Ilustrasi (net)

Jumat, 10 November 2017 - 01:44 WIB 1320000

Enggan dan Takabur

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM -Oleh Ustad Felix Siauw

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman pada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir - QS 2:34.

Diantara dosa yang menghalangi dari hidayah Allah ialah enggan dan takabur. Sebab bila keduanya sudah berkumpul pada diri seseorang, maka jadilah dia sulit untuk dinasihati, dibiarkan makin menjadi-jadi.

Sebab mereka yang sudah enggan dan takabur, memandang nasihat sebagai laknat, dan kebenaran seolah racun, hingga terus-menerus mencari pembenaran hingga akhirnya ia makin terjembab dalam dosa lalu binasa.

Iblis membenarkan diri dengan mendebat Allah "Mengapa aku harus sujud, sedangkan dia dibuat dari tanah, sedang aku dari api?". Iblis lupa, bahwa Allah itu absolut, berbuat yang Dia suka, tak tersembunyi apapun dari-Nya.

Enggan itu ketidakpedulian, tidak awas, tidak peka. Sedang takabur itu merasa lebih baik, meremehkan manusia, menolak kebenaran yang datang dari Allah. Tak tanggung-tanggung, Iblis memeluk keduanya sekaligus.

Manusia pun sama-sama pernah melakukan kesalahan, bedanya Adam segera bertaubat sebab menyadari kesalahannya, mengakui kedzalimannya lalu beroleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, petunjuk Tuhannya.

Enggan Dan Takabur Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman pada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir - QS 2:34 Diantara dosa yang menghalangi dari hidayah Allah ialah enggan dan takabur. Sebab bila keduanya sudah berkumpul pada diri seseorang, maka jadilah dia sulit untuk dinasihati, dibiarkan makin menjadi-jadi Sebab mereka yang sudah enggan dan takabur, memandang nasihat sebagai laknat, dan kebenaran seolah racun, hingga terus-menerus mencari pembenaran hingga akhirnya ia makin terjembab dalam dosa lalu binasa Iblis membenarkan diri dengan mendebat Allah "Mengapa aku harus sujud, sedangkan dia dibuat dari tanah, sedang aku dari api?". Iblis lupa, bahwa Allah itu absolut, berbuat yang Dia suka, tak tersembunyi apapun dari-Nya Enggan itu ketidakpedulian, tidak awas, tidak peka. Sedang takabur itu merasa lebih baik, meremehkan manusia, menolak kebenaran yang datang dari Allah. Tak tanggung-tanggung, Iblis memeluk keduanya sekaligus Manusia pun sama-sama pernah melakukan kesalahan, bedanya Adam segera bertaubat sebab menyadari kesalahannya, mengakui kedzalimannya lalu beroleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, petunjuk Tuhannya Lain dengan iblis, yang malah meminta waktu dan menantang Allah untuk menyesatkan manusia. Takabur itu mematikan akal, lalu mendekatkan kedunguan, seperti iblis yang menantang Allah, sesuatu yang tak mungkin dia menangkan Mereka yang enggan dan takabur, tak pernah introspeksi, tapi menyalahkan yang lain, pokoknya harus dia yang benar, sedangkan yang lain harus salah. "Hanya aku yang pancasilais, toleran, peduli negeri", yang lain harus dibubarkan Ummat yang jengah dengan perilakunya yang semena-mena dianggap ingin menghancurkan, sebab akhlak buruknya ia disorot lalu malah yang menasihati disalahkan karena dianggap sok tahu, itulah enggan dan takabur Buruk muka cermin dibelah, dagangan tak laku menuduh lapak lain punya pesugih, melamar ditolak lalu semua lelaki di kota itu dimaki-maki. Dasar pemikirannya, "Aku lebih dari yang lain" dan "Tentangmu, aku tak mau tahu!" . Semoga Allah jaga ummat-Nya selalu, khusunya di Indonesia

Sebuah kiriman dibagikan oleh Felix Siauw (@felixsiauw) pada

Lain dengan iblis, yang malah meminta waktu dan menantang Allah untuk menyesatkan manusia. Takabur itu mematikan akal, lalu mendekatkan kedunguan, seperti iblis yang menantang Allah, sesuatu yang tak mungkin dia menangkan.

Mereka yang enggan dan takabur, tak pernah introspeksi, tapi menyalahkan yang lain, pokoknya harus dia yang benar, sedangkan yang lain harus salah. "Hanya aku yang pancasilais, toleran, peduli negeri", yang lain harus dibubarkan.

Ummat yang jengah dengan perilakunya yang semena-mena dianggap ingin menghancurkan, sebab akhlak buruknya ia disorot lalu malah yang menasihati disalahkan karena dianggap sok tahu, itulah enggan dan takabur.

Buruk muka cermin dibelah, dagangan tak laku menuduh lapak lain punya pesugih, melamar ditolak lalu semua lelaki di kota itu dimaki-maki. Dasar pemikirannya, "Aku lebih dari yang lain" dan "Tentangmu, aku tak mau tahu!".

Semoga Allah jaga ummat-Nya selalu, khusunya di Indonesia.

*Penulis adalah pengemban dakwah, bersama yang menginginkan kebangkitan Islam. Tulisan ini diambil dari akun instagram milik @felixsiauw.(RB/yopi)


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Hebat, Desa Sungai Raya Inhu Miliki Masjid Unik

Kamis, 09 November 2017 - 20:01 WIB
Dunia Islam

Hikmah Berkuda

Jumat, 03 November 2017 - 08:29 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Persatuan Sebab Iman

Jumat, 03 November 2017 - 07:38 WIB
Tausyiah Usatad Felix Siauw

Angkat Tangan

Kamis, 02 November 2017 - 22:52 WIB

Pemerintah Segera Atur Harga Referensi Ibadah Umrah

Rabu, 25 Oktober 2017 - 23:19 WIB

Riau Matangkan Rencana Pembentukan Quran Center

Rabu, 04 Oktober 2017 - 12:24 WIB

Terus Mengalir Bantuan dari Riau untuk Rohingya

Kamis, 28 September 2017 - 09:51 WIB

Pawai 'Sejuta Obor' di Rohul

Rabu, 20 September 2017 - 21:01 WIB

29 September Logo dan Tema MTQ XXXVI Dilaunching di Dumai

Rabu, 20 September 2017 - 18:03 WIB

Tahun 2018 Pemprov Riau Anggarkan Bantuan untuk Mesjid

Sabtu, 16 September 2017 - 23:49 WIB