Ilustrasi. (net)

Kamis, 09 November 2017 - 11:44 WIB 2130000

Ternyata, 2017 Adalah Tahun Terpanas dalam Seabad

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dari analisis lingkungan dan cuaca, 2017 merupakan tahun tanpa El Nino yang biasanya selalu menyertai hawa panas.

Namun, perubahan iklim dan berbagai cuaca ekstrem membuat tahun ini menjadi salah satu tahun terpanas dalam sejarah.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh World Meteorological Organization (WMO) pada Senin (6/11/2017) di konferensi perubahan iklim PBB COP23 di Bonn, Jerman.

Menurut pernyataan tersebut, dari Januari hingga September tahun ini, suhu rata-rata global mencapai sekitar 1,1 derajat celcius di atas era pra-industri. Padahal, batasan kenaikan suhu yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris hanya 1,5 derajat celcius.

Badan PBB tersebut berkata bahwa sekitar 30 persen populasi dunia sekarang mengalami "suhu panas yang ekstrem" setidaknya beberapa hari setiap tahun.

Sementara itu, jumlah orang yang rentan terpapar gelombang panas mematikan telah meningkat menjadi 125 juta sejak tahun 2000.

"Tiga tahun terakhir ini masuk dalam tiga besar rekor tahun terpanas dalam catatan kami," kata Petteri Taalas, sekretaris jendral WMO yang dikutip dari AFP, Senin (6/11/2017).

Dampak dari suhu tinggi ini juga dirasakan di seluruh belahan dunia.

"Kami menyaksikan cuaca yang luar biasa, termasuk suhu di atas 50 derajat celcius di Asia, badai yang memecahkan rekor dalam suksesi tercepat di Karibia dan Atlantik yang mencapai Irlandia, banjir musim hujan yang menghancurkan yang mempengaruhi jutaan orang, dan kekeringan yang tiada henti di Afrika Timur," kata Taalas, dilansir RiauBook.com dari kompas.

Menanggapi laporan tersebut, Richard Betss, seorang profesor dampak iklim di Met Office Hadley Inggris mengatakan, tidak ada tempat yang akan terhindar, tetapi negara-negara berkembang akan terkena dampak paling parah dalam jumlah korban manusia.

Peningkatan gas ruang kaca disebut sebagai salah satu alasan dari naiknya suhu dunia dan cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

"Banyak dari kejadian ini yang membawa tanda perubahan iklim yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca dari aktivitas manusia," lanjut Taalas.

Konsentrasi di atmosfer gas rumah kaca utama yang mendorong pemanasan global terus meningkat adalah karbon dioksida (CO2). Angka CO2 saat ini bahkan menyentuh 403,3 bagian per juta (ppm), yang tertinggi setidaknya dalam 800.000 tahun terakhir.

Sementara itu, gas rumah kaca yang paling berpolusi kedua adalah metana (CH4). Angka gas ini juga telah melonjak dalam beberapa dekade terakhir, didorong oleh kebocoran dari ledakan fracking industri gas dan pertumbuhan ternak global.

Laporan lain daridivisi lingkungan PBB berkata bahwa upaya nasional untuk mengurangi pencemaran karbon masih jauh tertinggal saat ini. Hal tersebut membuat dunia memanas sekitar tiga derajat celcius pada akhir abad ini.

Menanggapi temuan ini, Patricia Espinosa, sekretaris eksekutif perubahan iklim PBB yang dikutip dari Science Alert, Senin (6/11/2017), mengatakan, temuan ini menggarisbawahi meningkatnya risiko terhadap manusia, ekonomi, dan struktur kehidupan di bumi jika kita gagal mencapai tujuan dan ambisi Perjanjian Paris.

Di akhir laporan, para peneliti mengingatkan kita untuk lebih menjaga bumi. Bagaimanapun, taruhannya sangat tinggi karena kita hanya memiliki planet yang satu ini untuk ditinggali. (RB/kpc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Ribuan Komik Cegah Karhutla Dibagikan di Pulau Padang

Sabtu, 04 November 2017 - 09:42 WIB

Setelah Siaga Asap, BPBD Provinsi Riau Siaga Banjir

Jumat, 03 November 2017 - 16:41 WIB

Bagi yang Malam Mingguan, Awas Hujan

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 18:30 WIB

Riau Mulai Membara, 15 Titik Panas Terdeteksi

Minggu, 22 Oktober 2017 - 00:38 WIB

Riau Panas, Awas Kebakaran Lahan

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 23:41 WIB

Satu Titik Hotspot Terpantau di Riau

Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:35 WIB

Sekolah di Kuansing Jalani Kegiatan Ramah Lingkungan

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 08:50 WIB

HUT TNI, Ini Harapan Sekda Riau

Kamis, 05 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Awas, Riau Bakal Sering Hujan, Rawan Banjir

Kamis, 05 Oktober 2017 - 13:13 WIB

BPBD Riau : Lima Wilayah Ini Rawan Terjadi Banjir

Rabu, 04 Oktober 2017 - 17:36 WIB

Heboh, Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman Rumah Warga Inhil

Sabtu, 30 September 2017 - 21:48 WIB

Siap-siap, Tambang Emas di Riau Bakal Ditertibkan

Sabtu, 30 September 2017 - 08:49 WIB

Pemuka Agama di Riau Komitmen Cegah Karhutla, Ini Buktinya

Jumat, 29 September 2017 - 13:02 WIB

Tolak RTRW, Elemen Mahasiswa Turun Aksi, Ini Tuntutannya

Kamis, 28 September 2017 - 11:32 WIB

Musim Hujan, Daerah-daerah di Riau Ini Rawan Banjir

Rabu, 27 September 2017 - 13:08 WIB

Dinasos Riau Akan Sosialiasi Kampung Siaga Bencana

Selasa, 26 September 2017 - 00:10 WIB

Riau Masih Rawan Kebakaran Lahan, Ini Buktinya

Selasa, 26 September 2017 - 21:03 WIB

Awas, Hujan di Riau Berkemungkinan Disertai Petir

Senin, 25 September 2017 - 18:21 WIB

Gubri Ingin RTRW Riau Segera Diparipurnakan

Jumat, 22 September 2017 - 17:06 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia