudah miliaran rupiah uang yang mereka raup.

"Saya sudah capek mengadu ke sana-sini, termasuk melapor ke Lurah, ke Camat bahkan ke Polda Riau tapi nggak ada kejelasan. Menangis batin ini. Mereka yang menyerobot tanah saya juga membawa-bawa nama Tuhan. Tapi ini adalah hak, sampai kapanpun akan saya perjuangkan, jika saya mati, tujuh keturunan saya akan memperjuangkannya," kata Arief Cuba. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Desas-desus Densus, Target Teror Mulai Pembunuhan Gubernur Sulsel hingga Ledakkan Mapolda Riau dan Istana Negara

RIAUBOOK.COM - Detasemen Khusus 88 (Anti Teror) memiliki gaya tersendiri saat menjalankan aksinya mengungkap kasus-kasus terorisme, mulai desain busana yang…

Foto

Ketika ASN Banyak 'Nganggur', Bagaimana Nasib Honorer K2 di Pemprov Riau?

RIAUBOOK.COM - Ombudsman mendapat keluhan para tenaga honorer K2 di Pemerintah Provinsi Riau yang menuntut untuk menjadi Calon Pegawai Negeri…

Foto

Tanggapi Penahanan 2 Mahasiswa di Polda Metro Jaya, Padli AR: Bisa Jadi Mereka Tak Paham Definisi Mahasiswa

RIAUBOOK.COM - Tugas mahasiswa selain menempuh ilmu di perguruan tinggi adalah sebagai kelompok pengkritik, demikian kata Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa…

Foto

Lebih dari 200 Laporan Per tahun, Ada Apa dengan Pelayanan Publik di Riau?

RIAUBOOK.COM - Ketua Ombudsman Perwakilan Riau, Ahmad Fitri menyampaikan, saat ini pihaknya telah menerima laporan masyarakat dengan total lebih dari…

Foto

Wakil Ketua DPRD Riau Terkejut Ada Tangkapan Teroris di Riau

RIAUBOOK.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Riau dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sunaryo terkejut mendapat informasi adanya penangkapan…

Foto

4 Teroris Ditangkap di Kampar Diduga Jemaah Anshar Daulah

RIAUBOOK.COM - Detasemen Khusus 88 Anti Teror menangkap 4 terduga teroris, di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa…

Foto

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus di Kampar Bertambah jadi 4 Orang

RIAUBOOK.COM - Setelah melakukan pengembangan, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror meringkus dua terduga teroris lainnya, mereka ditangkap di lokasi…

Foto

Penangkapan 2 Terduga Teroris di Kampar adalah Operasi Senyap, Tapi Kok Beredar Informasi di Medsos? Ini Jawaban Polda Riau

RIAUBOOK.COM - Penangkapan 2 orang terduga teroris di Perumahan Pandau Permai, Kabupaten Kampar, Riau, oleh Detasemen Khusus 88 (anti teror)…

Foto

Gubernur Riau Langsung Tandatangani Surat Tuntutan Buruh RAPP

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman akhirnya menandatangani surat tuntutan yang dibuat bersama oleh para pekerja PT. Riau Andalan Pulp…

Foto

Foto-foto Demonstrasi Karyawan RAPP dan Tuntutannya

RIAUBOOK.COM - Ribuan karyawan APRIL Group dari penjuru daerah kabupaten di Riau menggelar aksi unjuk rasa di titik nol Kota…

Foto

Asik, Polisi di Inhu Dapat Rumah Dinas, Sekarang Sedang Dibangun

RIAUBOOK.COM - Pembangunan rumah dinas (rumdin) Polri tahun anggaran 2017 sebanyak 17 unit untuk 4 Polsek di wilayah hukum polres…

Foto

Fraksi PKB Bingung dengan LPJ APBD 2016 Pemkab Inhil

RIAUBOOK.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Riau, khususnya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa bingung dengan…

Foto

Panglima TNI Dilarang Masuk Amerika Serikat, Begini Ceritanya

RIAUBOOK.COM - Sedianya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan menghadiri Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization…

Foto

Testemoni Irwan Nasir tentang Pentingnya Sagu untuk Ketahanan Pangan Nasional

RIAUBOOK.COM - Meranti merupakan kabupaten kepulauan hasil pemekaran Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, sejak 2009 dengan jumlah penduduk yang saat ini…

Foto

Bayi Ditinggal Ibunya di Meja Gorengan, Bupati Kampar Ambil dan Adopsi

RIAUBOOK.COM - Bupati Kampar, Riau, Azis Zaenal menyatakan kesediaannya untuk merawat, menjaga dan mendidik bayi perempuan yang ditinggalkan oleh ibunya…

Foto

Rapat Paripurna DPRD Inhil ke-8, Masa Persidangan II Tahun 2017

RIAUBOOK.COM - Peraturan Pemerintah Daerah (Perda) nomor 18 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD telah…

Foto

Bantu Korban Kecelakaan Lalin, Gubri Tanggung Biaya Pengobatannya

RIAUBOOK.COM - Ketika Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengadakan kunjungan ke Bengkalis, tiba-tiba saja ia dan rombongan menemukan kecelakaan lalu lintas…

Foto

Selatpanjang Kota Tanah Jantan yang Mulai Menggeliat

Foto

Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru Mulai Bersih

RIAUBOOK.COM - Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, Riau, mulai terlihat bersih, ruang tunggu bebas asap rokok serta halaman parkir yang tertata…

Foto

Jakarta Masuk Satu Kota di Dunia Paling Berbahaya Bagi Perempuan

RIAUBOOK.COM - Terdapat10 kota besar atau megacity di dunia yang paling berbahaya untuk perempuan, demikian hasil survei Yayasan Thomson Reuters…

foto

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Ulu Kasok dan Gulamo Akan Diresmikan Sebagai Objek Geo-Wisata

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) akan meresmikan Puncak Ulu Kasok dan Sungai Gulamo sebagai…

Foto

Fakhrunnas MA Jabbar Bakal Tampil di 'Banda Fiesta 2018', Persiapan Menuju Ivent Sastra Internasional

RIAUBOOK.COM - Dua sastrawan Riau, yakni Husnu Abadi dan Fakhrunnas MA Jabbar menghadiri acara sastra ''Banda Fiesta 2018'' di Banda Neira,…

Foto

Rupat, Pulau Harapan Pariwisata Riau Gelar Festival di Pantai Pesona, Ribuan Orang Hadir

RIAUBOOK.COM - Festival Pantai Rupat yang ditaja Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis dihadiri ribuan warga pada Sabtu…

Pendidikan