Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Forkopimda Riau menerima perwakilan serikat pekerja RAPP yang turun berdemonstrasi. (RB/habir)

Kamis, 26 Oktober 2017 - 15:43 WIB 3090000

Jikalahari Menilai RAPP dan APRIL Grup Timbulkan Kerugian Keuangan dan Ekologis Sebesar Rp 712,24 Triliun

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Jikalahari menilai PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan APRIL Grup melanggar UUD 1945 serta hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia saat menyatakan PT RAPP telah berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia, seperti investasi Rp 85 triliun, investasi baru pabrik kertas dan rayon Rp 15 triliun, total investasi hulu-hilir Rp 100 triliun, ekspor dan devisa kepada negara sekitar US$ 1,5 miliar atau Rp 20 triliun per tahun.

"Bila hanya urusan ekonomi kapitalisme yang jadi perhatian PT RAPP dan APRIL Grup, itu sama saja melanggar hukum tertinggi Indonesia yang mensyaratkan perekonomian berwawasan lingkungan dan lingkungan hidup yang sehat adalah HAM," kata Wakil Koordinator Jikalahari, Made Ali.

Lebih lanjut dikatakannya, PT RAPP dan APRIL Grup telah melanggar Pasal 33 Ayat 4 UUD 45 dan UU Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pasal 33 Ayat 4 UUD 45 dengan tegas menyebut: Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

"UU Lingkungan Hidup dan Kehutanan jelas menyebut prinsip ekonomi kerakyatan, ekologis dan sosial harus sejalan dan seimbang termasuk menghormati HAM," kata Made Ali.

Keuntungan APRIL menebang hutan alam, tidak sebanding dengan dampak kerusakan ekologis yang dilakukan APRIL Grup.

Jikalahari mencatat total Rp712,247,628,934,147 kerusakan ekologis sepanjang PT RAPP dan APRIL Grup beroperasi di Riau.

"Kerusakan ekologis itu akumulasi dari kejahatan korupsi kehutanan, pidana pajak, pencemaran dan perusakan lingkungan hidup termasuk hak asasi manusia," kata Made Ali.

Untuk itulah Jikalahari merekomendasikan sebagai berikut :

1. Presiden Jokowi mencabut izin PT RAPP dan APRIL Grup, lantas seluruh arealnya dikembalikan kepada masyarat adat dan mengembalikan ruang ekologis agar kebudayaan dan peradaban melayu di Riau tidak hilang.

2. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bukan hanya memberi sanksi administrasi, juga segera mencabut izin PT RAPP dan APRIL Grup karena telah melangggar peraturan perundang-undangan dan Hak Ekologis. (RB/habir)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
habir

Berita Terkini

Riau Mulai Membara, 15 Titik Panas Terdeteksi

Minggu, 22 Oktober 2017 - 00:38 WIB

Riau Panas, Awas Kebakaran Lahan

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 23:41 WIB

Satu Titik Hotspot Terpantau di Riau

Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:35 WIB

Sekolah di Kuansing Jalani Kegiatan Ramah Lingkungan

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 08:50 WIB

HUT TNI, Ini Harapan Sekda Riau

Kamis, 05 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Awas, Riau Bakal Sering Hujan, Rawan Banjir

Kamis, 05 Oktober 2017 - 13:13 WIB

BPBD Riau : Lima Wilayah Ini Rawan Terjadi Banjir

Rabu, 04 Oktober 2017 - 17:36 WIB

Heboh, Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman Rumah Warga Inhil

Sabtu, 30 September 2017 - 21:48 WIB

Siap-siap, Tambang Emas di Riau Bakal Ditertibkan

Sabtu, 30 September 2017 - 08:49 WIB

Pemuka Agama di Riau Komitmen Cegah Karhutla, Ini Buktinya

Jumat, 29 September 2017 - 13:02 WIB

Tolak RTRW, Elemen Mahasiswa Turun Aksi, Ini Tuntutannya

Kamis, 28 September 2017 - 11:32 WIB

Musim Hujan, Daerah-daerah di Riau Ini Rawan Banjir

Rabu, 27 September 2017 - 13:08 WIB

Dinasos Riau Akan Sosialiasi Kampung Siaga Bencana

Selasa, 26 September 2017 - 00:10 WIB

Riau Masih Rawan Kebakaran Lahan, Ini Buktinya

Selasa, 26 September 2017 - 21:03 WIB

Awas, Hujan di Riau Berkemungkinan Disertai Petir

Senin, 25 September 2017 - 18:21 WIB

Gubri Ingin RTRW Riau Segera Diparipurnakan

Jumat, 22 September 2017 - 17:06 WIB

Serunya Wisata Hammock di Bandar Bakau Kota Dumai

Minggu, 03 September 2017 - 19:14 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia