Terdakwa kasus ujaran kebencian Saracen disidangkan di Pekanbaru.

Senin, 06 November 2017 - 20:00 WIB 3200000

Admin Saracen Jalani Sidang Perdana di Pekanbaru, Tudingannya Sebarkan Kebencian di Medsos

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Muhammad Abdullah Harsono, selaku admin grup media sosial Saracen, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (6/11/2017).

Harsono didakwa melakukan tindak pidana memposting ujaran kebencian berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) melaui media sosial Facebook.

Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Yusuf Ibrahim dan Sukatmini.  Jaksa menyebutkan, perbuatan terdakwa dilakukan dalam kurun waktu April 2015 hingga Agustus 2015 di rumah terdakwa di Jalan Bawal Nomor  31 RT 092 R W 006 Kelurahan  Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

"Terdakwa sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulknn rasa kebencian atau permusuhan individu dan masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan Antargolongan," kata jaksa Yusuf Ibrahim. 

Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa di hadapan Majelis hakim uang diketuai Martin Ginting, didampingi hakim anggota Yudisilen dan Dahlia Panjaitan.

Menurut Yusuf, tanggal 20 Mei 2015, terdakwa Harsono membuat postingan facebook  dengan user name atas nama Harsono Abdullah. Isinya memuat gambar Presiden Joko Widodo dan tulisan berupa kata-kata ajakan kebencian.

Dikatakan Yusuf, Harsono menuliskan, Gerakan 20 Mei rakyat bersatu lengserkan Jokowi setan bajingan dari  kursi presiden RI dan orang-orang yang membela Jokowi adalah goblok dan tolol, ibaratkan kerbau yang ditusuk hidungnya.

"Postingan terdakwa jelas mengandung unsur penghinaan terhadap kepala negara," katanya.

Tidak hanya itu, kata Yusuf, perbuatan tersebut diulangi lagi pada 23 Agustus 2015, terdakwa Harsono membuat postingan facebook dengan akun Muhammad Ali Firdaus. Dia juga menuliskan, ajakan masyarakat pribumi untuk melakukan pembantaian terhadap suku Tionghoa. Selain tulisan, terdakwa juga memposting gambar berbau SARA.

Akibat  perbuatannya terdakwa Harsono dijerat pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat (2)  Undang-undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau  pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU RI nomor 20 tahun 2008 tentang Deskriminasi jo pasal 156 KUHP dan pasal 207 KUHP.

Atas dakwaan itu, terdakwa tidak membantah. Ia mengaku memposting kata-kata penghinaan dan ujaran kebencian pada tahun 2015 silam.

Majelis hakim melanjutkan persidangan pada Selasa 14 November 2017. "Kita minta jaksa melakukan pembuktian dan memenghadirkan saksi-saksi," kata hakim Martin.

Sebelumnya diberitakan, Harsono ditangkap di rumahnya di Jalan Bawal, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan, Rabu, 30 Agustus 2017 sekitar pukul 06.00 WIB. Dia disebut-sebut sebagai pendiri grup Saracen di media sosial Facebook. 

Bahkan, dia seringkali mengunggah berbagai konten ujaran kebencian dan bernuansa SARA di dalam akun Facebook Saracen. Ia terpantau oleh Bareskrim Mabes Polri mengubah grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati.

Pentolan kelompok ini adalah Jas yang terlebih dahulu ditangkap di Jalan Kasah, Pekanbaru. Untuk tersangka Jas berkasnya masih dilengkapi penyidik Mabes Polri.

Pengungkapan berawal dari penangkapan RK pada 2016. Setelah pengembangan kasus, aparat kepolisian menangkap pelaku RY pada Februari 2017.

Bebetapa bulan kemudian, polisi menangkap pelaku penyebar konten Suku, Agama, Ras dan Antargolongan, MFT, dan seorang ibu rumah tangga, SRN di tempat berbeda.

SRN merupakan seorang wanita, dia juga ditetapkan sebagai tersangka penghinaan Presiden Joko Widodo. (RB/san)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Seorang Wanita Pesta Sabu Bersama 3 Pria

Jumat, 03 November 2017 - 19:28 WIB

3 Bandar Sabu di Pekanbaru Divonis Hukuman Mati

Jumat, 03 November 2017 - 14:33 WIB

Polres Inhu Gelar Operasi Zebra Siak Selama Dua Pekan

Rabu, 01 November 2017 - 12:46 WIB

Ketua Yayasan di Riau Terjerat Kasus Pemalsuan SK Anaknya

Selasa, 31 Oktober 2017 - 12:29 WIB

Tim Jatanras Ringkus Lagi Pelaku Judi Togel di Rengat

Minggu, 29 Oktober 2017 - 12:57 WIB

Wanita Muda di Inhil Bawa Ganja 2,5 Kg, Diduga Pengedar

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 08:43 WIB

Legislator Riau EM Dilaporkan ke Polda

Kamis, 26 Oktober 2017 - 14:02 WIB

KPK Tangkap Bupati dan 14 Orang Lainnya

Rabu, 25 Oktober 2017 - 22:07 WIB

Astaga, Seorang Wanita Main Judi Sama Kakek-kakek di Inhu

Selasa, 24 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia