Ket Foto : Conferensi Pers saat penandatanganan kerjasama.

Sabtu, 04 November 2017 - 19:15 WIB 1460000

Eka Hospital Layani Pasien Gangguan Irama Jantung

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM- Eka Hospital Pekanbaru kembali melakukan terobosan baru, yakni sudah bisa melayani pasien dengan gangguan Irama Jantung (Aritmia). Layanan ini hanya satu-satunya yang ada di Provinsi Riau.

Demi kelancaran layanannya, Eka Hospital Pekanbaru menjalin kerjasama dengan InaHRS (Indonesia Heart Rhythm Society). Kerjasama ini di tandatangani langsung oleh CEO Eka Hospital, Romi Jaya Saputra dengan Ketua InaHRS Prof. DR.dr. Yoga Yunianda, SpJP (K) FIHA, Jumat (3/11/2017) di Eka Hospital Pekanbaru.

Dengan ditandatangani kerjasama ini, Eka Hospital Pekanbaru telah resmi memulai pelayanan bagi pasien yang membutuhkan prosedur studi elektrofisiologi dan Ablasi baik dari Kota Pekanbaru maupun dari kabupaten kota lainnya di Provinsi Riau ini.

Diketahui, gangguan Aritmia ini merupakan salah satu kelainan organ jantung. Kelainan tersebut dapat berupa detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.

Aritmia terjadi karena impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Aritmia dapat menyebabkan keluhan ringan hingga berat. Gelaja yang dapat muncul antara lain, rasa berdebar-sebar di dada, detak jantung lebih cepat dan lambat, kelelahan, pusing, sesak nafas, nyeri dada hingga bisa menyebabkan pingsan.

Jika sudah mengindap beberapa gejala ini, dalam jangka panjang bila tidak ditangani dengan tepat, akan dapat menyebabkan gagal jantung, stroke bahkan bisa berujung kepada kematian.

Penyebab Aritmia ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor baik bawaan maupun didapat dari kelainan di luar jantung maupun kelainan jantung. Sejumlah tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan ini antara lain elektrokardiografi (rekam listrik jantung), ekokardiografi (usg jantung), monitor holter, uji latih beban jantung, tes meja jungkit, treadmill dan studi elektrofisiologi.

Terdapat beberapa metode pengobatan Aritmia, baik dengan obat-obatan atau tindakan intervensi tanpa pembedahan. Salah satu metode yang berkembang saat ini adalah Metode Ablasi. Caranya dengan memasukan kateter (tabung tipis dan fleksibel) melalui pembuluh darah di lipat paha ke jantung untuk menemukan sumber gangguan, merusak sumber gangguan dan selanjutnya menghilangkan gangguan tersebut.

Prosedur ini membutuhkan kompetensi dokter spesialis jantung konsultan elektrofisiologi, fasilitas cathlab, mesin elektrofisiologi, perawat cathlab dan dukungan spesialis bedah Toraks kardiovaskuler bila timbul kegawatdaruratan yang membutuhkan prosedur pembedahan.

Tim Dokter Eka Hospital Pekanbaru yang mendukung layanan ini antara lain dr. Haryadi, SpJP (K) FIHA seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, Konsultan Elektrofisiologi jantung serta dua dokter spesialis bedah Toraks Kardiovaskuler yaitu dr. Fuad Jindan, dan dr. Achmad Marzuki.

Prof. DR.dr. Yoga Yuniandi mengatakan, untuk seluruh Indonesia, jumlah tenaga ahli di bidang elektrofisiologi sangatlah sedikit, begitu juga dengan ketersediaan alatnya. Terbatasnya jumlah tenaga dokter dan alat ini, membuat pasien dengan gangguan irama jantung harus dikirim ke Jakarta atau kota besar lainnya demi mendapatkan penanganan yang lebih lanjut, belum lagi waktu menunggu yang cukup lama.

"Diharapkan dengan dimulainya layanan gangguan irama jantung di Eka Hospital Pekanbaru ini, pasien aritmia bisa mendapatkan layanan segera tanpa harus keluar kota dan tanpa harus menunggu lama. Apalagi dengan telah dijalankannya kerjasama Eka Hospital Pekanbaru dengan BPJS Kesehatan, sehingga kesempatan masyarakat untuk mendapatkan layanan ini dapat jauh lebih terbuka," ujarnya sembari menutup keterangannya. (RB/Ferizal)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

Gempar, Remaja Pria 'Hamil' Anak Laki-laki

Kamis, 26 Oktober 2017 - 07:04 WIB

Pusing Enggak Punya Uang, Ternyata Bukan Mitos

Selasa, 17 Oktober 2017 - 07:23 WIB

Awas Obat Berbahaya Ini Bisa Mematikan

Minggu, 08 Oktober 2017 - 11:06 WIB

Bahan-bahan Alami Hilangkan Jerawat

Minggu, 08 Oktober 2017 - 10:32 WIB

Tips Kendalikan Emosi

Kamis, 05 Oktober 2017 - 07:29 WIB

Gubri Kunjungi Pasien Bakti Sosial di RS Ibnu Sina

Rabu, 27 September 2017 - 18:02 WIB

Udara Riau Kotor, Kawasan Bersih Incaran Warga

Minggu, 24 September 2017 - 14:56 WIB

Kalau Pasien Datang, Tanya Keluhannya Bukan Uangnya

Sabtu, 16 September 2017 - 13:32 WIB

Usia Bertambah Tua, Begini Cara Mengusir Galau

Rabu, 13 September 2017 - 13:27 WIB

Kasus Korupsi Sektor Kesehatan di Riau, Ini Data-datanya

Jumat, 08 September 2017 - 10:40 WIB

Asian Agri Ajak Anak Sekolah Peduli Kesehatan Sejak Dini

Selasa, 05 September 2017 - 14:46 WIB

Tahukah? Ini Tanda Anda Stres Berat

Sabtu, 02 September 2017 - 12:14 WIB

Ini Tips Menyimpan Daging Sapi

Jumat, 01 September 2017 - 16:11 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia