Ilustrasi. (net)

Selasa, 31 Oktober 2017 - 12:29 WIB 3460000

Ketua Yayasan di Riau Terjerat Kasus Pemalsuan SK Anaknya

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Mantan Ketua Yayasan Komputansi Riau, Dadang Iskandar, dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga membuat surat palsu terkait surat keputusan pengangkatan anaknya, Johar Arief sebagai Ketua STMIK-AMIK Riau.

Johar sebenarnya mulai bekerja pada 2015, namun dalam SK-nya malah ditulis bulan September 2013.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. Dikatakan Guntur, laporan tersebut disampaikan ke Polresta Pekanbaru.

"Iya benar, sudah terima laporan tersebut. Sebagai pelapor adalah Mohammad Helmy (Ketua Yayasan Komputansi Riau), dan terlapor adalah DI (Dadang Iskandar), mantan Ketua Yayasan Komputansi Riau)," Guntur menjelaskan pada Selasa (31/10/2017).

Guntur mengatakan, saat ini pihaknya akan mempelajari laporan tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran, kepolisian akan menaikkan status perkara tersebut ke penyidikan.

"Pelapor (Mohammad Helmy) sudah kita minta keterangannya saat membuat laporan. Sedangkan pihak terlapor dan saksi-saksi lain akan dijadwalkan untuk dimintai keterangan," kata Guntur.

Sementara itu, Muhammad Helmy saat dikonfirmasi melalui Penasehat Hukumnya, Eva Nora, mengatakan, laporan ini bermula dari pengangkatan Johar Arief, sebagai Ketua STMIK-AMIK Riau, sebuah perguruan tinggi yang berada di bawah Yayasan Komputansi Riau, pada tahun 2015 lalu.

Namun ternyata SK tersebut diduga dimanipulasi dengan dibuat tanggal mundur, yakni September 2013.

"Dia (Johar Arief) itu baru masuk bulan Januari 2015. Ada suatu aturan, pengangkatan seorang Ketua (STMIK-AMIK Riau) seharusnya minimal dua tahun menjadi dosen. Maka oleh orangtuanya yang merupakan Ketua Yayasan dibuatkan sebuah surat September 2013 supaya terpenuhi syarat dua tahun menjadi Ketua," kata Eva.

Pengangkatan Johar sebagai Ketua STMIK-AMIK Riau secara otomatis disertai dengan pemberian gaji sebagai ketua. Menurut Eva, Johar belum berhak menerima gaji tersebut.

"Karena ini yayasan, yang uangnya bersumber bukan dari orang perorangan, saya menduga juga ada kerugian negara yang ditimbulkan. Gaji itu bukan hak dia," kata Eva.

Selain dugaan pemalsuan, Dadang yang juga diketahui merupakan mantan Pembantu Rektor I Univesitas Riau itu, juga dilaporkan dalam dugaan tindak pidana ujaran kebencian atau hate speech.

Hal tersebut dikarenakan perkataannya yang mengatakan sejumlah pengurus yayasan adalah 'ISIS Pemberontak'. Pernyataan itu disampaikannya pada suatu pertemuan antara Dadang dan karyawan yayasan beberapa waktu lalu.

"Setelah dia (Dadang) sadar, dia meminta maaf dan membuat surat pernyataan. Ada surat pernyataannya. Namun itu tidak cukup. Setelah dikaji, ini dimungkinkan akan berulang lagi. Ini juga kita laporkan," Eva mengimbuh.

Masih terkait ujaran kebencian, istri Dadang bernama Entin Mustina Iskandar, juga diduga telah melontarkan perkataan yang tidak sepantasnya terhadap pengurus yayasan di dunia maya melalui media sosial Facebook.

"Dalam akun Facebook-nya, dia mengatakan hal-hal yang tidak pantas yang menimbulkan juga ujaran kebencian. Itu sudah kita print untuk dijadikan barang bukti," kata Eva.

"Tiga dugaan tindak pidana itu kita laporkan ke Polresta Pekanbaru. Pihak Polresta Pekanbaru menyatukan laporan ini karena terlapornya sama," jelas Eva.

Hal ini juga diaminkan Mohammad Helmy yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Komputansi Riau beserta sejumlah pengurus lainnya.. Menurut Helmy, pihak yayasan merasa dirugikan akibat perbuatan Dadang.

Menurut Helmy, terkait SK pengangkatan anaknya sebagai Ketua STMIK-AMIK Riau, tentu ada dampak yang ditimbulkan. Belum masanya menjadi ketua, dimanipulasi menjadi ketua.

"Berarti ada honor yang tidak sepantasnya diberikan. Teman-teman yang lain dari akademis, baik dosen dan karyawan itu juga merasakan dirugikan karena ada ujaran kebencian," kata Helmy.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pihak kepolisian menindaklanjuti kasus ini agar hal serupa tidak terjadi di kemudian hari. "Apalagi ini menyangkut dunia pendidikan," katanya. (RB/san)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Tim Jatanras Ringkus Lagi Pelaku Judi Togel di Rengat

Minggu, 29 Oktober 2017 - 12:57 WIB

Wanita Muda di Inhil Bawa Ganja 2,5 Kg, Diduga Pengedar

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 08:43 WIB

Legislator Riau EM Dilaporkan ke Polda

Kamis, 26 Oktober 2017 - 14:02 WIB

KPK Tangkap Bupati dan 14 Orang Lainnya

Rabu, 25 Oktober 2017 - 22:07 WIB

Astaga, Seorang Wanita Main Judi Sama Kakek-kakek di Inhu

Selasa, 24 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Polisi Tangkap Pencuri di Meranti, Juga Diamankan Narkoba

Minggu, 22 Oktober 2017 - 00:51 WIB

Polres Siak Gagalkan Transaksi Narkoba di Dayun

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:33 WIB

Ketua DPRD Tewas Ditikam Isteri Kedua

Jumat, 20 Oktober 2017 - 11:57 WIB

Warga Inhil Bakar Lahan Ditangkap, Polisi yang Padamkan

Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:43 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia