Kunyit. (Foto: kompas)

Jumat, 10 November 2017 - 06:57 WIB 6040000

Kasiat Kunyit Bisa Jadi Obat Kanker

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Indonesia kaya akan rempah berkhasiat, salah satunya adalah kunyit, bahan atau zat hang terkandung di dalamnya diyakini bisa menjadi obat kanker.

Ke depan, rempah yang jamak ditemui di Asia Tenggara ini dapat digunakan sebagai obat kanker melalui zat kurkumin yang dikandung kunyit.

Penelitian tersebut tengah dikembangkan oleh Yuliati Herbani, peneliti di Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kunyit punya khasiat membunuh bakteri di dalam tubuh. Jika merasa mual, kunyit dapat menetralisirnya.

Untuk kawasan Asia, India telah banyak menuliskan manfaat kurkumin dalam artikel ilmiah, namun mereka belum sampai pada tahap pengobatan kanker.

Yuliati mengatakan, kurkumin sulit untuk larut di dalam air, padahal kondisi itu diperlukan untuk efektivitas masuknya obat ke dalam sel.

"Kalau lihat di gelas suka nempel di sekitarnya, jadi kuning. Kalau obat yang tidak bisa terlarut dalam air itu tidak bisa digunakan. Kalau di bentuk nano dia bisa meresap, berdifusi begitu cepat ke organ tubuh hingga efektivitasnya jauh lebih tinggi," kata Yuliati di kompleks Kemenristek Dikti, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Untuk itu, Yuliati memadatkan bubuk kunyit menjadi seperti koin, kemudian bubuk padat itu ditembak dengan laser dalam larutan air dan ditambahkan dengan cycodextrin.

Tanpa cycodextrin, kurkumin tidak larut di dalam air dan akan mengendap di organ tubuh.

"Cycodextrin lebih biokompatibel di dalam tubuh dibandingkan dengan polimer lain," kata Yuliati.

Dalam bentuk ini, kurkumin dipadukan dengan partikel nano emas, setelah diinjeksikan ke dalam aliran darah dan menuju organ yang terkena kanker, kurkumin akan disinari dengan laser, lalu zat itu bereaksi dan mengeluarkan panas yang bisa menghancurkan sel kanker.

Menurut Yuliati, nanopertikel emas akan keluar bersama metabolisme tubuh, dan bila tetap di dalam tubuh, nanopartikel emas pun tidak berbahaya.

Metode ini akan menghasilkan efek yang berbeda dibandingkan dengan perawatan kanker konvensional. Penggunaan obat sitostatik berguna untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dengan cepat. Namun, efek sampingnya obat ini juga menyerang sel tak berbahaya seperti sel di folikel atau kelenjar rambut. Maka, jangan heran pengguna kemoterapi mengalami kebotakan.

Sedangkan kurkumin berasal dari kunyit. Dengan begitu, Yuliati percaya obat herbal lebih aman bagi pengidap kanker.

"Tidak punya efek samping jangka panjang. Ini baru fokus pada kanker payudara dan serviks," kata Yuliati.

Dalam tahap penelitian, Yuliati telah mampu mengaplikasikan nanopartikel emas ke larutan air dan ethanol, dan heksana. Saat ini, penelitiannya sampai pada tahap meratakan ukuran partikel.

Sayangnya, sulitnya komponen optik membuat proses penelitian Yuliati terhambat. Ia harus mengimpor alat penelitiannya dari Singapura dan harus menunggu hingga sekitar dua bulan untuk sampai di meja laboratoriumnya.

Yuliati berharap penelitiannya dapat selesai dalam dua tahun ke depan. Sebagai penerima anugrah tahunan L'oreal – Unesco for Women in Science National Fellowship Awards 2017, Yuliati mendapat tambahan dana penelitian sebesar Rp. 80 juta untuk melanjutkan penelitiannya.

"Di dunia internasional pun kurkumin sebagai antikanker masih in progress penelitian. Jadi saya ingin kejar mereka yang sudah duluan di kurkumin dengna sinergikan nanopartikel. (RB/kpc)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Eka Hospital Layani Pasien Gangguan Irama Jantung

Sabtu, 04 November 2017 - 19:15 WIB

Gempar, Remaja Pria 'Hamil' Anak Laki-laki

Kamis, 26 Oktober 2017 - 07:04 WIB

Pusing Enggak Punya Uang, Ternyata Bukan Mitos

Selasa, 17 Oktober 2017 - 07:23 WIB

Awas Obat Berbahaya Ini Bisa Mematikan

Minggu, 08 Oktober 2017 - 11:06 WIB

Bahan-bahan Alami Hilangkan Jerawat

Minggu, 08 Oktober 2017 - 10:32 WIB

Tips Kendalikan Emosi

Kamis, 05 Oktober 2017 - 07:29 WIB

Gubri Kunjungi Pasien Bakti Sosial di RS Ibnu Sina

Rabu, 27 September 2017 - 18:02 WIB

Udara Riau Kotor, Kawasan Bersih Incaran Warga

Minggu, 24 September 2017 - 14:56 WIB

Kalau Pasien Datang, Tanya Keluhannya Bukan Uangnya

Sabtu, 16 September 2017 - 13:32 WIB

Usia Bertambah Tua, Begini Cara Mengusir Galau

Rabu, 13 September 2017 - 13:27 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia